Rabu, 13 Mei 2026

KPPU Medan Menilai Ketidakberesan Pemerintah Dalam Manajemen Stok Pangan

Administrator - Kamis, 23 Juni 2016 08:33 WIB
KPPU Medan Menilai Ketidakberesan Pemerintah Dalam Manajemen Stok Pangan

Medan | Sumut24 Naiknya harga sejumlah komoditas pangan seperti daging, gula dan lainnya, disinyalir dampak dari ketidakberesan pemerintah dalam manajemen stok pangan tersebut. “Kenaikan harga ini terus terjadi setiap tahunnya menjelang puasa dan lebaran,” hal ini diutarakan Kepala Perwakilan Daerah (KPD) KPPU Medan, Abdul Hakim Pasaribu.

Baca Juga:

“Dari tahun ke tahun memang selalu mengalami persoalan kenaikan harga. Dimana, permintaan terus naik sehingga berdampak kepada harga. Kita pun terus memantau setiap harinya harga-harga, bagaimana perkembangannya. Namun, naiknya harga ini dinilai akibat manajemen stok yang perlu diperbaiki,” kata Abdul, Rabu (22/6).

“Manajemen stok dimaksudnya, yaitu kita punya barang tetapi pada saat dilihat di lapangan ternyata kesulitan untuk menunjukkan barang itu ada atau tidak. Jadi, yang perlu diperhatikan disini adalah tingkat keandalan data yang diberikan kepada pemerintah supaya dalam mengambil kebijakan lebih tepat,” ungkapnya.

Ditambahkannya, buktinya pemerintah mengimpor daging sapi dari Australia. Ini berarti menunjukkan bahwa sebenarnya pemerintah juga kurang tepat melakukan pemotongan kuota sapi tersebut.

Disinggung terkait permintaan pemerintah untuk menurunkan harga daging sapi per kg yang dinilai bakal berdampak terhadap pedagang daging dan nantinya mematikan usaha mereka.

Abdul menilai itu tidak mematikan usaha pedagang. Menurut kajian pihaknya, saat ini pemerintah sedang berusaha mengantisipasi kenaikan harga daging sapi tersebut dalam jangka pendek.

“Selain itu, peternak sapi dengan komoditas lainnya berbeda. Sebab, komoditas lainnya menjadikannya sebagai mata pencaharian utama. Sedangkan peternak sapi sebagian besar masyarakat belum menjadikan mata pencaharian utama atau musiman. Para peternak menjadikannya sebagai alat investasi suatu ketika mereka membutuhkan biaya dalam jumlah besar. Misalnya, seperti memanfaatkan momen hari raya kurban dan lebaran,” ujarnya.

Lebih jauh Abdul menyebutkan, terkait harga gula, pemerintah harus berhati-hati. Karena, gula selalu impor dan ada resistensi dari petaninya. Namun, dari pemantauan pihaknya gula ini bisa dibilang tersebar penguasaan pasokannya. Akan tetapi, penetapan harga dasar gula itu yang mungkin bisa memicu kenaikan harga gula dipasaran.

Satu lagi, memang betul pada musim puasa konsumsi gula meningkat. Sebab, masyarakat sebagian besar membuat kue dan makanan yang manis-manis. Sehingga mau tidak mau permintaan meningkat sementara stok kurang. Artinya, dorongan itu sangat kuat.(W04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kemnaker Uji 2.100 Calon Ahli K3 Umum Batch 2 untuk Perkuat Budaya Keselamatan Kerja
Wabup Madina Atika Azmi Sidak Lokasi Bencana, Rehabilitasi 17 Hektare Lahan Dikebut Tuntas Mei Ini
Akhirnya Terwujud! Gerak Cepat Bupati Saipullah Nasution, Lion Air Bakal Buka Rute Penerbangan ke Mandailing Natal
Sentuhan Kehangatan Kapolres Samosir di SDN 22 Sigaol Marbun
Polda Sumut Sita 9 Aset Mantan Pejabat BNI Aek Nabara
Mencari Calon Ketua Umum PBNU yang Bersih dan Berakhlak
komentar
beritaTerbaru