Jumat, 01 Mei 2026

Wiwiek: Dongkrak kembali Pertumbuhan Ekonomi Sumut

Administrator - Kamis, 26 September 2019 12:02 WIB
Wiwiek: Dongkrak kembali Pertumbuhan Ekonomi Sumut

Tanah Karo I SUMUT24 Semua elemen masyarakat sejatinya harus ikut berperan akif untuk mendongkak kembali perekonomian Sumatera Utara yang terus terpuruk ditahun 2019 . Pertumbuhan ekonomi Sumut sekarang ini hanya berkisar 6,5% menurun dari yang awalnya bisa tembus 10%. Meski pertumbuhan ekonomi dunia juga ikut mengalami penurunan, yang dahulu bisa mencapai 4% sekarang hanya bisa tumbuh sekitar 2%. Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumut Wiwiek Sisto Widayat didampingi Asisten Direktur BI Ahmad Darimi dan Deputi Direktur BI Demina R Sitepu pada acara Pelatihan Wartawan Kota Medan di Simalem Resort, Kamis (26/9/2019).

Baca Juga:

Wiwiek mengatakan, dinegara eropa sendiri seperti Itali, Amerika, kondisi ekonomi mereka juga mengalami penurunan dan sudah mulai goyang, hal ini juga dampak dari perang dagang dengan negara berkembang China.

Bila dikaitkan ke Indonesiaujar jelas Wiwiek, China sendiri merupakan pasar terbesar ekspor maupun impor indonesia berupa batu bara, karet, teh dan kopi tidak lebih baik pertumbuhan ekonominya.

Dampak perang dagang yang dilakukan china terhadap negara eropa sangat berimbas dengan pertumbuhan ekonomi dunia.Sehingga Indonesia juga merasakan imbasnya diantaranya para para infestor asing belum melirik indonesia, sehingga hal ini sempat dipertanyakan oleh presiden.

Dikatakannya, ada beberapa faktor yang membuat para infestor asing masuk ke indonesia, diantaranya tentang ketidak pastian masalah hukum dan masalah ketenaga kerjaan yang sering melakukan unjuk rasa. “Beberapa permasalahan inilah yang membuat lemah dan lambatnya pertumbuhan ekonomi di indonesi terutama buat Sumatera Utara sendiri,” jelas Kepala BI wilayah Sumut ini

Pemerintah Indonesia sendiri sudah berusaha menaraik minat para infestor dari luar negeri untuk menanamkam modal dibidang properti, misalnya dengan memberikan LTV. LTV ini merupakan suatu kebijakan untuk kredit properti dan FTV dalam pembangunan properti akan diberikan insentuf keringanan LTV/FTV sebesar 5% dari ketentuan saat ini.

“Semoga dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan dilaksanakan oleh Bank Indonesia bisa berdampak bagi pertumbuhan perekonomian di seluruh wilayah infonesia terutama buat Sumatera Utara sendiri”, harap Wiwiek (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polrestabes Medan Gerebek Dua Kamar Apartemen Jadi Gudang Penyimpanan Vape Narkoba
Ketua Umum PP TPI Prof Dr Ismed Daniel Nasution : Keikhlasan dan Pendidikan Jadi Kunci Membangun Generasi
H. Ikrom Helmi Nasution Serahkan Lagu “Mars Medan untuk Semua” Kepada Walikota Medan pada Acara Tasyakuran TPI
Kembangkan Kasus, Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Tangkap 2 Pengedar dan 5 Pengguna Shabu
Terduga Pelaku Begal dan Pencurian Tangkapan Pomal Dirawat di Rumah Sakit Komang Makes TNI AL Belawan
UNPAB Resmi Buka Program Studi Teknik Industri, Terima SK Izin dari Kemendiktisaintek
komentar
beritaTerbaru