Bobol Rumah Kosong di Madong Lubis Seorang Penjaga Malam Diringkus Polsek Medan Kota
Bobol Rumah Kosong di Madong Lubis Seorang Penjaga Malam Diringkus Polsek Medan Kota
News
MEDAN | SUMUT24 Terkait adanya indikasi kartel daging, karena masih tingginya harga daging sapi di Sumatera Utara (Sumut), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut siap membantu Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Medan untuk mengusut dugaan tersebut.
Baca Juga:
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut Parmohonan Lubis . Dia bilang untuk pengusutan masalah kartel daging itu sudah menjadi tugasnya KPPU dan dinas Peternakan siap membantu bila diperlukan dalam proses penelitiannya.
“Kalau KPPU ingin melakukan pengusutan terhadap dugaan kartel daging ini, ya silahkan saja. Kita siap membantu terutama dari segi regulasinya. Ya kita siap membantu, karena kita kan memang harus pro rakyat,” kata Parmohonan Lubis, saat ditemui SUMUT24 di kantornya, Kamis (14/1).
Sejauh ini di Sumut belum ada indikasi-indikasi yang mengarah kepada tindakan kartel daging. Karena di Sumut, tidak ada terjadi gejolak-gejolak harga baik turun maupun melambung tinggi. Namun yang ada saat ini, harga daging sapi masih stabil di kisaran harga Rp100.000-Rp110.000 per per kilogram.
“Di Sumut tidak terjadi gejolak harga daging yang naik tinggi sekali dan turun tinggi sekali, namun yang ada harga daging itu tetap bertahan di angka 100 ribu per kg. Dan itu masih wajar, karena harga dasar daging sekitar Rp90 ribu per kilogram dan di pasar naik 10 persen adalah hal yang wajar,” ujarnya.
Selain itu, katanya, untuk ketersediaan pasokan sapi potong di Sumut juga masih cukup aman, baik sapi dari peternak lokal maupun sisa sapi impor tahun 2015 lalu. Hal itu berdasarkan data populasi hewan ternak saat ini seperti sapi 678.542 ekor, kerbau 133.174 ekor, domba/biri-biri 464.378 ekor, dan babi 896.297 ekor. Selain itu, impor sapi dari Australia dan New Zeland sebanyak 26.300 ekor pada 2015 lalu, masih tersisa sebanyak 9.600 ekor lagi.
“Sisa impor sapi potong sebanyak 9.600 ekor itu saja bisa memenuhi kebutuhan daging selama tiga bulan, bila dilihat dari rata-rata kebutuhan daging sapi setiap bulannya 2.800 hingga 3.000 ekor per bulan. Belum lagi ditambah sapi dari peternakan rakyat,” ujarnya.
Kalau harga daging sapi di pasar masih mahal, katanya, mungkin para peternak mengharapkan adanya kenaikan harga sapinya guna memenuhi kebutuhannya yang juga mengalami kenaikan.
“Artinya, peternakpun juga harus memperoleh hasil yang sesuai dengan apa yang harus dibelanjakan. Jadi kalau kita berharap harga daging sapi rendah terus, bagaimana dengan nasib peternak untuk menutupi biaya kehidupannya sementara yang lain naik, sedangkan penghasilannya menurun,” ujarnya.
Selain itu, katanya, tidak adanya indikasi kartel daging di Sumut ini, karena setiap perusahaan penggemukan sapi atau pedagang besar sapi (feedloader), mereka tidak menetapkan harga secara bersama-sama, karena mereka berada di masing-masing daerah. Namun demikian, pihaknya akan membantu KPPU untuk mengusut dugaan ini sampai diketahui permasalahannya.(nis)
Bobol Rumah Kosong di Madong Lubis Seorang Penjaga Malam Diringkus Polsek Medan Kota
News
Kepala SPPG Tembung 3 Sampaikan Hak Jawab, Bantah Sejumlah Pemberitaan dan Klarifikasi Penggunaan OPAO
News
MEDAN SUMUT24.co Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, terus berkomitmen memberikan pelayanan prima kepada masy
kota
Medan sumut24.co Bareskrim Polri dan Polrestabes Medan, Minggu (11/10/20261) dinihari melakukan joint operation di kota Medan. Tim gabunga
Hukum
WALI KOTA SOLOK, H.RAMADHANI KIRANA PUTRA MENGIKUTI PROSESI BAKAUA.
News
Wakapolda Sumut dan Kapolresta Deli Serdang Diganti
News
LAPAS YANG MEMULIHKAN, NEGARA YANG MELINDUNGI(Dari Rakor Penanganan Over Kapasitas dan Narkoba) Oleh Abdullah RasyidStaf Khusus Menteri Imig
Hukum
sumut24.co Medan, Anggota DPRD Kota Medan, Modesta Marpaung, S.K.M, S.Keb gelar sosialisasi Perda tentang kesehatan. Modesta menegaskan bah
kota
Bupati Solok Hadiri X Narkoba Nagari Kota Bawang Trail Adventure
News
Bupati Solok Buka Alek Buru Babi di Nagari Kuncia.
News