Ambal Warso ke-31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Jakarta I Sumut24.co Gabungan Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia (Gakoptindo) menyatakan harga tahudan tempe resmi naik sekitar 25 persen pada hari ini. Kenaikan harga terjadi di hampir seluruh daerah di tanah air.
Baca Juga:
“Per hari ini sudah mulai naik, mungkin sudah (diterapkan) 90 persen (di Indonesia). Kami sudah mulai produksi dan distribusi ke pasar-pasar, jadi tahu tempe sudah mulai ada lagi,” kata Ketua Umum Gakoptindo Aip Syaifuddin kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/1).
Aip merinci harga tahu dan tempe untuk kemasan kecil naik dari Rp4.000 menjadi Rp5.000 per kemasan. Sementara tahu dan tempe ukuran besar, harganya naik dari Rp8.000 menjadi Rp10 ribu per kemasan.
“Saya terima laporan dari berbagai daerah, dari Jawa Barat, DKI Jakarta, itu semua sudah mulai,” imbuhnya.
Aip mengatakan kenaikan tak semata-mata untuk mendongkrak keuntungan perajin saja. Pasalnya, kenaikan terjadi akibat mahalnya harga kedelai di dalam negeri.
Hal ini tak lepas dari dampak kenaikan harga kedelai di pasar internasional. Maklum saja, Indonesia mengandalkan kedelai impor sebagai bahan baku pembuat tahu dan tempe di dalam negeri.
Aip mengatakan kenaikan harga kedelai saat ini sejatinya sudah mencapai 37 persen, yaitu dari kisaran Rp7.000 menjadi Rp9.600 per kilogram (kg). Untuk itu, kenaikan harga tahu dan tempe sebesar 25 persen-an sebenarnya belum terlalu tinggi.
Terkait kondisi ini, Aip menyatakan para perajin tahu dan tempe memang masih dibayangi oleh kerugian. Namun, mereka sadar tidak bisa menaikkan harga secara signifikan secara cepat.
“Makanya dengan kenaikan ini, kami minta pemerintah atur lagi agar harga bisa stabil, karena kami ini juga tidak cari untung besar, yang penting sekadar bisa hidup dan makan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto mengatakan kenaikan harga kedelai di pasar dunia terjadi karena peningkatan permintaan hingga dua kali lipat dari China terhadap kedelai AS seiring meredanya ketegangan hubungan kedua negara.
Total pembelian China disebut naik dari 15 juta menjadi 30 juta ton.(red/cn)
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Usai Bertanding, Gubsu ke17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
kota
Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
News
Kinerja Kadis PUPR Tapsel Disorot Temuan BPK Rp1,345 Miliar, Proyek Bermasalah hingga Dipanggil KPK, Bupati Gus Irawan Diminta Segera Evalu
kota
Agus Syahdeman Diminta Kawal Pembangunan hingga Kantor Nagari Sungai Gando
kota
Pertandingan Persahabatan PTM Eksekutif Sumut dan Pasukan Pimpong Putrajaya Malaysia Pererat Silaturahmi
Sport
Gubsu Bobby Nasution Dorong Bank Sumut Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Sumatera Utara
kota
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
kota