Dua Terpidana Alkes RSUD Pirngadi Medan Kejatisu Segera Jemput Paksa

MEDAN|SUMUT24

Setelah sebelumnya pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menjemput ‪paksa satu terpidan, kini dua terpidana korupsi alat kesehatan (alkes) di RSUD Pirngadi Medan yakni Kamsir Aritonang (subkontraktor dari PT Graha Agung Lestra) dan Tuful
Zuhri Siregar (ketua panitia pengadaan barang) akan segera dijemput paksa.

Dua terpidana tersebut terbukti merugikan negara sebesar Rp 1,27 miliar dan hukuman satu tahun dua bulan penjara dan denda Rp50 juta subsider dua bulan kurungan.‬

‪”Surat panggilan ketiga dilayangkan terhadap kedua terpidana tidak juga dipenuhi maka kedua terpidana akan dijemput paksa oleh tim JPU,”
ungkap Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan
Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) Bobbi Sandri SH, Kamis (2/6).

‪Sebelumnya, terpidana Drs Arpen Nawawi selaku rekanan dari PT Indo
Farma Global Medica telah dieksekusi untuk mempertanggungjawabkan
perbuatannya di Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan pada Selasa (24/5) lalu. Terpidana dieksekusi oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).‬

‪”JPU akan melayangkan panggilan ketiga sekaligus penjemputan paksa,
jika kedua terpidana tidak memenuhi panggilan,” ujar Bobbi.‬

‪Sebelumnya, terpidana Jaksa mendakwa ketiga terdakwa melakukan korupsi dana dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI pada 2012. Dana itu dikucurkan Rp 5 miliar ke
RSUD Pirngadi Medan yang akan digunakan untuk pengadaan alkes dan KB.‬

‪Dalam pelaksanaan lelang, terdakwa Kamsir dan Tuful bekerja sama untuk
memenangkan PT Indo Farma Global Medica. “Selama proses pelelangan ada dua unit alat kesehatan yaitu alat anastesi yang diduga fiktif. Kedua
alat kesehatan itu seharga Rp 1,1 miliar. Setelah uang dipakai, alat
dimaksud tidak sampai ke RSUD Pirngadi Medan,” ungkap jaksa.‬

‪Ketiganya terbukti bersalah melanggar pasal 3 juncto 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (W05)