Senin, 24 Agustus 2026

Banyak Lahirkan Tokoh Nasional dan Daerah, Wilayah Tambangan Malah Terisolir Jaringan Seluler

Administrator - Senin, 21 Juni 2021 05:48 WIB
Banyak Lahirkan Tokoh Nasional dan Daerah, Wilayah Tambangan Malah Terisolir Jaringan Seluler

MADINA I Sumut24.co

Baca Juga:

Wilayah Tambangan banyak melahirkan tokoh nasional dan daerah. Namun nasib desa di wilayah Tambangan ini malah terisolir jaringan seluler. Apalagi internet, masih jauh sekali. Wilayah Tambangan yang terdiri dari Tambangan Jae, Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman, Rao-rao Lombang, Rao-rao Dolok dan Panjaringan. Keenam desa ini berlokasi di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut. Dari dulu, banyak tokoh daerah dan nasional yang berasal dari kampung-kampung ini. Mulai pendiri atau sesepuh  Pemuda Pancasila Sumut HMY Effendi Nasution atau Pendi Keling. Pendi Keling merupakan tokoh eksponen 66 di Sumut, sekaligus pendiri Himpunan Keluarga Mandailing (HIKMA) Sumut. Pendi Keling berasal dari Tambangan Tonga. Berikutnya Ketua DPRD Mandailing Natal pertama yaitu H Abdurrahman atau H Kolol, juga berasal dari Tambangan Tonga. Mantan Ketua DPRD Tapsel yang saat ini menjadi Wakil Ketua DPRD Tapsel H Rahmat Nasution juga merupakan orang Tambangan Tonga. Selanjutnya, eks Ketua FPI KH Shobri Lubis juga berasal dari wilayah Tambangan. Orang tua KH Shobri Lubis berasal dari Rao-rao Dolok. Senada KH Shobri Lubis, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yaitu Amany Lubis juga berasal dari Rao-rao Dolok. Umar Lubis, artis sinetron juga berasal dari Rao-rao Dolok. Mantan Bupati Pasaman Barat Syahiran Lubis juga berasal dari Rao-rao Dolok. Meski banyak melahirkan tokoh-tokoh daerah dan nasional, ternyata nasib 6 desa di wilayah Tambangan masih terisolir jaringan seluler. Wilayah paling parah terisolir jaringan seluler berada di Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman dan Rao-rao Lombang. Sementara tiga daerah lainnya yaitu Tambangan Jae, Rao-rao Dolok dan Panjaringan, di beberapa lokasi sudah dapat jaringan seluler dan internet. Namun jaringan seluler dan internet di tiga daerah ini masih bersifat liar. Sementara itu , Tokoh Pemuda Mandaling Natal Saparuddin Haji Lubis meminta Telkomsel untuk segera menindaklanjuti permohonan masyarakat Tambangan yang sudah mengajukan surat permohonan. Menurutnya, ketiadaan jaringan internet dan seluler di wilayah Tambangan berimbas pada aspek ekonomi dan kesehatan masyarakat. “Ekonomi masyarakat terganggu karena susahnya komunikasi dengan pihak luar. Untuk bidang kesehatan, warga menjadi susah berobat ke puskesmas, terutama yang memakai BPJS,” kata politisi PKS ini. Saat ini, ada satu puskesmas dan satu puskesmas pembantu yang berlokasi di wilayah Tambangan. Kedua sarana kesehatan ini terpaksa mengandalkan jaringan wifi melaksanakan aktivitasnya. Calon Bupati Madina 2015 ini mengungkap, anak usia sekolah juga terpaksa menempuh jarak berkilo-kilometer demi melaksanakan pembelanjaran online atau daring. “Banyak siswa belajar di tengah kebun dan tengah sawah. Karena hanya di lokasi tertentu itu yang terdapat jaringan internet,” katanya.

Di wilayah Tambangan, di setiap desa terdapat sekolah dasar. Selain itu, ada satu SMP yang berlokasi di Tambangan Pasoman dan sama sekali tak tersentuh jaringan internet. “Di masa pembelajaran online masa pandemi sekarang, tentu siswa di sana kesulitan melaksanakan pembelanjaran online,” jelas mantan Ketua Kadin Madina ini. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Dua Muda Mudi Kompak Edarkan Ekstasi Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Medan
Penahbisan Gereja BNKP Resort 42 Tanjung Anom Berlangsung Khidmat, Ephorus Targetkan Kemandirian Sinode
Dana Pensiunan Perumda Tirtanadi Sudah Dibayarkan AJB Bumiputera
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan Juara Umum Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan RI
Aksi Solidaritas Pemko Medan, Dari Kemeriahan HUT RI hingga Bantuan Rp.50 Juta Korban Bencana
Satu Perusahaan Menawar, Bukan Berarti Tender Harus Batal
komentar
beritaTerbaru