Sabtu, 04 April 2026

OJK Perkuat Ekonomi Nasional, Literasi Keuangan Syariah Melejit 31 Persen di Ramadan 2026

Administrator - Kamis, 02 April 2026 15:44 WIB
OJK Perkuat Ekonomi Nasional, Literasi Keuangan Syariah Melejit 31 Persen di Ramadan 2026
sumut24.co - Jakarta

Baca Juga:

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan lonjakan signifikan pada tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah nasional selama bulan Ramadan 1447 H. Melalui program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026, jumlah masyarakat yang teredukasi naik tajam hingga 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa stabilitas sektor keuangan syariah kini menjadi pilar strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif. Dengan populasi muslim mencapai 244,7 juta jiwa, Indonesia memiliki modal sosial yang luar biasa besar.


"Fondasi ekonomi syariah kita sudah sangat baik. Potensi demografis ini adalah peluang besar bagi kita untuk mendorong sektor jasa keuangan syariah agar berkontribusi langsung pada visi Asta Cita pemerintah," ujar Friderica dalam seremoni penutupan GERAK Syariah 2026 di Menara Radius Prawiro, Jakarta (2/4).


Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Dicky Kartikoyono, memaparkan data impresif selama periode kampanye tersebut. Tercatat sebanyak 8.350.391 orang terlibat dalam 1.283 kegiatan literasi di seluruh Indonesia.


Dari sisi kinerja keuangan, program ini berhasil mengawal penghimpunan dana sebesar Rp6,83 triliun dan penyaluran dana mencapai Rp6,86 triliun. Tak hanya urusan bisnis, sisi filantropi Islam pun menguat dengan penyaluran dana sosial sebesar Rp86,2 miliar kepada lebih dari 266 ribu penerima manfaat.


Luncurkan Buku ESA: Kelola Uang dengan Pendekatan Agama

Sebagai langkah konkret keberlanjutan, OJK bersama Kementerian Agama RI meluncurkan Buku Saku Edukasi Keuangan Berbasis Agama (ESA) 2026. Buku ini bertujuan memberikan panduan praktis pengelolaan keuangan yang diselaraskan dengan nilai-nilai religius.


Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang turut hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasinya meski tetap memberi catatan kritis.

Ia menyoroti perilaku ekonomi syariah masyarakat Indonesia yang saat ini berada di angka 7,6 persen.

"Kita masih punya ruang tumbuh yang besar dibandingkan Malaysia yang sudah mencapai 67 persen. Namun, kenaikan kurva tahun ini menunjukkan arah yang sangat positif. Ini adalah langkah maju menuju kesejahteraan umat," tutur Menag.


Senada dengan hal tersebut, Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, menyatakan bahwa keuangan syariah tidak boleh berjarak dengan sektor riil. Menurutnya, kolaborasi antara OJK dan MES akan difokuskan pada penguatan UMKM dan industri halal sebagai penggerak utama ekonomi akar rumput.

Melalui penutupan GERAK Syariah 2026 ini, OJK berkomitmen agar semangat literasi syariah tidak berhenti di bulan Ramadan saja, melainkan menjadi gerakan masif yang berkelanjutan sepanjang tahun demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri secara finansial. (Rel)


Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
OJK
beritaTerkait
Perkuat Transparansi, OJK dan SRO Tuntaskan 4 Agenda Reformasi Pasar Modal Indonesia
Resmi Dilantik, Dewan Komisioner OJK 2026-2032 Siap Perkuat Stabilitas Keuangan Nasional
OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid
DPR RI TETAPKAN LIMA CALON ANGGOTA DEWAN KOMISIONER OJK
OJK : Perbankan Nasional Tetap Tangguh di 2026, Soroti Rendahnya Inklusi Program Ekonomi Syariah
OJK Rilis Roadmap Bulion 2026-2031, Transformasi Emas Menjadi Pilar Ekonomi Nasional
komentar
beritaTerbaru