Ambal Warso ke-31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Medan I Sumut24.CO
Baca Juga:
Ada begitu banyak suku di berbagai daerah, begitu pula dengan makanannya. Contohnya saja di Kota Medan, ada sejenis makanan olahan yang bernama “Pakat pucuk rotan dan Ikan Bakar”.
Makanan khas Mandailing ini baru ada dijual di Kota Medan saat bulan Ramadhan, sedangkan di bulan lainnya sangat susah ditemui.
Pantauan wartawan, Jumat sore (17/4) di Jalan Sisingamangaraja Medan (depan Kampus UNIVA) sekitar pukul 13.00 wib, seorang pedagang Pakkat dan Ikan Bskar bernama Edi Pakat Nasution (39) sedang mengasapi ikan di tempat pembakaran.
Ketika di tanya tentang dagangannya, Edi Pakat Nasution menjelaskan, pakat pucuk rotan adalah makanan khas suku Mandailing. Sedangkam jenis ikan yang diasapinya, dari berbagai jenis ikan.
“Ini makanan khas Mandailing, dan pakek ikan liar bukan ikan kolam. Pasokan ikannya didatangkan dari Tapsel. Ada ikan Baung, ikan Joro, ikan Lamase/Cencen, dan ikan Mas,” ujar Edi.
Lebih lanjut dikatakan Edi, menu masakan yang dijualnya adalah makanan tradisional dan pembelinya pun khusus.
“Banyak orang dari Mandailing dan kini menetap di Medan, saat bulan puasa tetap mencari menu ini,” ujarnya.
Edi mengatakan untuk harga pakkat yang dijualnya hanya Rp 10 ribu tiga batang.
Dari hasil penjualan pakjat dan ikan bakar tersebut, Edi mengaku bisa meraup uang Rp 4 juta.
Saat ditanya apakah pernah pejabat kota/daerah atau artis membeli dagangannya? Bang edi menjawab dengan bersemangat dan sedikit bercanda.
“Oo.. kalau itu pernah ada. Seperti Pak Rahudman, Mustofa Sitompul, Asrul Azwar, dan banyaklah. Tapi kalau artis aku gak tau pulak. Karena jarang nonton tv,” ujar Edi.
Masih di lokasi tersebut, Akmal (44) warga Jalan Garu III Medan, yang sedang menunggu pesanannya mengatakan, “saya baru pertama kali beli, karena tinggal di dekat sini tiap hari lewat, akhirnya pengen beli,” sebut Akmal.
Tidak lama kemudian, sebuah mobil mini bus berhenti di depan dagangan bang Edi. Ketika dihampiri dan ditanya, Nurul (36) warga jalan Gatot Subroto Medan, yang saat itu ingin membeli pakat pucuk rotan mengatakan, “pakkat ini untuk nanti dimakan saat buka puasa dek. Lumayan sering beli juga karna anak- anak dan suami suka makan pakkat,” terang Nurul.
Hingga liputan ini berakhir, dan beberapa pembeli pergi, kemudian ada yang datang lagi. Untuk yang belum pernah mencoba makanan khas mandailing yang bernama pakat pucuk rotan, bisa langsung datang ke lokasi penjualannya. (magang)
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Usai Bertanding, Gubsu ke17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
kota
Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
News
Kinerja Kadis PUPR Tapsel Disorot Temuan BPK Rp1,345 Miliar, Proyek Bermasalah hingga Dipanggil KPK, Bupati Gus Irawan Diminta Segera Evalu
kota
Agus Syahdeman Diminta Kawal Pembangunan hingga Kantor Nagari Sungai Gando
kota
Pertandingan Persahabatan PTM Eksekutif Sumut dan Pasukan Pimpong Putrajaya Malaysia Pererat Silaturahmi
Sport
Gubsu Bobby Nasution Dorong Bank Sumut Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Sumatera Utara
kota
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
kota