Sabtu, 27 Juni 2026

Demi Ratusan Siswa Chong Wen Bersekolah //Kapoldasu dan Kapolresta Medan Rela Tidak Mengantar Anak Masuk Pertama Sekolah

Administrator - Selasa, 19 Juli 2016 09:51 WIB
Demi Ratusan Siswa Chong Wen Bersekolah //Kapoldasu dan Kapolresta Medan Rela Tidak Mengantar Anak Masuk Pertama Sekolah

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Sengketa tanah di Komplek MMTC, Jalan Wiliam Iskandar/Pancing, Desa Medan Estate, Percut Seituan, Deli Serdang menjadi lokasi Sekolah Cinta Budaya (Chong Wen) belum kunjung selesai.

Pasalnya, pemilik tanah yang juga mantan Pangdam I/BB Mayjen (Purn) TNI Burhanuddin Siagian menggembok pintu masuk ke tanah miliknya, Senin (18/7) pagi.

Akibatnya, ratusan orangtua siswa yang hendak mengantarkan anaknya ke sekolah tidak bisa masuk. Meski hujan mengguyur deras, mereka tetap menunggu di depan gerbang sekolah.

Disitu, para orang tua siswa terlihat hampir anarkis. Dengan berkumpul, mereka langsung mendekati sekolah bermaksud untuk merubuhkan gerbang sekolah. Melihat itu, petugas kepolisian yang sedang berjaga langsung membuat pagar betis di depan gerbang sekolah, menghalangi aksi anarkis orang tua siswa.

Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto berada dilokasi, turut mendinginkan suasana dengan meredam kemarahan para wali murid.

Selain Kapolresta Medan, Kapoldasu Irjen Pol Raden Budi Winarso yang berada dilokasi juga meminta kepada pihak yayasan sekolah Cinta Budi diwakili Pau Kok, agar segera menyelesaikan masalah tanah dengan melakukan diskusi dengan, Burhanuddin Siagian.

“Pihak yayasan harus segera menyelesaikannya. Karena tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Kalau ada masalah, selesaikan secara baik-baik. Panggil semua pihak yang terlibat, ayo kita bicarakan,” kata Kapoldasu.

Sementara itu, Baharuddin Siagian menjelaskan, dirinya tidak ada maksud untuk menghambat dan mengganggu juga menghalangi murid untuk bersekolah,” ujar Burhanuddin yang mengaku pernah menjadi pendidik di TNI selama 15 tahun.

Burhanuddin menjelaskan, dengan menggembok pagar gerbang sekolah, hanya untuk melindungi tanahnya dan bukan bermaksud mengintimidasi pendidikan.

“Selama ini, pihak yayasan tidak ada itikad baiknya. Sebaliknya saya mendapat fitnah. Saya hanya memperkuangkan hak saya, tidal lebih,” pungkasnya.

Sementara, disaat ratusan siswa Cinta Budaya (Chong Weng) diantar para orang tuanya kesekolah, akan tetapi, Kapoldasu Irjen Pol Raden Budi Winarso bersama Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto serta personil polisi lainnya, rela tidak menghantarkan anaknya bersekolah, demi para murid agar dapat bersekolah menuntut ilmu.(W02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Madina Saipullah Nasution Sambangi Masjid Raya Al Qurro' wal Huffazh, Ajak Warga Perkuat Benteng Generasi dari Ancaman Narkoba
Tak Anti Kritik! Bupati Saipullah dan Wabup Atika Undang Mahasiswa Bahas IPR, Harga Gabah hingga Masa Depan Madina
Kabar Baik! Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Kantongi Dukungan Gubsu Bobby Nasution, Huntap dan Infrastruktur Masuk Prioritas
Dorong Prestasi dan Kesejahteraan Anak, Sekda Padangsidimpuan Salurkan Bantuan dari Kemensos
Sekda Padangsidimpuan dan Pemprov Sumut Turun Tangan, Pembangunan Huntap Palopat Pijor Koling Dikebut
Klarifikasi Terkait Tuduhan Penyalahgunaan Dana Arisan, Pengelola Bantah Tudingan Peserta
komentar
beritaTerbaru