Wabup Madina Atika Azmi Sidak Lokasi Bencana, Rehabilitasi 17 Hektare Lahan Dikebut Tuntas Mei Ini
Wabup Madina Atika Azmi Sidak Lokasi Bencana, Rehabilitasi 17 Hektare Lahan Dikebut Tuntas Mei Ini
kota
Medan | Sumut24
Baca Juga:
Minimnya sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana pendidikan, juga sebaran perguruan tinggi juga program studi yang tidak merata, membuat aksestabilitas pendidikan di Sumatera Utara (Sumut) lemah.
Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut, Prof Dian Armanto menuturkan perguruan tinggi dan program studi masih terpusat di kota. Selain itu, kualifikasi tenaga pendidikan dan kependidikan yg masih banyaknya berpendidikan S1. Sarana dan sistem informasi, penelitian dan pengabdian masyarakat juga masih sedikit dan bersifat lokal. Ini, lanjutnya, dapat dilihat dari jumlah dana yang didapat dari publikasi ilmiah.
“Padahal untuk bisa berstandar unggul (akreditasi A) kualifikasi kepangkatan akademik tenaga pendidikan dan pendidikan minimal S3 sebanyak 40%  untuk dosen, dan S2 bagi tenaga pendidik dan kependidikan,†ujarnya dalam Rapat Kerja Komunitas Lembaga Riset Publik (Larispa) Indonesia, Sabtu (2/7).
Hanya 6 perguruan tinggi di Sumut yang mendapatkan akreditasi B. Yakni Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan, Universitas Medan Area, Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan Deli Husada, dan Akademi Refraksi Optisi Binalita Sudama Medan.
Terkait masih banyaknya perguruan tinggi yang masih terpusat di kota, Prof Dian pun mengharapkan agar investor mu membuka lembaga pendidikan di daerah-daerah yang tidka memiliki lembaga pendidikan lanjut seperti Batubara, Humbahas, Dairi dan Tapanuli Selatan. Karena menurut Prof Dian, sangat banyak permintaan masyarakat agar didirikan lembga pendidikan tingkat atas di daerah-daerah tersebut.
“Bulan sepuluh ini saya tunggu bagi yang mau, akan diprioritaskan dan direkomendasikan. Syarat utama, punya dosen 6 orang,†tuturnya.
Ketua Panitia Raapat Kerja Larispa, M Fitri Rahmadana menjelaskan Larispa adalah satu-satunya lembaga mandiri yang telah membantu 283 prodi di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu, melalui kegiatan tahunan ini, dilakukan pelatihan  sebagai bentuk up dating (pembaharuan) keahlian anggota komunitas dalam melakukan adaptasi terhadap perkembangan peraturan dan standar nasional pendidikan. Sehingga anggota Larispa bisa menjadi pendamping Perguruan Tinggi Swasta (PTS), agar dapat meraih akreditasi, minimal B.
Sesuai dengan Keputusan Menteri Riset Dikti No 32 Tahun 2016 bulan Juni 2016 telah berubah kualifikasi dan bertambanya penilaian standar pendidikan dari 7 menjadi 9 standar.
“Kegiatan ini juga sebagai bentuk jaminan kualitas jasa yang diberikan Larispa,†tuturnya.
Komunitas, jelas dia, juga mengundang dosen- dosen mitra kerja untuk bergabung menjadi anggota komunitas agar makin banyak institusi pendidikan yang dapat mengakses jasa konsultasi Larispa menuju pendidikan tinggi berkualitas, berstandar nasional unggul.(W04)
Wabup Madina Atika Azmi Sidak Lokasi Bencana, Rehabilitasi 17 Hektare Lahan Dikebut Tuntas Mei Ini
kota
Akhirnya Terwujud! Gerak Cepat Bupati Saipullah Nasution, Lion Air Bakal Buka Rute Penerbangan ke Mandailing Natal
kota
Sentuhan Kehangatan Kapolres Samosir di SDN 22 Sigaol Marbun
kota
Polda Sumut Sita 9 Aset Mantan Pejabat BNI Aek Nabara
kota
Mencari Calon Ketua Umum PBNU yang Bersih dan Berakhlak
kota
sumut24.co MedanHarapan baru kini menyelimuti keluarga Salwa Malika Putri, bayi mungil yang sebelumnya berjuang dengan kondisi Palatoschis
kota
sumut24.co MedanPengurusan KTP Beres di Kecamatan, Gebrakan Rico Waas Dekatkan Pelayanan Adminduk ke Warga Medan LabuhanWarga Medan Labu
kota
sumut24.co MedanKomitmen Pemko Medan dalam memperkuat ketahanan keluarga terus ditunjukkan melalui berbagai program strategis. Salah satun
kota
sumut24.co MedanPersatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) Kota Medan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Medan melalui kunjungan silatur
kota
sumut24.co MedanPemerintah Kota Medan terus memacu transformasi sektor pariwisata untuk menjadikan ibukota Provinsi Sumatera Utara bukan l
kota