Ambal Warso ke-31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Sibolangit I Sumut24 Seluruh instrumen kebijkan Bank Indonesia diarahkan untuk mendukung pemulihan Ekonomi Nasional, yang berkordinasi dengan Pemerintah dan KSSK. Dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan
Baca Juga:
“Bank Indonesia sudah melakukan penurunan suku bunga 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR)Â sebanyak 4 kali dalam tahun 2020 sebesar 100 bps menjadi 4,00 persen,” uhar Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat, dihadapan peserta Pelatihan Wartawan dan Bisnis, di The Hill Hotel, Sibolangit, Rabu (4/11/2020).
Lebih lanjut dikatakan Wiwiek, mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, ditengah inflasi yang menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuditas.
“Termasuk dukungan BI kepada Pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN tahun 2020. Guna mendorong pemulihan Ekonomi dari dampak pendemi covid-19,” jelasnya.
Disamping keputusan tersebut, BI juga sudah menempuh beberapa langkah-langkah sebagai berikut. Diantaranya, Melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah, agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar dan Memperkuat strategi opersai moneter guna memperkuat stance kebijakan moneter akomodatif.
Bauran kebijkan juga dilakaukan oleh BI, dengan memperkuat mandat BI guna mencapai stabilisai nilai tukar rupiah (inflasi dan nilai tukar rupiah) dan turut menjaga stabilitas keuangan (SSK).Â
“Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Memperjelas tugas BI, kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, dan sistem pembayaran,” ujar orang nomor satu di kantor BI Sumut ini.
Semua itu dilakukan BI, agar kegiatan ekonomi terus bisa berjalan. Kebutuhan pembiayaan untuk pemerintah, BI tidak melakukan penambahan mencetak uang, sebab dipastikan akan menambah beban negara.
“Oleh sebab itu BI dan Pemerintah baru-baru ini melakukan Burden Sharing APBN,” paparnya
Selain itu, sebut Wiwiek, BI sudah melanjutkan komitmen untuk pendanaan APBN tahun 2020, melalui pembelian SBN dari pasar perdana dalam rangka pelaksanaan UU No. 2 tahun 2020. Ini berdasarkan mekanisme pasar maupun secara langsung sebagai bagian upaya pemulihan ekonomi.
Dipenghung paparannya, Wiwiek berpesan, masyarakat harus mewaspadai maraknya peredaran uang palsu dimasa Pilkada Kota Medan saat ini.
“Dari bulan Januari hingga Agustus aja telah ditemukan sekitar 4.239 uang palsu. Dimana 3.561 diantaranya berdasarkan hasil klarifikasi perbankan, 623 berasal dari BAP dan 55 hasil temuan mesin sortasi,” harapnya. (R03)
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Usai Bertanding, Gubsu ke17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
kota
Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
News
Kinerja Kadis PUPR Tapsel Disorot Temuan BPK Rp1,345 Miliar, Proyek Bermasalah hingga Dipanggil KPK, Bupati Gus Irawan Diminta Segera Evalu
kota
Agus Syahdeman Diminta Kawal Pembangunan hingga Kantor Nagari Sungai Gando
kota
Pertandingan Persahabatan PTM Eksekutif Sumut dan Pasukan Pimpong Putrajaya Malaysia Pererat Silaturahmi
Sport
Gubsu Bobby Nasution Dorong Bank Sumut Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Sumatera Utara
kota
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
kota