Jumat, 01 Mei 2026

Mendekati Rp1.000/Kg, Petani Kelapa Sawit Tersenyum

Administrator - Minggu, 01 September 2019 14:27 WIB
Mendekati Rp1.000/Kg, Petani Kelapa Sawit Tersenyum

 

Baca Juga:

LANGKAT I SUMUT24

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kini merangkak membaik dipenghujung Agustus. Informasi dihimpun dibeberapa desa kecamatan Bahorok Minggu, 01/09 menyebutkan harga jual tandan berduri mengalami kenaikan/ perbaikan.

Agen pengumpul dilapangan telah membeli Rp 980/kg, mendekati angka Rp1.000,” ujar kata Alang (52) petani dari desa Timbang Jaya.

Menurutnya, sebelumnya sempat anjlok hingga Rp700/kg, dampaknya petani jadi lesu tak bergairah.

Jika harga murah tentunya petani merugi akibat tingginya nilai cost panen dan biaya lansir. Berdampak juga terhadap Perawatan tanaman, petani tidak mampu merawat tanaman yang cukup tinggi.

“Akibatnya produksi petani menurun drastis hingga satu semester jika sekali terlambat jadwal pemupukan,” imbuh Alang.

Tak jauh beda dengan penuturan Ali Munte (49) petani dari desa Lau Damak, meski belum stabil namun setidaknya sudah perubahan/pergerakan harga jual. “Tidak memahami penyebab naik-turunnya harga TBS tetapi setidaknya petani merasakan kepedulian dan peran pemerintah tentang nasib petani kelapa sawit,” kata Ali tersenyum.

Tidak Berpengaruh

Berbeda dengan penuturan Sumarji (54 thn) warga kelurahan Pekan Bahorok. Pria yang sehari -hari mengandalkan tenaga sebagai buruh panen mengaku harga naik-turun tidak mempengaruhi penghasilan.

Pasalnya, jasa panen dibayar/dinilai majikan berdasarkan bobot produksi. Namun demikian dirinya mengaku lebih senang bekerja dikala harga mahal dan stabil karena majikan terlihat cerita dan pekerja kerap mendapat jasa tambahan atau puding.

Sementara, Sedar Sembiring salah seorang agen/toke pembeli TBS saat ditemui mengatakan, harga beli dilapangan disesuaikan dengan harga jual di Pabrik Kelapa Sawit (PKS). “Perhitungan jasa angkut transportasi dan operational lapangan sehingga ditetapkan nilai beli terhadap petani,” urai Sembiring.

“Pihaknya juga mengaku lebih menyenangkan bertransaksi dengan petani dikala harga standar karena petani ceria dan sering tersenyum,” kata Sedar. (mit)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polrestabes Medan Gerebek Dua Kamar Apartemen Jadi Gudang Penyimpanan Vape Narkoba
Ketua Umum PP TPI Prof Dr Ismed Daniel Nasution : Keikhlasan dan Pendidikan Jadi Kunci Membangun Generasi
H. Ikrom Helmi Nasution Serahkan Lagu “Mars Medan untuk Semua” Kepada Walikota Medan pada Acara Tasyakuran TPI
Kembangkan Kasus, Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Tangkap 2 Pengedar dan 5 Pengguna Shabu
Terduga Pelaku Begal dan Pencurian Tangkapan Pomal Dirawat di Rumah Sakit Komang Makes TNI AL Belawan
UNPAB Resmi Buka Program Studi Teknik Industri, Terima SK Izin dari Kemendiktisaintek
komentar
beritaTerbaru