Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News
Bantul I SUMUT24.CO
Baca Juga:
- Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
- Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
- Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) (Persero) sangat peduli dan ikut memajukan UMKM di area Bukit Dermo, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Rabu (17/3/2021).
Meski sempat terpuruk dihantam wabah pandemi Covid-19, tapi PT KBI bersama petani terus bangkit dan menghasilkan karya-karya dengan terus memproduksi produk-produk dan olahan sebagai penopang UMKM di tengah-tengah perekonomian masyarakat.
PT KBI pun membawa para jurnalis se Nusantara, sekaligus ‘memuka mata’ anak negeri, bahwa hasil karya para perajin setempat bisa diandalkan.
Memang tak bisa dipungkiri, akibat Covid-19, sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Alasan itulah yang membuat KBI berkomitmen untuk turut mendukung pengembangan UMKM, khususnya dalam upaya mitigasi pasca covid-19.
Salah satu support yang diberikan adalah menyerahkan delapan unit bantuan mesin pengolahan hasil pertanian bagi Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani di Bukit Dermo, Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Bantuan berupa mesin dan peralatan tepat guna tersebut, yakni mesin iris tempe, mesin spinner, mesin kupas kedelai, mesin iris pisang, mesin penepung singkong, mesin pengering, timbangan digital, dan thermogun untuk mengukur suhu permukaan bahan pangan.
Bantuan peralatan pengolahan pangan tersebut diserahkan langung Direktur Utama (Dirut) KBI Fajar Wibhiyadi kepada masing-masing pelaku usaha yang disaksikan Lurah Selopamioro, Sugeng, Ketua Departemen Teknik dan Biosistem FTP UGM Prof Dr Ir Lilik Sutiarso, perwakilan Kapenawon Imogiri, Haryadi, dan Ketua Kelompok Sadar Wisata Pokdarwis Nawungan, Dayat.
Menurut Fajar Wibhiyadi, pemberian bantuan bagi Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dalam Pengembangan UMKM Pangan Lokal untuk Mitigasi Pasca Covid 19 ini, merupakan salah satu visi KBI dalam memberdayakan masyarakat yang melakukan usaha kecil.
KBI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kata Fajar, tidak hanya melihat sebagai suatu hal tentang profit oriented saja, tapi bagaimana juga berkontribusi untuk negeri dan masyarakat.
“Kami sampaikan bahwa salah satu kegiatan yang kami lakukan dengan konsep 3P yaitu planet, people dan juga profit. Yang kami lakukan saat ini di Selopamioro adalah bagaimana kami juga ingin berkontribusi dalam hal people, yaitu kepada masyarakat yang ada di negara kita tercinta Indonesia,†ujar Fajar Wibhiyadi di Mini Cafe Gubuk Dermo, Bukit Dermo, Bantul, Yogyakarta.
Selain terkait dengan planet, lanjut Fajar Wibhiyadi, karena berbicara tentang ekosistem tumbuhan dan sebagainya maka KBI ingin melakukan sesuatu yang disebut sebagai kreatif.
“Harapannya, apabila ini berjalan baik Insyaallah hal ini bisa juga membawakan konsep sistem resi gudang yang memang sangat baik untuk masyarakat petani dan sebagainya,†ujar Fajar Wibhiyadi.
Fajar Wibhiyadi juga berterimakasih kepada Departemen Pertanian UGM yang beberapa tahun telah ini melakukan kerjasama dengan PT KBI. Kerjasama ini sangat penting untuk kemajuan perekonomian masyarakat sekitar.
“Kami ingin adanya suatu kesinambungan, adanya pendampingan, adanya monitoring sehingga pemberdayaan ekonomi masyarakat meningkat. Hal-hal seperti ini yang Insyaallah kalau bapak ibu ada yang menarik di daerah untuk kita lakukan yang sama. Terima kasih banyak atas dukungannya. Apabila ada suatu informasi masukan saran atau apapun kami dengan senang hati,†ucap Fajar Wibhiyadi.
Sementara itu, Lurah Selopamiro Kapanewon Imogiri Bantul, Sugeng, menyambut baik adanya program pendampingan Pengolahan Pangan Lokal untuk warga Desa Selopamioro. Hal ini membawa berita positif bagi pengusaha UMKM pengolahan pangan untuk lebih meningkatkan kapasitas produksinya.
Dikatakannya, selain aspek kuantitas, saat ini masyarakat juga memperhatikan kualitas produk dan keamanan pangan.
“Harapannya juga akan berlanjut sampai dengan pengembangan wisata kuliner di Gubug Dermo yang saat ini sedang mulai ramai,” kata Sugeng.
Ketua Departemen Teknik dan Biosistem FTP UGM Prof Lilik Sutiarso mengatakan, setelah pemberian ataupun pendampingan yang mereka lakukan ke UMKM yang ada di Selopamioro, pihaknya ingin ke depan masyarakat lebih peduli pada penanganan atau pengolahan pangan sehat.
“Jadi ini salah satu target kami untuk memberdayakan masyarakat atau UMKM di Selopamioro. Mungkin kami juga sampaikan informasi bahwa Bukit Darmo ini akan menjadi program premium Kabupaten Bantul. Kami diminta untuk mendesain, mengisi kontennya. Harapan kami bahwa ini akan menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Bantul,†jelasnya.
Pihaknya juga berharap, kawasan wisata Bukit Dermo melejit sebagai tujuan wisata di Indonesia. Ini tidak terlepas dari dukungan PT KBI membina Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nawungan, yang berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.
Dukung UMKM Pangan Lokal Selopamioro
Para mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gajah Mada (UGM) yang turut melakukan pendampingan pada Kelompok Wanita Tani, sedang membuat stiker ‘Mitra’ pada produk pangan hasil kerajinan masyarakat Bukit Dermo, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Rabu (17/3).
Ya, di etalase yang terbuat dari kayu berukuran sedang tersebut dipajang beberapa aneka produk hasil kerajinan masyarakat seperti berambang (bawang) goreng, tiwul instan, menggleng, keripik kenikir, keripik tempe, keripik pare, dan telang kering.
“Ini semua adalah produk-produk masyarakat Selopamioro yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani,†ucap Dosen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gajah Mada (UGM), Joko Nugroho Wahyu Kariyadi, kepada wartawan, Rabu (17/3/2021)
Dosen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gajah Mada (UGM), Joko Nugroho Wahyu Kariyadi bersama pelaku UMKM yang memproduksi telang kering di Bukit Dermo, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta,
Keberadaan FTP di lokasi tersebut, adalah sebagai pendampingan kepada UMKM pangan lokal, yang telah berjalan sejak tahun 2018 lalu.
“Kami mewakili UGM berterimakasih kepada PT KBI atas kerjasama ini. Kerjasama ini sebetulnya sudah berlangsung sejak 2018 dan lokasinya berpindah-pindah. Di tahun pertama kita fokus pada integrated farming system, dari program pengembangan kandang ternak terpadu. Dan Alhamdulillah, PT KBI mendapatkan penghargaan di tingkat nasional dengan program-program kerja sama produktif ini,†ujar Ketua Departemen Teknik dan Biosistem FTP UGM Prof Lilik Sutiarso, yang turut hadir di lokasi tersebut. (R03)
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News
Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
News
Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
News
Kapolsek Sipirok Turun Temui Warga Baringin, Serap Aspirasi dan Bahas Keamanan Lingkungan
News
Begal hingga Premanisme Dibidik, Timsus Serigala Sakti Bergerak Malam Hari di Padang Lawas
News
HUT Golkar ke62 Dari Ziarah Pahlawan, Irsan Efendi Nasution Ingatkan Golkar soal Tanggung Jawab kepada Rakyat
News
Momen Haru dan Bangga! Ketua MPC Pemuda Pancasila Padangsidimpuan Sambut Danyonif 123/RW dan 450 Prajurit Pulang dari Papua
News
Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel, Kapolres Padangsidimpuan Siap Dukung Pelaksanaan yang Kondusif dan Sukses
News
GEMPAR! Tanker Mongolia Diduga Bawa 2 Ton Sabu ke Belawan, Siapa Aktor di Balik Jaringan Internasional?
News
sumut24.co BELAWAN, Suasana hangat dan penuh keakraban terasa saat jajaran pengurus Gerakan Sosial Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) menyambu
kota