Malam Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila 2026, MPW PP Sumut Kembali Kobarkan Semangat Kebangsaan di Tugu Ampera
Malam Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila 2026, MPW PP Sumut Kembali Kobarkan Semangat Kebangsaan di Tugu Ampera
News
Medan | Sumut24
Baca Juga:
Sekretaris Dinas Kesehatan Medan, Irma Suryani mengungkapkan, sejauh ini vaksin palsu sama sekali masih belum ada ditemukan di Kota Medan. Meskipun sejumlah upaya penelusuran sudah dilakukan, namun hasilnya masih nihil.
“Hingga hari ini, nggak ada vaksin palsu di Medan. Sidak yang sudah dilakukan oleh tim dari Dinas Kesehatan disejumlah fasilitas kesehatan dan rumah sakit, tidak ada ditemukan vaksin palsu itu,” katanya kepada wartawan, Selasa (19/7) di Medan.
Untuk itu, Irma mengatakan, agar masyarakat di Medan tidak perlu panik terkait isu vaksin palsu yang sedang berlangsung. Karena gejolak dari vaksin tersebut menurutnya, tidak begitu dirasakan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini.
“Masyarakat kita minta jangan panik. Soalnya gejolak vaksin palsu belum sampai di Medan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Irma menjelaskan, droping vaksin untuk dikota Medan sebetulnya terbilang aman. Karena, vaksin yang beredar di Medan resmi, berasal dari sumber yang jelas yakni Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Rumah sakit baik pemerintah maupun swasta serta puskesmas dan klinik drop vaksinnya berasal dari Dinas Kesehatan, yang didapat dari Kemenkes tersebut.
“Vaksin itu banyak pengambilannya dari Dinas Kesehatan. Kita mendapatkannya dari Kemenkes melalui Provinsi baru di drop ke puskesmas ataupun langsung mengambilnya ke Dinas,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan dokter Ramlan Sitompul mengungkapkan, pemerintah harus bertanggung jawab atas terjadinya masalah vaksin palsu ini. Karena vaksin bagi anak menyangkut masa depan bangsa.
“Bisa saja dicurigai memang ada yang mengatur secara terstruktur. Apalagi persoalan vaksin palsu ini bukan yang pertama kali terjadi, dan penanganan sebelumnya tidak tuntas,” ujarnya.
Ramlan mengaku, dokter tidak bisa membedakan mana vaksin yang asli maupun yang palsu. Karena dokter sifatnya hanya menggunakan saja.
“Kita tidak pernah diajari membedakan vaksin asli atau palsu. Jadi pemerintah lah yang harus mengawasi,” katanya.
Ramlan melanjutkan, bisnis vaksin ini memang sangat besar keuntungannya. Sebab, satu buah vaksin memiliki harga yang tergolong mahal.
“Satu vaksin itu bisa berharga 200 ribu hingga 500 ribu. Ini sangat mahal, sehingga menjadi orientasi yang menguntungkan untuk memalsukannya. Selain itu perang saat ini trendnya tidak lagi dengan kekerasan, tetapi melalui obat-obatan seperti vaksin palsu ini,” pungkasnya.(W04).
Malam Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila 2026, MPW PP Sumut Kembali Kobarkan Semangat Kebangsaan di Tugu Ampera
News
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan kerja sama perdagangan antardaerah sebagai salah
Ekbis
Minggu Tak Jadi Alasan, Bupati Palas Turun ke Desa Panarian dan Cek Jalan Menuju Hapung
News
Tak Perlu 1012 Jam ke Kualanamu, Wabup Atika Ajak Travel Umrah Manfaatkan Bandara JHN
News
Mantan Wali Kota Sibolga Jadi Tersangka Korupsi Pasar Ikan Modern Rp22,5 Miliar
News
Medan sumut24.co Sebagai wujud kepedulian TNI AD terhadap kesulitan rakyat kembali ditunjukan oleh Koramil 020109/MB Kodim 0201/Medan dal
kota
Taput sumut24.co Kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat kembali diwujudkan Kodim 0210/TU melalui kegiatan pembagian air bersih kepa
News
Jakarta Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Leriadi, M.Sos., mengajak seluruh keluarga besar AMPI memperkua
Profil
Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku Oleh Tundra Meliala Pegiat Media ADA satu jenis berita yang nyaris tak pernah absen dari hala
Hukum
Kejatisu Harus Tangkap Akuang, Jangan Ada Kesan Permainan
News