Senin, 24 Agustus 2026

Diduga Ada Pungli, Pengunjung Wisata Air Terjun Lae Pandaro Asal Medan Dipukul dan Diancam Mati

Administrator - Sabtu, 09 Januari 2021 12:33 WIB
Diduga Ada Pungli, Pengunjung Wisata Air Terjun Lae Pandaro Asal Medan Dipukul dan Diancam Mati

MEDAN | SUMUT24.co

Baca Juga:

Lokasi wisata yang seharusnya menjadi sarana bersantai dan berekreasi juga persinggahan sementara saat dalam perjalanan bersama keluarga ataupun teman untuk merasakan dan menikmati indahnya panorama alam, tapi tidak pula dirasakan oleh pengunjung asal kota Medan, Irwan Sitanggang dan 4 (empat) orang lainnya ketika berada di lokasi wisata Air Terjun Lae Pandaro, Kec Sitinjo, Kab Dairi.

Ceritanya, menurut Irwan Sitanggang, pada hari, Jumat (8/1/2021) siang pukul 15.00 Wib dengan mengendarai Mobil dari Sidikalang menuju Medan berhenti sejenak atas permintaan 3 orang rekanya untuk berfoto di Air Terjun Lae Pandoro, Kec Sitinjo, Kab Dairi, Sumatera Utara.

Usai berfoto dan beberapa menit berada dilokasi, ke 3 (tiga) rekanya masuk kedalam mobil dan hendak melanjutkan perjalanan kembali menuju kota Medan.

“Ketika tiga teman saya masuk kedalam mobil yang hendak melanjutkan perjalanan ke kota Medan, tiba-tiba ada seorang mamak berusia sekitar 40 tahunan datang menghampiri dan meminta uang kepada saya dengan alasan uang fhoto dan uang kamar mandi dengan memaksa,” ujar Irwan Sitanggang.

Lalu lanjut Irwan Sitangang, oleh dirinya mempertanyakan kepada wanita tersebut yang menurut nya adalah penduduk setempat tentang retribusinya yang diminta kepada dirinya, namun wanita tersebut dengan nada keras

“Waktu saya pertanyakan retribusi yang dimintanya, wanita itu dengan nada keras membentak saya dengan mengatakan “Tidk ada. Wilayah ini milik saya”, sembari menghina saya walau sudah saya berikan Rp7000 dan saya tambahkan lagi Rp2000,” ucap Irwan.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan sambung Irwan, dirinya meminta supir untuk melanjutkan perjalanan kembali menuju Medan. Namun wanita itu memukul bibir Irwan dengan cara menampar.

“Gak terima wanita itu menampar bibir saya, lalu saya turun dari mobil hendak mempertanyakan alasannya menampar saya. Tiba-tiba wanita itu mengambil dua buah batu padas hendak melempar ke saya dan berkata dengan nada ancaman “Kumatikan kau” dan seketika itu saya bilang sama teman yang didalam mobil berada tepat di belakang saya agar aksinya di videokan,” ungkap Irwan menerangkan.

Kemudian, untuk menjaga sesuatu hal yang dapat membahayakan dan mengancam dirinya dan juga rekan-rekanya, Irwan Sitanggang seketika itu menghubungi Kasat Reskrim Polres Dairi via seluler agar datang ke TKP untuk mengamaankan pelaku.

Setelah saya hubungi Kasat Reskrim tambah Irwan, Kasat Reskrim meminta saya agar membuat pengaduan. Setelah saya dan teman saya sampai di Polres Dairi pada, Jumat (8/1/2021) sore kurang lebih pukul 17.00 Wib, sesuai suart Laporan Polisi No : STPL / 04 / 1 / 2021 / SU / DR / SPKT teetanggal 8 Januari 2021 sekira pukul 22.00 Wib hingga, Sabtu pagi dini hari sekira pukul 04.00 Wib, saya dan rekan saya selesi diperiksa untuk diminti keterangan. Namun hingga kami pulang dari Polres Dairi pelaku (terlapor) belum di amankan hingga sampai saat ini.

“Dikarenakan kasus ini, seharusnya, Jumat (8/1/2021) malam kemarin saya dan rekan saya seharusnya sudah berada di medan. Saya meminta dan memohon perhatian kepada Bapak Kapolres Dairi agar laporan kasus yang saya alami untuk segera ditindak lanjuti sesuai dengan proses hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini,” harap Irwan Sitanggang.(W02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kapolda Sumut Cek Kesiapsiagaan Personel, Kendaraan dan Peralatan Penanganan Karhutla
Aksi Berbagi LPM Sei Agul Bagikan 50 Tas dan Perlengkapan Sekolah, Didorong Jadi Role Model se-Kecamatan Medan Barat
Peringati HUT ke-28, Borkat dan Pengurus DPD PAN Padang Sidimpuan Santuni dan Bantu Rakyat
Farid Wajdi Soroti Polemik Universal Gloves: Temuan Ombudsman Jangan Berhenti di Kertas
FITRA Sumut Ingatkan Bobby Nasution, Bangun Rumah Korban Bencana tak Otomatis Bisa Gunakan BTT
BMKG Catat  Sumut Dilanda Gempa 12 Kali Selama Tiga Hari
komentar
beritaTerbaru