Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
News
Medan | SUmut24
Baca Juga:
Harga emas terus mengalami keterpurukan. Melemahnya harga emas saat ini masih dipengaruhi oleh tren penguatan mata uang US Dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia termasuk Rupiah. Membaiknya sejumlah data perekonomian AS, salah satunya dalah permintaan akan barang tahan lama membuat US Dolar menguat signifikan.
 Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, pelaku pasar memperkirakan bahwa Bank Sentral AS atau The FED akan benar-benar merealisasikan kenaikan suku bunga acuannya dalam waktu dekat nanti. Kenaikan suku bunga acuan tersebut nantinya akan memberikan dampak positif bagi US Dolar. Karena pelaku pasar akan lebih memilih US Dolar karena lebih menjanjikan.
 “Hal inilah yang membuat harga emas akhir-akhir ini terus mengalami penurunan. Penurunan harga emas dunia terus terjadi seiring dengan tren penguatan US Dolar itu sendiri. Untuk harga emas saat ini dijual dikisaran harga $1.176 per US Dolar. Jika mengacu kepada nilai tukar Rupiah dikisaran 13.550 per US Dolar maka harga logam mulia tersebut turun dikisaran 510 ribu per gramnya,”katanya Jumat (25/11/2016).
Jadi, katanya, belum saatnya untuk membeli emas. Diperkirakan harga emas masih berpeluang turun. Potensi penurunannya masih cukup besar.” Kita melihat ada potensi harga emas akan terus turun di tahun 2017 mendatang. Hal ini lebih dikarenakan oleh tipikal pemerintahan AS saat ini yang cenderung menggiring ekspektasi kenaikan suku bunga acuan,”ujarnya.
Jadi, Gunawan menyarankan agar masyarakat tidak tergesa-gesa untuk membeli emas. Karena potensi penurunannya masih ada. Meskipun saat ini sudah terbilang murah. Akan tetapi kedepan dapat dilihat masih ada peluang bagi emas untuk tetap turun.
 Sementara itu, pemilik toko emas Pulungan di Jalan Jamin Ginting Medan, Rizal mengatakan, saat ini harga emas sedang alami penurunan, namun daya beli masyarakat masih kurang.
“Saya melihat, walaupun harga emas turun, namun peminat belum meningkat, mungkin dikarenakan perekonomian kita yang belum membaik,”ujarnya.
Rizal berharap, agar harga emas dipasaran terus alami penurunan, agar perlahan masyarakat kembali mempercayakan emas sebagai tabungan atau investasi.
“Penjualan memang agak sepi, tapi saya yakin, tahun depan akan kembali menunjukkan penjualan yang normal kembali, dengan perekonomian yang semakin membaik,”pungkasnya
Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
News
Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
News
Ternate Kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan di Kota Ternate, Maluku Utara, mengembangkan produk olahan pangan berbasis bahan lo
Tips
Abu Dhabi, UEA Etihad Airways, maskapai nasional Uni Emirat Arab, memperkenalkanEtihad Wellbeing, sebuah program terbaru yang menghadirk
News
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2026 dapat menjadi acuan bersam
kota
Jakarta PT Federal International Finance (PT FIF) terus berupaya memperkuat komitmennya dalam membangun bisnis yang berintegritas, patuh,
News
Purwokerto Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyiapkan tindak lanjut kerja sama untuk
Tips
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meraih penghargaan Terbaik II atas Penilaian Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Keme
News
Pangandaran, PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan PTAstra dan bagian dari Astra Financial, terus memperluas manfaat
Umum
Bekasi, POP MART, perusahaan hiburan berbasis IP terkemuka dan pelopor global dalam budaya designer toys, untuk pertama kalinya menghadirkan
Ekbis