Sabtu, 27 Juni 2026

Dodi Dituntut 2 Tahun

Administrator - Selasa, 26 Juli 2016 03:46 WIB
Dodi Dituntut 2 Tahun

MEDAN | SUMUT24 Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sumatera Utara Dodi Sutanto, dituntut dua tahun penjara dalam persidangan yang berlangsung di Ruang Cakra II Pengadilan Negeri Medan, Senin (25/7).

Baca Juga:

Tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fatta itu menyebutkan, Dodi dinyatakan terbukti bersalah telah melakukan pencemaran nama baik terhadap H Anif Shah seorang pengusaha asal Sumatera Utara.

Selain tuntutan penjara, Dodi juga dibebankan membayar denda sebesar Rp 10 juta subsidair 6 bulan kurungan, karena melanggar Pasal 27 ayat 3 Junto Pasal 45 ayat 1 UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE).

Jaksa dalam surat tuntutannya menyebutkan terdakwa, dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Usai pembacaan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Parlindungan Sinaga menunda persidangan pekan depan, untuk pembacaan pembelaan dari penasehat hukum terdakwa.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ketua KNPI Sumut Dodi Sutanto diadili karena dinilai menyebarkan berita tidak benar mengenai H. Anif lewat facebook miliknya.

Dimana ada dua link berita dari website Medanseru.co yang ditautkan ke dinding akun milik terdakwa perihal pemberitaan miring pengusaha asal Sumut itu. Pemilik website berita sendiri hingga kini masih menjadi buron Polda Sumut.

Sidang Ketua KNPI Sumut Ricuh Dituntut dua tahun penjara, puluhan OKP pendukung Ketua Komite Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Utara Dodi Sutanto yang menjadi terdakwa kasus pencemaran nama baik H Anif mendadak ricuh di ruang Cakra II Pengadilan Negeri (PN) Medan, kemarin.

Kericuhan ini dipicu ketika puluhan OKP yang memadati ruang persidangan melihat terdakwa Dodi Sutanto seusai sidang diborgol oleh pengawal tahanan.

Pendukung Dodi Sutanto yang merasa bahwa Ketua KNPI Sumut itu tak bersalah sontak meneriakkan pengawal tahanan agar melepaskan borgol dari tangan Dodi Sutanto.

“Woi, kok kau borgol itu. Kau lepas itu borgolnya,” teriak seorang OKP berbaju loreng. Namun, pengawal tahanan langsung menggiring Dodi Sutanto dengan bantuan pihak kepolisian yang berjaga-jaga di lokasi.

Tak puas dengan amarahnya, kali ini amukan puluhan OKP ini menyasar ke majelis hakim yang diketuai Parlindungan Sinaga yang masih duduk di kursi hakim ketuanya.

Lontaran cacian makian menuju kearah Parlindungan Sinaga. OKP itu menyebut, persidangan yang dipimpin Parlindungan Sinaga sarat kepentingan dan direkayasa.

Mendengar makian tersebut Parlindungan Sinaga hanya terduduk di kursinya. Setelah puas memaki majelis hakim, rombongan OKP melanjutkan kerusuhannya. Di depan meja informasi PN Medan, puluhan OKP dan Ormas ini kembali meluapkan kekesalannya dengan mengobrak-abrik kursi pengunjung. Akibat perbuatannya, dua kursi besi yang disediakan untuk pengunjung PN Medan berserakan setelah ditendangi puluhan OKP.(R04/R02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Madina Saipullah Nasution Sambangi Masjid Raya Al Qurro' wal Huffazh, Ajak Warga Perkuat Benteng Generasi dari Ancaman Narkoba
Tak Anti Kritik! Bupati Saipullah dan Wabup Atika Undang Mahasiswa Bahas IPR, Harga Gabah hingga Masa Depan Madina
Kabar Baik! Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Kantongi Dukungan Gubsu Bobby Nasution, Huntap dan Infrastruktur Masuk Prioritas
Dorong Prestasi dan Kesejahteraan Anak, Sekda Padangsidimpuan Salurkan Bantuan dari Kemensos
Sekda Padangsidimpuan dan Pemprov Sumut Turun Tangan, Pembangunan Huntap Palopat Pijor Koling Dikebut
Klarifikasi Terkait Tuduhan Penyalahgunaan Dana Arisan, Pengelola Bantah Tudingan Peserta
komentar
beritaTerbaru