Perpisahan Konsul Jepang, Rico Waas Dorong Peluang Kerja Sama Baru dengan Medan
sumut24.co MedanPergantian tugas Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, diharapkan tidak mengakhiri hubungan baik yang telah terb
kota
Medan I Sumut24.CO Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) terlihat mulai keluar dari resesi dan mengalami rebound mulai dari triwulan II dan III mulai tumbuh positif sehingga dapat diprediksi semakin meningkat di tahun 2022 mendatang. Meski demikian masih ada beberapa tantangan yang akan dihadapi Sumatera Utara kedepannya.
Baca Juga:
Demikian Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut (KPw BI Sumut), Soekowardojo pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2021 dengan tema “Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi†yang digelar secara hibryd (daring dan luring) yang digelar KPw BI Sumut, di Ballroom Hotel Adi Mulia Medan, Rabu (24/11).
Acara tesebut juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provsu, Arief Sudarto Trinugroho yang mewakili Gubsu Edy Rahmayadi, para kepala daerah atau yang mewalikilinya sambil dihibur Bintang Tamu Once Mekel dengan lagu-lagu favoritnya.
“Sumayera Utara saat ini sudah mulai keluar dari resesi. Triwulan II positif 4,95%. triwulan III 3,67%, mudah-mudahan triwulan IV juga lebih besar dari 3,67% sehingga tahun 2021 ini pertumbuhan ekonomi kita bisa positif sekitar 2,3% sampai 3,3%. Namun demikian ke depan masih banyak tantangan yang kita hadapi bersama di Sumut,†ujar Soekowardojo.
Dirincinya, tantangan-tantangan tersebut antara lain, dinamika terkini mengindikasikan risiko terkait perkembangan Covid-19 yang perlu terus diwaspadai karena dapat menahan perbaikan kinerja perekonomian Sumatera Utara.
Di satu sisi, munculnya varian baru dari Covid-19 di tengah progres vaksinasi yang belum mencapai target herd immunity, berpotensi menahan perbahkan perekonomian. Di sisi lain, apabila kasus Covid-19 bukan lagi menjadi penghambat bagi kinerja perekonomian, dibutuhkan adanya respons yang tanggap dari pemerintah untuk merumuskan exit policy yang lebih tepat bagi Sumut.
“Dari aspek konsumsi, permintaan yang kian pulih kedepan di tengah suplai yang belum stabil dapat berpengaruh pada lonjakan harga sehingga berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Keterbatasan itu juga berisiko meningkatkan impor barang konsumsi,†ujarnya.
Dari aspek lapangan pekerjaan, perekonomian yang pulih mendorong kembali geliat lapangan usaha. Kualitas tenaga kerja lokal menjadi tantangan utama di tengah persaingan dengan tenaga kerja yang datang dari negara lain.
Masi dikatakan Soekowardojo, perubahan iklim merupakan isu yang akan mempengaruhi rakyat, ekonomi, hingga masa depan. Perubahan iklim dapat menyebabkan terjadinya penurunan produksi pertanian yang merupakan salah satu sektor utama perekonomian Sumut.
Kemudian, dinamika perekonomian global juga harus terus menjadi perhatian bersama, karena salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Sumut selama masa pandemi berlangsung berasal dari permintaan luar negeri yang meningkat.
“Dengan berbagai tantangan yang ada, Sumatera Utara perlu memperkuat sinergi membangun optimisme pemulihan ekonomi.
Orang nomor satu di KPw BI Sumut ini optimis, bahwa berdasarkan indikator dan perkembangan terkini, perekonomian Sumut pada tahun 2021 diperkirakan tumbuh positif di kisaran 2,5-3,3% dan akan meningkat pada tahun 2022 mendatang.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provsu, Arief Sudarto Trinugroho yang mewakili Gubsu pada pertemuan tersebut mengatakan, PTBI merupakan kegiatan yang sangat positif dan dinanti-nantikan.
“PTBI ini selalu yang kita tunggu, karena di sini kita mendapatkan informasi bagaimana perkembangan ekonomi 2021 yang kita tahu dengan pandemi Covid ini terganggu. Ternyata negara kita di Indonesia dan Sumut bisa survive ditandai dengan triwulan II mulai tumbuh positif perekonomian kita,†ujarnya menjawab pertanyaan wartawan usai acara.
Selain itu, pihaknya juga mengucapkan terimakasih atas kolaborasi dan kerjasama yang baik antara Pemprovsu dengan Bank Indonesia. Karena begitu banyak kolaborasi kerjasama yang dilakukan sehingga Sumut banyak memperoleh penghargaan.
“Tahun ini kita meraih TPID Award sebagai provinsi terbaik dalam pengendalian Inflasi di Sumatera dan hari ini (Rabu-red) juga mendapatkan penghargaan sebagai daerah dengan implementasi QRIS terbaik di wilayah Sumatera. Ini tentunya tidak terlepas dari kerjasama dengan BI, termasuk juga North Sumatera Invest yang menarik para investor menanamkan investasinya di Sumut,†pungkasnya. (R03)
sumut24.co MedanPergantian tugas Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, diharapkan tidak mengakhiri hubungan baik yang telah terb
kota
Peringati Hari Santri, Ibnu Hajar Ajak Santri Karya Nyata untuk Bangsa
News
Hari Santri Nasional 2026, Ketum PP TPI Medan Ismet Danial Nasution Ajak Santri Perkuat Akhlak dan Nasionalisme
News
Melalui Subuh Keliling, Kapolresta Deli Serdang Sampaikan Pesan Kamtibmas Dan Dengarkan Aspirasi Masyarakat
News
sumut24.co MEDAN, Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Asahan! TP PKK Kabupaten Asahan berhasil meraih peringkat Juara II dalam Lomba V
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kota Tanjungbalai mendapat perhatian serius dari Wali Kota Mahyaru
News
Peringati Hari Santri 2026, H. Ikrom Helmi Nasution Dorong Santri Jadi Generasi Berilmu dan Berakhlak Mulia
News
PB Pendawa Indonesia Gelar Ruwatan Bumi di Medan, Seribu Warga Ditargetkan Hadir
News
Medan sumut24.co Unit Reskrim Polsek Medan Kota kembali gerebek sarang narkoba (GNS) di Jalan B Katamso, Gang Nasional, Kelurahan Sei Mati
Kota
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News