Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
News
Pidie Jaya | Sumut24 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya (Pijay) di awal tahun 2016 ini kembali melakukan gebrakan terhadap pedagang dengan melaksanakan penertiban terpadu yang meliputi penertiban pasar ikan Pangwa, Kecamatan Trienggadeng serta pedagang kaki lima yang berada di depan pendopo Bupati Pidie Jaya, Senin (11/01). Penertiban yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayahtul Hisba (WH), Kabupaten Pidie Jaya beserta sejumlah instansi terkait lainnya. Penertiban pedagang ikan yang ada di Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya sempat tegang. Pasalnya, para pedagang terkesan dipaksakan untuk berjualan di pasar yang sudah dibangun oleh pemerintah setempat. Pantauan wartawan dilokasi penertiban pedagang ikan Pangwa bahwa para pedagang mengaku enggan menempati pasar yang telah dibangun pemerintah setempat di karenakan fasilitas yang belum memadai seperti jalan masuk pasar masih sempit alias seperti lorong (gang) kecil. Meski pun para pedagang nanti akan menempati pasar itu di khawatirkan para pedagang akan terus merugi karena tidak ramainya pembeli yang akan mampir ke kawasan pasar itu. “ Seharusnya pemerintah dulunya sebelum membangun pasar ini hendaknya berembuk dulu dengan warga setempat agar pasar di tempatkan di lokasi yang mantap, maka kami pun tidak merugi,â€sebut pedagang di lokasi itu. Menurut Hamid, salah seorang pedagang ikan di Pangwa menyatakan dirinya dan beberapa pedagang lainnya enggan menempati pasar yang didirikan pemerintah karena tidak strategis tempatnya. “Seharusnya pemerintah membangun pasar yang bisa keluar masuk beserta area parkir yang memadai,â€sebut Hamid. Selain itu, para pedagang ikan pangwa sebelumnya pernah juga menempati pasar itu karena permintaan Pemerintah selama tiga bulan, tetapi hampir semua pedagang nyaris bangkrut akibat tidak adanya pembeli yang mau mampir ke pasar itu.Akhirnya para pedagang kembali berjualan di tempat biasa. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP),Dra.Asiah.MM, secara terpisah kepada Sumut24 menyatakan,bahwa penertiban terpadu yang dilakukan sepanjang jalan protokol dan di wilayah Kecamatan Trienggadeng serta Meureudu. Pelaksanaan itu dilakukan pihaknya secara gabungan yang melibatkan 140 personil yang terdiri dari semua unsur terkait. “Penertiban hari ini yaitu memindahkan pedagang ikan Pangwa dan Meureudu harus berjualan di pasar ikan yang telah di sediakan oleh pemerintah dan dilarang berjualan ikan atau daging / ayam di pinggir jalan raya serta tidak diperbolehkan berjualan di sembarangan tempat, hari ini juga kita membongkar kios-kios yang berjualan di depan toko karena mengganggu lalu lintas di karena sempitnya area parkir selama ini, “sebut Asiah. (Jam).
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
News
1,2 Kg Sabu Dimusnahkan Polresta Deli Serdang, Tiga Tersangka Gagal Edarkan Ribuan Dosis Narkoba".
kota
Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau
kota
HOME SWEET LOAN THE MUSICAL HADIRKAN PERJALANAN KALUNA KE ATAS PANGGUNG DENGAN LIMA LAGU BARU KARYA IDGITAFJakartasumut24.coAdaptasi musika
Umum
sumut24.co Medan Pemko Medan melalui Dinas Kominfo Kota Medan menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 T
kota
Dompet Dhuafa Waspada Gelar Ekselensia Leadership Camp untuk Penerima Beasiswa YES Angkatan VLangkatsumut24.co Dompet Dhuafa Waspada mengge
Umum
sumut24.co MedanKonsulat Jenderal (Konjen) India di Medan akan menggelar Acara Promosi Pariwisata IndiaSumatra di Grand Mercure Hotel,
Umum
Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Apartemen Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar
kota
Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan
kota
Sosok Gus Irawan Pasaribu di Mata Anto Genk Dari Anak Pedagang Beras Menjadi Bankir, Legislator, hingga Bupati Tapanuli Selatan
Politik