Dana Pensiunan Perumda Tirtanadi Sudah Dibayarkan AJB Bumiputera
sumut24.co MedanTerkait pemberitaan para pensiunan Perumda Tirtanadi yang berjumlah 17 orang hingga kini terus menyampaikan tuntutannya ke
kota
Baca Juga:
Tebing Tinggi I Sumut24.co
Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Tebingtinggi, Batubara, Pematangsiantar dan Simalungun adakan Musyawarah Daerah (Musda) untuk pertama kalinya pada Sabtu, 6 Agustus 2022 setelah dibentuk oleh DPW Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Kemenag Kota Tebing Tinggi.
Adapun perusahaan logistik yang berpartisipasi dalam kegiatan ini diantaranya TIKI, Trans Cargo, Graha Ray Sejahtera, JNE Express, J&T Express, ID Express, Pandu Logistic, Sicepat Express, SAP, NCS, Shopee Express, Ninja Express, KGP, Baraka Sarana Tama Express, Indah Logistic, Anteraja, Elha Trans, DBM Cargo dari keempat wilayah.
Armansyah selaku Ketua Asperindo DPW Sumut menyampaikan bahwa dalam musyawarah ini menekankan pentingnya kebersamaan dan terciptanya program kerja yang manfaatnya sama-sama dapat dirasakan baik bagi perusahaan anggota maupun masyarakat secara luas sekaligus menjadi menjalin partnership pemerintah daerah setempat.
“Pada kegiatan ini juga diadakan pembentukan pengurus DPD Asperindo TBPSS. Dan sudah terpilih Tito Budaya dari JNE yang akan memimpin DPD ini untuk periode 2022- 2027. Dengan terpilihnya Tito sebagai ketua tentunya tantangan kedepan semakin berat tidak hanya mengorganisir organisasi yang baik tetapi dituntut juga untuk meningkatkan kerjasama antar lembaga-lembaga, kegiatan organisasi lebih ditingkatkan seperti kegiatan eksternal maupun internal terutama dalam melibatkan anggota sehingga manfaat Asperindo semakin terasa bagi anggota. Untuk sekretaris, terpilih Muhammad Arifin dari Trans Cargo, dan Ray Sitorus dari PT Graha Ray Sejahtera sebagai bendaharaâ€, pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Fikri Alhaq Fachryana selaku Sekjend Asperindo Sumut juga memberikan gambaran peluang dan tantangan logistik secara khusus di Sumatera Utara.
Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pasca covid membaik, di tahun 2021 dan 2022 dan diprediksikan akan terus membaik. Logistik tidak boleh lagi dipandang sebelah mata, logistik sudah menjadi sektor utama dalam ekonomi hari ini, dimana ekonomi Digital ditopang oleh 3 sektor utama yaitu logistik, platform market dan payment . Logistik telah mendukung e-commerce, terlebih adanya potensi baru terhadap produk ataupun komoditi baru yang diperdagangkan secara online di era new normal seperti obat obatan, tanaman, frozen food, dan sebagainya. Logistik juga mendukung pertumbuhan pasar UMKM yang go digital, menjadi support system korporasi dan government, dan tentu saja melayani kebutuhan pengiriman masyarakat secara umum.
Tantangan saat ini bagi perusahaan logistik adalah pemenuhan ekspektasi pelanggan yang semakin tinggi, diantaranya layanan COD, layanan pengiriman barang-barang dangerous dan perishable good (hewan tanaman), kebutuhan informasi tracking yang lebih mudah dan pasti , otomatisasi baik di first mile, processing maupun delivery.
Di sisi lain saat ini logistik di Sumatera Utara menghadapi tantangan eksternal dan internal diantaranya adalah kualitas SDM dan teknologi perusahaan logistik lokal yang harus bersaing dengan perusahan logistik modal asing , dimana LPI (Logistik Performance Index) Indonesia masih rendah, biaya angkut SMU (Surat Muatan Udara) yang terus naik/belum turun sejak kenaikan tertinggi di 2019 menyebabkan ongkos kirim mahal , SLA dalam dwelling time cargo di Bandara Kualanamu yang harus dipercepat kembali, ancaman bajing loncat, pungli dan begal di jalan, layanan karantina tanaman, hewan dan ikan yang harus ditingkatkan jam layanan nya sesuai dengan kebutuhan masyarakat , berkembangnya agregator tidak dapat ditahan namun menyebabkan disintegrasi sales network di dunia logistik, adanya kemudahan masuk nya produk asing melalui cross border yang mengancam produk lokal Sumut, tuntutan diskon besar, program free ongkir dari marketplace yang kian menekan perusahaan logistik, ketidakjelasan payung hukum pertanggungjawaban layanan perusahan logistik dengan customer yaitu antara UU POS dan UU Perlindungan Konsumen,tarif tol Sumatera yang masih relatif tinggi, jalan yang masih rusak di beberapa jalan kecamatan di beberapa kabupaten , belum adanya program studi logistik di kampus di Sumut padahal kebutuhan SDM dan riset di bidang logistik tinggi , hingga tantangan sangat memungkinkan nya persaingan bisnis yang kurang sehat (Price War) antar perusahaan logistik, dimana pemerintah harus memperhatikan.
Tentunya untuk menghadapi tantangan, peluang dan problem yang ada, Asperindo selaku assosiasi dari perusahaan ekspres dan logistik membutuhkan sinergi dan kerjasama berbagai pihak, terlebih pemerintahan, serta utamanya secara internal menguatkan kolaborasi antar provider logistik, tutup Fikri.red2
sumut24.co MedanTerkait pemberitaan para pensiunan Perumda Tirtanadi yang berjumlah 17 orang hingga kini terus menyampaikan tuntutannya ke
kota
sumut24.co MedanSorak, tawa, dan semangat berkompetisi mewarnai Taman Cadika Medan selama dua hari ini. Memeriahkan HUT ke81 Kemerdekaan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial dalam membangun daerah.H
kota
Satu Perusahaan Menawar, Bukan Berarti Tender Harus Batal
kota
KSMI Gelar Liga Sepakbola Mini Santri dan Piala Asia, Tunjuk Tundra Meliala sebagai Waketum
News
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Usai Bertanding, Gubsu ke17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
kota
Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
News
Kinerja Kadis PUPR Tapsel Disorot Temuan BPK Rp1,345 Miliar, Proyek Bermasalah hingga Dipanggil KPK, Bupati Gus Irawan Diminta Segera Evalu
kota
Agus Syahdeman Diminta Kawal Pembangunan hingga Kantor Nagari Sungai Gando
kota