Kemnaker Uji 2.100 Calon Ahli K3 Umum Batch 2 untuk Perkuat Budaya Keselamatan Kerja
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2 yang diikuti 2.100 pese
News
MEDAN|SUMUT24 Paska terbakarnya Pasar Aksara, Selasa (12/07) kemarin pedagang Pasar Aksara mendatangai Komisi C DPRD kota Medan, Kamis (14/7) mengadukan nasib yang mereka alami pasca kebakaran. Kedatangan mereka diterima langsung Dua anggota Komisi C Boydo HK Panjaitan dan Zulkifli Lubis menyambut kedatangan mereka.
Baca Juga:
Dalam pertemuan mendadak tersebut, salah seorang pedagang, Kim Yam, mengaku kesal kepada oknum yang tidak bertanggungjawab melakukan pungutan liar (pungli) uang Rp4 juta untuk memindahkan brankas uang yang masih terletak di kios baju dan aksesoris miliknya yang ikut terbakar. Dimana pasca kebakaran, lokasi dipasang police line oleh polisi, dan tidak boleh ada seorangpun yang masuk.
“Kita sudah tertimpa musibah, jangan lagi dipersulit. Itu saja permintaan kita,” ungkapnya usai pertemuan, Kamis (14/7).
Pedagang lainnya, H. Lubis, juga mengatakan hal serupa. Dirinya diminta sejumlah uang oleh pemuda setempat yang diduga bekerjasama dengan oknum yang berkepentingan di lokasi kebakaran.
“Kayaknya pemuda setempat bekerjasama dengan orang-orang yang punya kepentingan di lokasi kebakaran,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Medan, Zulkifli Lubis, mengaku kecewa atas temuan ini. Sebab pedagang Pasar Aksara saat ini sedang tertimpa musibah. Tidak seharusnya mereka dikenakan kutipan lagi untuk mengangkut barang yang tidak ikut terbakar.
“Pak Mardiaz harus turun tangan menyelidiki temuan ini. Saya yakin Kapolresta Medan bisa menemukan siapa pelaku yang tega mengutip uang angkut barang itu kepada pedagang yang tertimpa musibah,” ucapnya dengan nada kesal.
Sementara Roalina Sinaga secara terbata-bata menyatakan, “Kami memohon kepada bapak anggota dewan yang menjembatani kami ke pemerintah. Supaya tidak ada lagi bangunan plaza di Pasar Aksara,”kata pedagang yang memiliki kios di lantai I nomor 77 di Kantor Komisi C DPRD Medan, Kamis (14/7).
Pedagang yang telah berjualan sejak tahun 1965 ini mengatakan Pasar Aksara cukup sampai lantai dua saja. Menurutnya, kebakaran yang terjadi akibat ulah lantai tiga.
“Itu semua karena kelakuan lantai atas itu. Yang celana-celana pendek. Diskotik yang di atas itu. Jadi kami mohon kembalikan seperti dulu. Cukup pasar tradisional,”katanya. Pemimpin rapat anggota Komisi C fraksi PDIP, Boydo Panjaitan, mengatakan mendesak pemerintah Kota Medan untuk mengembalikan Pasar Aksara seperti semula.(R02)
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2 yang diikuti 2.100 pese
News
Wabup Madina Atika Azmi Sidak Lokasi Bencana, Rehabilitasi 17 Hektare Lahan Dikebut Tuntas Mei Ini
kota
Akhirnya Terwujud! Gerak Cepat Bupati Saipullah Nasution, Lion Air Bakal Buka Rute Penerbangan ke Mandailing Natal
kota
Sentuhan Kehangatan Kapolres Samosir di SDN 22 Sigaol Marbun
kota
Polda Sumut Sita 9 Aset Mantan Pejabat BNI Aek Nabara
kota
Mencari Calon Ketua Umum PBNU yang Bersih dan Berakhlak
kota
sumut24.co MedanHarapan baru kini menyelimuti keluarga Salwa Malika Putri, bayi mungil yang sebelumnya berjuang dengan kondisi Palatoschis
kota
sumut24.co MedanPengurusan KTP Beres di Kecamatan, Gebrakan Rico Waas Dekatkan Pelayanan Adminduk ke Warga Medan LabuhanWarga Medan Labu
kota
sumut24.co MedanKomitmen Pemko Medan dalam memperkuat ketahanan keluarga terus ditunjukkan melalui berbagai program strategis. Salah satun
kota
sumut24.co MedanPersatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) Kota Medan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Medan melalui kunjungan silatur
kota