Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
Medan | Sumut24 Ditengah tekanan ekonomi yang terus membelenggu akibat melemahnya pertumbuhan ekonomi global. Kebijakan BI yang menurunkan BI 7 Days Repo Rate beberapa hari yang lalu seakan memberikan harapan akan adanya suplemen untuk meningkatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga:
Namun, menurut ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, penurunan tersebut tidak akan memberikan dampak multiplier yang besar disaat Bank justru tidak menurunkan besaran suku bunga pinjamannya. “Ini kan masalah disisi lainnya. Karena perbankan kita saat ini tengah berhadapan dengan masalah NPL yang membuat ruang gerak Bank kita menjadi terbatas dalam berekspansi,†katanya Rabu (26/10).
Ada problematika saat ini. Yakni bunga turun, NPL naik, perekonomian global melambat yang berujung pemulihan daya beli tidak akan merespon secara instan kebijakan penurunan bunga acuan tersebut. Ditambah lagi bank akan hati-hati dalam menyalurkan kreditnya.
“Untuk Sumut sendiri masalahnya juga tidak jauh berbeda. Bahkan kalau saya boleh menilai lebih ruwet. Sumut banyak bergantung pada harga komoditas yang terus turun. Disaat harga komoditas melemah, sektor rill akan memperlambat penyerapan pembiayaan, potensi kredit macetnya besar. Harga komoditas yang masih rendah akan membuat pengusaha enggan menyerap kredit,” katanya.
Bunga acuan yang turun dari posisi 5% menjadi 4.75% juga belum tentu akan direspon secepat itu oleh perbankan untuk menurunkan bunga. Dengan bunga yang murah saja belum tentu aktifitas ekonomi akan menggeliat. Dan jika ditambah dengan respon yang lambat pada kebijakan penyesuaian bunga pinjaman oleh Bank.
“Maka kesimpulannya adalah Sumut masih akan tetap bergantung kepada harga komoditas. Dan tertolong oleh belanja pemerintah di infrastruktur. Tapi SUMUT belum akan langsung merespon cepat dengan laju pertumbuhan ekonomi di atas 5.3% di akhir tahun 2016 ini. Setidaknya hingga akhir tahun dampak penurunan bunga acuan kita belum akan dirasakan manfaatnya di wilayah ini,” ujarnya.
Perbankan masih akan berkutat pada penyelesaian NPL. Ekspansi masiah akan sangat terbatas. Iklim investasi belum akan pulih dengan segera. Namun kebijakan menurunkan bunga cuan baru mulai akan dirasakan nanti di semester I tahun 2017 mendatang. “Jadi jangan berharap banyak dulu akan ada perbaikan yang signifikan jika bersandar pada bunga acuan saja,” pungkasnya. (W04/Editor : Nisa Lubis)
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
MEDAN Sumut24.coJelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman yang akan memasuki masa pensiun, sej
News
Viral! Peredaran Narkoba di Pantai Labu, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gerak Cepat bekuk Pelaku"
kota
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Jakarta Sumut24.coJaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan pidana 18 tahun penjara dalam per
Hukum
Jakarta Sumut24.coPresiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan dana denda administratif senilai Rp10 triliun serta lahan kawasan hutan
News
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi jabatan di jajaran perwira tinggi. Dalam mutasi terbaru, Irjen Pol
Profil
Jakarta DPR RI menerima sekaligus bersilaturahmi dengan Ketua Umum PB PGRI Pusat, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, beserta jajaran pengurus PGR
Politik
Jakarta Nurul Arifin menegaskan pentingnya perlindungan maksimal bagi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi
News
sumut24.co MedanAula Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi saksi riuhnya antusiasme mahasiswa
Umum