Jumat, 01 Mei 2026

Ketua Umum SAMADE Desak Menkes Klarifikasi Kampanye Berhenti Konsumsi Migor Sawit

Administrator - Kamis, 17 Oktober 2019 10:43 WIB
Ketua Umum SAMADE Desak Menkes Klarifikasi Kampanye Berhenti Konsumsi Migor Sawit

Medan I SUMUT24.CO

Baca Juga:

Kampanye “Pedoman Gizi Seimbang, Mengendalikan Faktor Hipertensi” yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), telah menimbulkan gelombang kritik dari para praktisi sawit, baik akademisi, peneliti, petani, maupun pengusaha perkebunan kelapa sawit.

Sebab, berdasarkan gambar yang beredar di dunia maya, Kamis (17/10/2019), kampanye pihak Kemenkes dan Germas itu menyarankan agar masyarakat berhenti menggunakan minyak goreng berbahan sawit, karena dinilai tidak sehat dan meminta diganti ke minyak goreng nabati nonsawit seperti zaitun, jagung, bunga matahari, dan lainnya.

Salah satu pihak yang sangat mengkritik keras kampanye Kemenkes dan Germas tersebut adalah DPP Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE). “Bapak saya berusia 80 tahun, dari dulu mengkonsumsi minyak kelapa sawit. Sampai sekarang tetap sehat,” ujar Ketua Umum DPP Asosiasi SAMADE Tolen Ketaren kepada para wartawan melalui handphone, Kamis (17/10).

Kata dia, yang membuat seseorang terkena hipertensi bukanlah minyak sawit, melainkan makanan yang dikonsumsi terlalu berlebihan. “Yang terhormat Menteri Kesehatan Ibu Nina Moeloek, tolong Anda klarifikasi ke publik soal iklan ini. Sebab sangat menyesatkan,” ujar Tolen.

Pihaknya akan menyampaikan sikap keberatan SAMADE langsung ke Presiden Joko Widodo dan mendesak agar Menkes Nina Moeloek tidak lagi dipercaya sebagai Menteri Kesehatan di kabinet mendatang.

“Kami akan bersuara keras agar Kemenkes dan Germas mencabut iklan dan meminta maaf kepada para petani sawit di seluruh Indonesia,” ujar Tolen Ketaren.

Ia mengingatkan Menkes Nina Moeloek bahwa Presiden Jokowi dangan sejumlah menteri, termasuk Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menko Maritim Luhut Panjaitan yang mengakui sawit sebagai penopang ekonomi nasional, penyumbang devisa terbesar, mengalahkan sektor migas.

“Masak minyak sawit jadi penopang ekonomi tapi malah diobok-obok oleh Kementerian Kesehatan melalui iklan sesatnya ini,” tegas Tolen Ketaren. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polrestabes Medan Gerebek Dua Kamar Apartemen Jadi Gudang Penyimpanan Vape Narkoba
Ketua Umum PP TPI Prof Dr Ismed Daniel Nasution : Keikhlasan dan Pendidikan Jadi Kunci Membangun Generasi
H. Ikrom Helmi Nasution Serahkan Lagu “Mars Medan untuk Semua” Kepada Walikota Medan pada Acara Tasyakuran TPI
Kembangkan Kasus, Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Tangkap 2 Pengedar dan 5 Pengguna Shabu
Terduga Pelaku Begal dan Pencurian Tangkapan Pomal Dirawat di Rumah Sakit Komang Makes TNI AL Belawan
UNPAB Resmi Buka Program Studi Teknik Industri, Terima SK Izin dari Kemendiktisaintek
komentar
beritaTerbaru