Ambal Warso ke-31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Oleh : Syahrir Nasution
Baca Juga:
Dunia Perbankan di dalam Capitalism Economic System ( Sistem Ekonomi Kapitalisme ), Bank merupakan “ JANTUNG NYA†bunga yang “ memompa†sebagai darahnya.
Dengan melalui perBankan terjadi perputaran modal , mengumpulkan dana dana dari masyarakat serta mengembalikannya lagi kepada masyaraka t atau menyalurkannya kembali sehingga terjadinya perputaran arus Modal tersebut.Di dalan Faham Ekonomi Capitalisme tidak dikenal istilah “ Halal & Haram “. Justru sepanjang “ Menguntungkan / Bermanfaat†secara materi ( To make Profit ) , maka akan diambil. Begitu juga dengan istilah “ RIBA†dalam dunia Perbankan Conventional ( Lawan dari Perbankan Syari’ah ), justeru itu merupakan “ Stimulus Penggerak Ekonomiâ€. Pertanyaan nya saat ini dibenak kita ( Ummat Islam Indonesia) , Mengapa bermunculannya Perbankan yang menganut Faham Syariah di rangkul oleh : Bank Bank Conventional yang pada hakikat nya menganut Faham Capitalisme selama ini?, seolah olah Bank Bank tersebut “ Ganti Jubah “ dari memakai Double Briss atau Jas ala Eropah mengganti nya dengan Busana ala Muslim.
Apakah ini pertanda Capitalism Economic System ini yang sudah sekian puluhan tahun akan mengalami keruntuhan nya secara ekonomi ?. Atau hal ini hanya merupakan “ TRICK “ saja untuk “ Merayu “ nasabah Ummat Islam yang mayoritas di Indonesia untuk terperdaya kedalam “ Perangkap Jebakan†Ekonomi Kapitalisme dengan Gaya Syariah yang Palsu?.
Bank SYARI’AH adalah merupakan satu satu nya PerBankan yang mampu Bertahan dalan iklim ekonomi Indonesia saat ini yang sejak hampir satu tahun Pandemi Corona 19 berhadir di negeri kita tercinta ini, bahkan yang tidak tahu kapan “ Berakhir nyaâ€?. Hal ini juga diungkapkan oleh : Menkeu Dr Sri Mulyani,kondisi itu terlihat dari CAR perBankan Syariah ( Ratio Kecukupan Modal ) hingga Kredit Macet kata nya. Terkait dengan hal tersebut ianya menjelaskan bahwa, sektor Ekonomi dan Perbankan Syariah tetap “ bertahan†ditengah kondisi kinerja Coorporasi yang memburuk akibat diterpa badai Corona 19 itu.Krisis ini tak pelak menyebabkan PerBankan terkena “ Imbas “ khusus nya kredit macet ( Tempo Co, 21 Maret 2021.) Dalam meningkatkan kinerjanya, Pemerintah dalam hal ini Bank Syari’ah yakni Bank Syariah Mandiri ( BSM ), Bank Negara Indonesia Syariah ( BNIS ) dan Bank Rakyat Indonesia Syariah ( BRIS ) membentuk “ MERGER “ dari tiga Bank Syariah tsb dengan nama : Bank Syari’ah Indonesia ( BSI ). Sektor Ekonomi Syariah pun dikembangkan seperti meningkatkan produksi produk2 HALAL , dengan mempermudah prosedure penetapan label halal. Imbas nya, Ekonomi Syariah & Perbankan Syariah ikut “ meramaikan†Perekonomian Tanah. Keberadaannya dianggap cocok dengan penduduk Indonesia yang mayoritas muslim. Keberadaannya pun dianggap sebagai alternatif bagi seorang muslim yg ingin taat pada agamanya. Pertanyaannya ?, disaat produk2 ekonomi ber label Syariah, apakah hal tersebut menunjukkan “ Keberpihakan “ pada ISLAM? Atau hanya sekedar motif “ materi†semata?. Bahkan juga hanya utk menarik dana2 ummat Muslim ?, sementara disatu pihak Ummat Islam di kebiri dlm hal Politik?. Hukum Ekonomi dlm hal Demand & Supply pun menggelora, disaat itu pula kebangkitan ummat Islam pun serempat “ bergelora†juga. Mereka ingin terikat dng Syariat , Bank Conventional yang berlumuran dng Riba pun mulai ditinggalkan. Ummatpun mencari cara berbisniss secara Islami. Ketika Permintaan ( Demand ) ada maka muncullah Penawaran ( Supply ). Harus diakui potensi ummat Islam sangat besar di negeri ini. Tentunya Pasar tidak ingin kehilangan ini, disinilah urgensi keberadaan Bank Syariah , sehingga dana dari ummat Islam masih bisa ditampung kembali. Bahkan dana dana ummat Islam tsb bisa ditampung kembali dng akad “ BERLABEL SYARIAHâ€. Bank Syariah adalah : bahagian dari sistem per Bankan yg ada di Negeri ini, dan masih terikat dng UU per Bankan yg berlaku. Bank Syariah masih di bawah kontroll dari Bank Sentral negeri ini yaitu Bank Indonesia ( B I ) , sehingga masih perlu lagi “ di uji aspek Syariah nyaâ€, apakah murni Syariah nya atau “ Tercampur dng Akad Akad Conventional nya†yang tidak murni Syar’i nya. Disini jelas, bahwa pendirian Bank Syariah bukanlah “ Wujud dari Keimanan , dan bukan pula kesadaran untuk ber Syariat Islam. Namun semata mata hanya lah mengejar aspek bisnissnya saja yaitu “ To Take Profit†( Mencari Keuntungan ) belaka. Bukti jelas nya, Bank Coventional ( Bank2 umum ) yg melakukan Riba masih “ Gagah & Mentereng†exsist di bumi Pertiwi NKRI ini. Jika memang benar2 pendirian Per Bankan Syariah ini di dasari oleh : Keinginan kembali kepada Keimanan yang Syar’i berdasarkan hukum2 Allah Swt , maka Per Bankan Conventional inilah terlebih dahulu “ Di Bubarkanâ€. Tetapi fakta nya sampai saat ini belum ada yg ditutup , kenapa? Oleh karena belum ada nya pendirian BANK SENTRAL ISLAM di negeri ini. Justeru per Bankan Syariah ini masih di “ KENDALIKAN “ oleh : Bank Sentral ( Bank Indonesia ) yg Conventional tersebut , yang mana didasari oleh prinsip2 Capitalisme. Semangat Ummat untuk kembali kepada ajaran Islam memang sangat menggembirakan, namun semangat tersebut janganlah sampai “ Terkamuflase “ oleh : sistem Capitalisme Sekuler. Arti nya jangan sampai berbaur antara yang “ Haq & yang Bathilâ€, sehingga ummat Muslim ini tidak terombang ambing dikarenakan disatu pihak hanya mencari untung belaka.
* H. Syahrir Nasution. Glr Sutan Kumala Bulan. ( Managing Director: PECI – Indonesia).
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Usai Bertanding, Gubsu ke17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
kota
Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
News
Kinerja Kadis PUPR Tapsel Disorot Temuan BPK Rp1,345 Miliar, Proyek Bermasalah hingga Dipanggil KPK, Bupati Gus Irawan Diminta Segera Evalu
kota
Agus Syahdeman Diminta Kawal Pembangunan hingga Kantor Nagari Sungai Gando
kota
Pertandingan Persahabatan PTM Eksekutif Sumut dan Pasukan Pimpong Putrajaya Malaysia Pererat Silaturahmi
Sport
Gubsu Bobby Nasution Dorong Bank Sumut Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Sumatera Utara
kota
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
kota