Senin, 24 Agustus 2026

Kasus Gas Beracun di Madina, Poldasu Kerahkan Tim Khusus dari Labfor dan Brimob Ahli Radiasi

Administrator - Selasa, 26 Januari 2021 11:08 WIB
Kasus Gas Beracun di Madina, Poldasu Kerahkan Tim Khusus dari Labfor dan Brimob Ahli Radiasi

MEDAN | SUMUT24.co

Baca Juga:

Polda Sumut menurun tim khusus ke lokasi pipa gas bocor bocor Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Marapi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara yang menewaskan 5 orang dan 23 orang dirawat di rumah sakit. Tim ini akan menyelidiki penyebab kebocoran gas itu.

Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan Polda Sumut menurunkan tim khusus terdiri dari Labfor sebanyak tiga orang, Inafis berjumlah 4 orang, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut dan Brimob Polda Sumut.

“Brimob personil yang ahli radiasi sebanyak 11 orang dan Unit Jantanras Krimum Polda Sumut 16 orang,” ungkap MP Nainggolan kepada wartawan di Medan, Selasa siang, 26 Januari 2021.

Untuk mempermudah proses olah TKP kejadian gas bocor milik PT Sorik Marapi Geothermal Plant (SMGP) di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal. MP Nainggolan mengatakan lokasi pembangunan PLTP ditutup sementara.

“Penyeledikan disana (TKP), penyebabnya apa?. Biar dulu tim bekerja. Proyek sudah dihentikan sementara dan di police line. Karena masih melakukan penyidikan polri,” jelas mantan Kapolres Nias Selatan itu.

Sedangkan, korban akibat gas berancun masih tetap. Seluruh korban yang selamat masih menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas terdekat. Untuk korban yang tewas sudah dilakukan outopsi dan diserahkan pihak keluarga untuk dimakamkan.

‎”Daftar korban masih tetap yakni, 5 orang meninggal dunia, 23 orang pingsan dan 1 orang diantaranya oknum polisi.

MP Nainggolan menjelaskan, gas bocor milik PT SMGP , Senin kemarin, 25 Januari 2021. ‎Lokasi kejadian tersebut, sedang berlangsung pembangunan ‎power plant pembangkit listrik tenaga panas bumi. Pengerjaan proyek pembangkit listik sudah mencapai 80 persen.

“Pengerjaan pembangunan power plant pembangkit listrik tenaga panas bumi sudah berjalan selama 80 persen. Lalu, pekerja PT SMGP bernama Deden Dermawan membuka kran master palep untuk mengalirkan panas bumi atau fluida ke pipa sbend dan membuka kran isolasi palep panas bumi atau fluida mengalir ke silencer tersebut,” sebut MP Nainggolan.

Kemudian, MP Nainggolan mengatakan ‎saat pipa kran isolasi panas bumi itu dibuka oleh pekerja, malah mengeluarkan gas berancun. Selanjutnya, warga yang mengetahui itu mendatangi dan memberitahukan agar menutup kran isolasi. Karena telah mengeluarkan gas beracun dari sumur T02 milik PT SMGP tersebut.

“Ternyata, akibat peristiwa gas berancun itu menyebabkan warga yang mencoba menutup sumur yang mengeluarkan gas berancun itu pingsan. Sementara lima warga meninggal dunia,” sebut MP Nainggolan.(anto)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Farid Wajdi Soroti Polemik Universal Gloves: Temuan Ombudsman Jangan Berhenti di Kertas
FITRA Sumut Ingatkan Bobby Nasution, Bangun Rumah Korban Bencana tak Otomatis Bisa Gunakan BTT
BMKG Catat  Sumut Dilanda Gempa 12 Kali Selama Tiga Hari
Satgas Karya Bakti TNI Terus Melanjutkan Pembangunan Jembatan Beton di Mehaga
Residivis Narkoba Diciduk Tim Opsnal Polsek Medan Kota
Dua Sarang Narkoba Mangkubumi Digerebek 2 Pengedar, 7 Pemakai Diciduk
komentar
beritaTerbaru