Kapuskes TNI Pimpin Delegasi Kesehatan TNI Hadiri Bilateral Thainesia ke 10 tahun 2026 di Thailand
Thailand sumut24.co Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda Sp.PD., MARS., CfrA, didampingi Kaunit Kermab
News
Medan I SUMUT24.CO
Baca Juga:
Kampanye “Pedoman Gizi Seimbang, Mengendalikan Faktor Hipertensi” yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), telah menimbulkan gelombang kritik dari para praktisi sawit, baik akademisi, peneliti, petani, maupun pengusaha perkebunan kelapa sawit.
Sebab, berdasarkan gambar yang beredar di dunia maya, Kamis (17/10/2019), kampanye pihak Kemenkes dan Germas itu menyarankan agar masyarakat berhenti menggunakan minyak goreng berbahan sawit, karena dinilai tidak sehat dan meminta diganti ke minyak goreng nabati nonsawit seperti zaitun, jagung, bunga matahari, dan lainnya.
Salah satu pihak yang sangat mengkritik keras kampanye Kemenkes dan Germas tersebut adalah DPP Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE). “Bapak saya berusia 80 tahun, dari dulu mengkonsumsi minyak kelapa sawit. Sampai sekarang tetap sehat,” ujar Ketua Umum DPP Asosiasi SAMADE Tolen Ketaren kepada para wartawan melalui handphone, Kamis (17/10).
Kata dia, yang membuat seseorang terkena hipertensi bukanlah minyak sawit, melainkan makanan yang dikonsumsi terlalu berlebihan. “Yang terhormat Menteri Kesehatan Ibu Nina Moeloek, tolong Anda klarifikasi ke publik soal iklan ini. Sebab sangat menyesatkan,” ujar Tolen.
Pihaknya akan menyampaikan sikap keberatan SAMADE langsung ke Presiden Joko Widodo dan mendesak agar Menkes Nina Moeloek tidak lagi dipercaya sebagai Menteri Kesehatan di kabinet mendatang.
“Kami akan bersuara keras agar Kemenkes dan Germas mencabut iklan dan meminta maaf kepada para petani sawit di seluruh Indonesia,” ujar Tolen Ketaren.
Ia mengingatkan Menkes Nina Moeloek bahwa Presiden Jokowi dangan sejumlah menteri, termasuk Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menko Maritim Luhut Panjaitan yang mengakui sawit sebagai penopang ekonomi nasional, penyumbang devisa terbesar, mengalahkan sektor migas.
“Masak minyak sawit jadi penopang ekonomi tapi malah diobok-obok oleh Kementerian Kesehatan melalui iklan sesatnya ini,” tegas Tolen Ketaren. (R03)
Thailand sumut24.co Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda Sp.PD., MARS., CfrA, didampingi Kaunit Kermab
News
Nias Selatan sumut24.co Program Bakti TNI untuk Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto terus menghadirkan manfaat bagi masyaraka
News
Labuhanbatu sumut24.co Titik panas (hotspot) terdeteksi melalui aplikasi pemantauan berbasis satelit NASANOAA20 di Dusun Wonorejo 33, Des
News
Kasus Sopir Truk Kayu Berbuntut Panjang Gakkum Kehutanan Disemprot Anggota DPRD Sumu
kota
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota Menyambut hangat kehadiranRektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
kota
sumut24.co ASAHANl, Semangat baru bergulir di kancah politik Kabupaten Asahan. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PS
News
Ketika Sampah Mengapung di Surga Pahawang
News
Titian Muhibah PTM ESU&ndashMalaysia, Pingpong Jadi Jembatan Persahabatan Bangsa Serumpun
Sport
PETA KEKUATAN 8 KANDIDAT KETUM PBNU SIAPA AKAN MEMENANGKAN MUKTAMAR NU KE35?
News