Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News
Medan I Sumut24.CO
Baca Juga:
- Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
- Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
- Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
Ada begitu banyak suku di berbagai daerah, begitu pula dengan makanannya. Contohnya saja di Kota Medan, ada sejenis makanan olahan yang bernama “Pakat pucuk rotan dan Ikan Bakar”.
Makanan khas Mandailing ini baru ada dijual di Kota Medan saat bulan Ramadhan, sedangkan di bulan lainnya sangat susah ditemui.
Pantauan wartawan, Jumat sore (17/4) di Jalan Sisingamangaraja Medan (depan Kampus UNIVA) sekitar pukul 13.00 wib, seorang pedagang Pakkat dan Ikan Bskar bernama Edi Pakat Nasution (39) sedang mengasapi ikan di tempat pembakaran.
Ketika di tanya tentang dagangannya, Edi Pakat Nasution menjelaskan, pakat pucuk rotan adalah makanan khas suku Mandailing. Sedangkam jenis ikan yang diasapinya, dari berbagai jenis ikan.
“Ini makanan khas Mandailing, dan pakek ikan liar bukan ikan kolam. Pasokan ikannya didatangkan dari Tapsel. Ada ikan Baung, ikan Joro, ikan Lamase/Cencen, dan ikan Mas,” ujar Edi.
Lebih lanjut dikatakan Edi, menu masakan yang dijualnya adalah makanan tradisional dan pembelinya pun khusus.
“Banyak orang dari Mandailing dan kini menetap di Medan, saat bulan puasa tetap mencari menu ini,” ujarnya.
Edi mengatakan untuk harga pakkat yang dijualnya hanya Rp 10 ribu tiga batang.
Dari hasil penjualan pakjat dan ikan bakar tersebut, Edi mengaku bisa meraup uang Rp 4 juta.
Saat ditanya apakah pernah pejabat kota/daerah atau artis membeli dagangannya? Bang edi menjawab dengan bersemangat dan sedikit bercanda.
“Oo.. kalau itu pernah ada. Seperti Pak Rahudman, Mustofa Sitompul, Asrul Azwar, dan banyaklah. Tapi kalau artis aku gak tau pulak. Karena jarang nonton tv,” ujar Edi.
Masih di lokasi tersebut, Akmal (44) warga Jalan Garu III Medan, yang sedang menunggu pesanannya mengatakan, “saya baru pertama kali beli, karena tinggal di dekat sini tiap hari lewat, akhirnya pengen beli,” sebut Akmal.
Tidak lama kemudian, sebuah mobil mini bus berhenti di depan dagangan bang Edi. Ketika dihampiri dan ditanya, Nurul (36) warga jalan Gatot Subroto Medan, yang saat itu ingin membeli pakat pucuk rotan mengatakan, “pakkat ini untuk nanti dimakan saat buka puasa dek. Lumayan sering beli juga karna anak- anak dan suami suka makan pakkat,” terang Nurul.
Hingga liputan ini berakhir, dan beberapa pembeli pergi, kemudian ada yang datang lagi. Untuk yang belum pernah mencoba makanan khas mandailing yang bernama pakat pucuk rotan, bisa langsung datang ke lokasi penjualannya. (magang)
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News
Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
News
Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
News
Kapolsek Sipirok Turun Temui Warga Baringin, Serap Aspirasi dan Bahas Keamanan Lingkungan
News
Begal hingga Premanisme Dibidik, Timsus Serigala Sakti Bergerak Malam Hari di Padang Lawas
News
HUT Golkar ke62 Dari Ziarah Pahlawan, Irsan Efendi Nasution Ingatkan Golkar soal Tanggung Jawab kepada Rakyat
News
Momen Haru dan Bangga! Ketua MPC Pemuda Pancasila Padangsidimpuan Sambut Danyonif 123/RW dan 450 Prajurit Pulang dari Papua
News
Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel, Kapolres Padangsidimpuan Siap Dukung Pelaksanaan yang Kondusif dan Sukses
News
GEMPAR! Tanker Mongolia Diduga Bawa 2 Ton Sabu ke Belawan, Siapa Aktor di Balik Jaringan Internasional?
News
sumut24.co BELAWAN, Suasana hangat dan penuh keakraban terasa saat jajaran pengurus Gerakan Sosial Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) menyambu
kota