Dua Muda Mudi Kompak Edarkan Ekstasi Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Medan
Dua Muda Mudi Kompak Edarkan Ekstasi Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Medan
kota
Medan I Sumut24.co
Baca Juga:
Mengantisipasi harga beras yang mulai mengalami kenaikan, serta menggali potensi permasalahan persaingan tidak sehat dalam distribusi beras yang dapat berimbas pada terjadinya kenaikan harga, Kepala KPPU Kantor Wilayah I Medan Ridho Pamungkas temui Persatuan Pengusaha Penggilingan Beras dan Padi (Perpadi) Sumatera Utara (Sumut).
Kedatangan Ridho didampingi Kepala Bidang Kajian Advokasi Shobi Kurnia yang terlaksana di Kantor Sekretariat Perpadi Sumut, Kamis (10/8/2023), bertujuan untuk berdiskusi.
Ridho mengawali diskusi dengan membuka persoalan fenomena kenaikan harga beras yang dimulai sejak Agustus 2022 sampai dengan saat ini. Jika diperbandingkan Agustus 2022 dengan Juli 2023, untuk beras medium terdapat kenaikan sebesar 1.600-an rupiah per kg. Selain itu harga beras untuk Sumut juga selalu diatas HET, dimana untuk medium HET dipatok 11.500, sementara di pasar sudah diatas 12.500 per kg.
â€Data lain di tahun 2022 juga menyebutkan bahwa jumlah produksi padi dan beras di Sumut mengalami kenaikan di tahun 2022 dan realisasi penyaluran Cadangan Beras Pemerintah di Sumut juga mengalami lonjakan sejak Agustus 2022, namun harga tidak beranjak turun. Jangan-jangan ada spekulan yang bermain?†tanya Ridho.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Perpadi Sumut Ardhi Kusno menjelaskan bahwa komoditi beras cukup rentan terhadap isu.
“Misalnya beredar informasi India stop ekspor beras karena untuk mencukupi kebutuhan dalam negerinya, maka baru para spekulan sudah menaikkan harga. Atau sebaliknya beredar isu bahwa pemerintah akan mengimpor beras dari luar negeri, maka para pengepul akan menekan harga gabah di tingkat petani, padahal harga di tingkat konsumen tidak turun,†ujarnya.
Sementara Eryadi, selaku Sekretaris Perpadi menambahkan bahwa saat ini banyak penggilingan padi skala menengah dan kecil yang bangkrut karena kalah bersaing dengan penggilingan besar.
â€Penggilingan besar berani membeli Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga di atas harga pasar. Mereka berani karena memiliki Dryer dan mesin penggilingan yang efisien, sehingga masih untung ketika menjual beras. Namun harga pembelian gabah yang tinggi tidak dinikmati petani langsung karena ada pengepul yang dapat menekan harga ke petani,†ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Ridho Pamungkas membenarkan bahwa konsentrasi pasar penggilingan padi di Sumut semakin tinggi, dimana tercatat hanya ada 34 penggilingan padi besar yang beroperasi, sehingga berpotensi mempengaruhi harga.
“Untuk itu KPPU mengawasi perilaku pelaku usaha agar jangan sampai ada kesepekatan antara penggilingan padi besar dalam mengatur produksi dalam rangka menentukan harga gabah dan beras,†pungkas Ridho. (red-1)
Dua Muda Mudi Kompak Edarkan Ekstasi Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Medan
kota
sumut24.co DeliserdangAcara penahbisan Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Resort 42 Tanjung Anom yang berlokasi di Jalan H.M. Puna
Umum
sumut24.co MedanTerkait pemberitaan para pensiunan Perumda Tirtanadi yang berjumlah 17 orang hingga kini terus menyampaikan tuntutannya ke
kota
sumut24.co MedanSorak, tawa, dan semangat berkompetisi mewarnai Taman Cadika Medan selama dua hari ini. Memeriahkan HUT ke81 Kemerdekaan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial dalam membangun daerah.H
kota
Satu Perusahaan Menawar, Bukan Berarti Tender Harus Batal
kota
KSMI Gelar Liga Sepakbola Mini Santri dan Piala Asia, Tunjuk Tundra Meliala sebagai Waketum
News
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Usai Bertanding, Gubsu ke17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
kota
Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
News