Selasa, 29 September 2026

Vaksin Palsu Belum Ditemukan di Medan, Masyarakat Diminta Jangan Panik

Administrator - Rabu, 20 Juli 2016 07:29 WIB
Vaksin Palsu Belum Ditemukan di Medan, Masyarakat Diminta Jangan Panik

Medan | Sumut24

Baca Juga:

Sekretaris Dinas Kesehatan Medan, Irma Suryani mengungkapkan, sejauh ini vaksin palsu sama sekali masih belum ada ditemukan di Kota Medan. Meskipun sejumlah upaya penelusuran sudah dilakukan, namun hasilnya masih nihil.

“Hingga hari ini, nggak ada vaksin palsu di Medan. Sidak yang sudah dilakukan oleh tim dari Dinas Kesehatan disejumlah fasilitas kesehatan dan rumah sakit, tidak ada ditemukan vaksin palsu itu,” katanya kepada wartawan, Selasa (19/7) di Medan.

Untuk itu, Irma mengatakan, agar masyarakat di Medan tidak perlu panik terkait isu vaksin palsu yang sedang berlangsung. Karena gejolak dari vaksin tersebut menurutnya, tidak begitu dirasakan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini.

“Masyarakat kita minta jangan panik. Soalnya gejolak vaksin palsu belum sampai di Medan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Irma menjelaskan, droping vaksin untuk dikota Medan sebetulnya terbilang aman. Karena, vaksin yang beredar di Medan resmi, berasal dari sumber yang jelas yakni Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Rumah sakit baik pemerintah maupun swasta serta puskesmas dan klinik drop vaksinnya berasal dari Dinas Kesehatan, yang didapat dari Kemenkes tersebut.

“Vaksin itu banyak pengambilannya dari Dinas Kesehatan. Kita mendapatkannya dari Kemenkes melalui Provinsi baru di drop ke puskesmas ataupun langsung mengambilnya ke Dinas,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan dokter Ramlan Sitompul mengungkapkan, pemerintah harus bertanggung jawab atas terjadinya masalah vaksin palsu ini. Karena vaksin bagi anak menyangkut masa depan bangsa.

“Bisa saja dicurigai memang ada yang mengatur secara terstruktur. Apalagi persoalan vaksin palsu ini bukan yang pertama kali terjadi, dan penanganan sebelumnya tidak tuntas,” ujarnya.

Ramlan mengaku, dokter tidak bisa membedakan mana vaksin yang asli maupun yang palsu. Karena dokter sifatnya hanya menggunakan saja.

“Kita tidak pernah diajari membedakan vaksin asli atau palsu. Jadi pemerintah lah yang harus mengawasi,” katanya.

Ramlan melanjutkan, bisnis vaksin ini memang sangat besar keuntungannya. Sebab, satu buah vaksin memiliki harga yang tergolong mahal.

“Satu vaksin itu bisa berharga 200 ribu hingga 500 ribu. Ini sangat mahal, sehingga menjadi orientasi yang menguntungkan untuk memalsukannya. Selain itu perang saat ini trendnya tidak lagi dengan kekerasan, tetapi melalui obat-obatan seperti vaksin palsu ini,” pungkasnya.(W04).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Malam Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila 2026, MPW PP Sumut Kembali Kobarkan Semangat Kebangsaan di Tugu Ampera
Bobby Nasution Dorong UMKM Sumut Perluas Pasar Lewat Misi Dagang Jatim
Minggu Tak Jadi Alasan, Bupati Palas Turun ke Desa Panarian dan Cek Jalan Menuju Hapung
Tak Perlu 10-12 Jam ke Kualanamu, Wabup Atika Ajak Travel Umrah Manfaatkan Bandara JHN
Polda Sumut Tetapkan Eks Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan Tersangka Kasus Pasar Ikan Rp22,5 M
Bhakti TNI AD, Kodim 0201/Medan Salurkan Air Bersih Untuk Warga Belawan
komentar
beritaTerbaru