Senin, 24 Agustus 2026

Makanan Khas Mandailing , Tambah Selera Makan Sahur dan Berbuka Puasa dengan Pakkat hingga Ikan Bakar

Administrator - Sabtu, 17 April 2021 08:00 WIB
Makanan Khas Mandailing , Tambah Selera Makan Sahur dan Berbuka Puasa dengan Pakkat hingga Ikan Bakar

Medan I Sumut24.CO

Baca Juga:

Ada begitu banyak suku di berbagai daerah, begitu pula dengan makanannya. Contohnya saja di Kota Medan, ada sejenis makanan olahan yang bernama “Pakat pucuk rotan dan Ikan Bakar”.

Makanan khas Mandailing ini baru ada dijual di Kota Medan saat bulan Ramadhan, sedangkan di bulan lainnya sangat susah ditemui.

Pantauan wartawan, Jumat sore (17/4) di Jalan Sisingamangaraja Medan (depan Kampus UNIVA) sekitar pukul 13.00 wib, seorang pedagang Pakkat dan Ikan Bskar bernama Edi Pakat Nasution (39) sedang mengasapi ikan di tempat pembakaran.

Ketika di tanya tentang dagangannya, Edi Pakat Nasution menjelaskan, pakat pucuk rotan adalah makanan khas suku Mandailing. Sedangkam jenis ikan yang diasapinya, dari berbagai jenis ikan.

“Ini makanan khas Mandailing, dan pakek ikan liar bukan ikan kolam. Pasokan ikannya didatangkan dari Tapsel. Ada ikan Baung, ikan Joro, ikan Lamase/Cencen, dan ikan Mas,” ujar Edi.

Lebih lanjut dikatakan Edi, menu masakan yang dijualnya adalah makanan tradisional dan pembelinya pun khusus.

“Banyak orang dari Mandailing dan kini menetap di Medan, saat bulan puasa tetap mencari menu ini,” ujarnya.

Edi mengatakan untuk harga pakkat yang dijualnya hanya Rp 10 ribu tiga batang.

Dari hasil penjualan pakjat dan ikan bakar tersebut, Edi mengaku bisa meraup uang Rp 4 juta.

Saat ditanya apakah pernah pejabat kota/daerah atau artis membeli dagangannya? Bang edi menjawab dengan bersemangat dan sedikit bercanda.

“Oo.. kalau itu pernah ada. Seperti Pak Rahudman, Mustofa Sitompul, Asrul Azwar, dan banyaklah. Tapi kalau artis aku gak tau pulak. Karena jarang nonton tv,” ujar Edi.

Masih di lokasi tersebut, Akmal (44) warga Jalan Garu III Medan, yang sedang menunggu pesanannya mengatakan, “saya baru pertama kali beli, karena tinggal di dekat sini tiap hari lewat, akhirnya pengen beli,” sebut Akmal.

Tidak lama kemudian, sebuah mobil mini bus berhenti di depan dagangan bang Edi. Ketika dihampiri dan ditanya, Nurul (36) warga jalan Gatot Subroto Medan, yang saat itu ingin membeli pakat pucuk rotan mengatakan, “pakkat ini untuk nanti dimakan saat buka puasa dek. Lumayan sering beli juga karna anak- anak dan suami suka makan pakkat,” terang Nurul.

Hingga liputan ini berakhir, dan beberapa pembeli pergi, kemudian ada yang datang lagi. Untuk yang belum pernah mencoba makanan khas mandailing yang bernama pakat pucuk rotan, bisa langsung datang ke lokasi penjualannya. (magang)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kapolda Sumut Cek Kesiapsiagaan Personel, Kendaraan dan Peralatan Penanganan Karhutla
Aksi Berbagi LPM Sei Agul Bagikan 50 Tas dan Perlengkapan Sekolah, Didorong Jadi Role Model se-Kecamatan Medan Barat
Peringati HUT ke-28, Borkat dan Pengurus DPD PAN Padang Sidimpuan Santuni dan Bantu Rakyat
Farid Wajdi Soroti Polemik Universal Gloves: Temuan Ombudsman Jangan Berhenti di Kertas
FITRA Sumut Ingatkan Bobby Nasution, Bangun Rumah Korban Bencana tak Otomatis Bisa Gunakan BTT
BMKG Catat  Sumut Dilanda Gempa 12 Kali Selama Tiga Hari
komentar
beritaTerbaru