GABSI Sumut Seleksi Atlet Menuju Kejuaraan Asean 2026
GABSI Sumut Seleksi Atlet Menuju Kejuaraan Asean 2026
kota
Kuala Namu I Sumut24.CO
Baca Juga:
Sektor pertanian masih menjadi faktor yang utama di struktur perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Selain sharenya yang besar, pertanian merupakan sektor yang ‘tahan banting’.
“Sejak Indonesia mengalami krisis pada 1997, sektor pertanian tumbuh positif dalam kondisi apa pun,†sebut Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Nizaruddin SST MSi, saat menyampaikan Telaah Pertanian & Profil Petani Sumut 2022 dalam workshop wartawan, Senin (17/10/2022).
Workshop dalam rangka peningkatan literasi statistik bagi insan pers dan ekspose data sosial ekonomi Sumut dibuka Kepala BPS Provinsi Sumut Nurul Hasanudin, SST, MSi diikuti 57 peserta, 33 diantaranya wartawan dari media cetak, elektronik, dan online.
Lebih lanjut Nizaruddin menyebutkan, ketangguhan sektor pertanian terbukti saat pandemi Covid-19 terjadi. BPS melihat sektor pertanian tidak terpengaruh dampak Covid-19.
“Sektor pertanian termasuk penopang perekonomian Sumut,†ujarnya.
Disebutkannya, sebanyak 34,27 persen penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian. Artinya, kata Nizaruddin, jika Sumatera Utara ingin membangun perekonomian provinsi ini, maka harus fokus di sektor pertanian.
Pada workshop tersebut, Nizaruddin memaparkan kondisi pertanian di Sumut. Diungkapkannya, kendati menjadi penopang perekonomian, namun banyak kendala dialami di sektor pertanian dan bagi petani itu sendiri, antara lain upah yang diterima cukup rendah dan di bawah UMR (Upah Minimum Regional).
Ia mencontohkan, UMK di Provinsi Sumut Rp2,5 juta sedangkan upah yang diterima pekerja di sektor pertanian Rp2,2 juta.
“Berdasarkan data pada Februari 2022, petani kita masih mendapatkan upah yang lebih kecil dari UMK Sumut,†ujarnya.
Selain upah rendah di bawah UMK, tantangan yang dihadapi petani meliputi usia, tingkat pendidikan, penguasaaan teknologi dan inovasi juga terhambat.
Menurutnya, untuk kondisi sekarang diperlukan digitalisasi petani dan harus ada pendampingan atau penyuluh pertanian. Sedangkan untuk kondisi jangka panjang diperlukan regenerasi petani. Hingga 2024 nanti, pemerintah menargetkan adanya regenerasi petani dengan menyasar 2,5 juta petani milenial. Target tersebut untuk menggali potensi petani muda agar tidak terjadi krisis pangan.
“Hal ini juga untuk meningkatkan pendapatan petani,†katanya.
Menurutnya, agar cenderung tidak miskin maka akses internet dan pendidikan petani harus ditingkatkan. Petani juga harus memiliki akses jaminan kesehatan, dan sumber air yang layak. (red-1)
GABSI Sumut Seleksi Atlet Menuju Kejuaraan Asean 2026
kota
Banjir Terjang Hapesong Baru Tapsel, Polisi, TNI dan BPBD Gotong Royong Bersihkan Rumah Warga
News
Begal dan Premanisme Jadi Incaran, Timsus Serigala Sakti Sisir Padang Lawas hingga Dini Hari
kota
Kembali Bergulir Pelantikan Eselon II/b, III/a, III/b, dan Eselon IV di Pemerintah Kabupaten Solok
News
Satresnarkoba Polrestabes Medan Ringkus 2 Pentolan Geng Motor8 Butir Ekstasi Disita
News
Kementerian UMKM Apresiasi Bank Sumut Dukung Pemulihan UMKM Pascabencana di Sumatera Utara
News
MEDAN Setelah digelar selama satu bulan lebih, akhirnya turnamen Badminton ke 2 Tahun 2026 PB Mitra Sporty Medan ditutup, Sabtu (24/10/202
Sport
BATALYON PARAKO 463 PASGAT GELAR KORPASGAT CHARITY RUN DALAM RANGKA HUT KE79 KORPASGAT
News
Andar Amin Harahap Apresiasi Antusiasme Masyarakat Rayakan HUT ke62 Golkar di Lapangan Merdeka Medan
News
SULING! Warga Kampung Darek Resah soal Narkoba dan Teror, Kapolres Padangsidimpuan Turun Tangan
News