Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
Menelusuri Mutiara Yang Tersembunyi Di Hutan Marpunge Melalui Ekspesisi Gayo Lues I Sumut 24 Kawasan Pemukiman Marpunge yang memiliki fenomena alam yang tersembunyi serta jarang di miliki daerah lain di Nusantara ini,dengan keindahan hamparan pegunungan pasir putih di perkirakan seluas empat hektar yang melentang antaran danau segitiga Marpunge dengan jarak tempuh dua jam perjalanan dengan berjalan kaki menelusuri hutan Belentara yang menyimpan flora dan fauna yang terkandung di dalamnya .
Baca Juga:
- Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
- Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
- Gema Kemanusiaan TMMD 127: Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
Dalam hal tersebut untuk memastikan kekayaan hayati yang di milikinya,Bupati Gayo Lues H.Muhammad Amru pada saptu (29/2/2020) melakukan ekspedisi bersama lebih kurang 270 orang dari berbagai kalangan menelusuri perbukitan dari desa Singah Mulo dengan perjalanan panjang untuk menaklukan pengunungan hingga sampai kedua lokasi hamparan pasir putih serta danau segitiga Marpunge.Â
Sebelum tiba nya rombongan Bupati Gayo Lues kedesa Singah Mule,tim yang di panitiai oleh Suhaidi Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD),Kadis Perindustrian,Kadis Kesehatan,Kadis Capil,Sekretaris Bina Marga dan Kabag Umum,Kabag Ekonomi untuk mempersiapakan segala logistik untuk persediaan di hutan Marpunge.Â
Keesokan harinya Bupati Gayo Lues H.Muhammad Amru di dampingi Kepala Bapeda,Kadis Lingkugan Hidup tiba di desa Singah Mule,karena beliau langsung dari Banda Aceh tampa istrahat di Gayo Lues langsung kelokasi untuk untuk tahap pertama bupati menungangi sepeda motor bebek menelusuri jalan setapak hampir enam KM untuk meraih Kamp pertama bersama rombongan. Setelah tiba di kamp I,rombongan istrahat sejenak untuk Sholat Zuhur berjamaah yang di imami Bupati dan makan siang untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Sekira pukul 13 wib rombongan mulai menelusuri perjalanan yang cukup melelahkan menelusuri perbukitan naik turun,pada akhirnya rombongan bisa mengijakan kaki di hamparan luas yang mereka sebut pasir putih yang bau nya sangat menyegat seperti aroma belerang.
Setelah tiba di hamparan pasir putih sekitar pukul 15.30 para rombongan yang di pimpin Bupati Gayo Lues tersebut,dengan keringat yang bercucuran,baju sudah basah kuyub letih terasa hilang saat menikmati indah nya pemandangan pasir putih yang di kelilingi bukit serta berbagai pohon yang menyerupai tumbuhan yang berbagai bentuk warna yang megelilingi hamparan pasir putih. Jarak tempuh untuk beristirahat di Kamp II telah di depan mata,rombongan tersebut di sambut oleh beberapa organisasi untuk berteduh di kemah yang sudah tersedia. Setelah meneguk kopi panas untuk menghilangkan dahaga selalanjutnya para rombongan menunaikan shalat magrib bersama bisanya sepi di hutan tapi kini seperti arena pertunjukan dari segala sudut terlihat lampu menyala menghiasi hutan belentara yang di iringi kicauan binatang. Sebelum pajar membuka,terlihat semua tempat berteduh menghidupkan sinar lampu untuk mempersiapkan perjalan selanjutnya untuk menuju lokasi danau segitiga marpunge. Sekitar pukul 7 pagi para rombongan yang di pandu Amru mengelar apel persiapan dan sambil berdoa untuk melangkah ketempat tujuan. Dengan perjalanan berkisar dua jam rombongan tiba di bibir danau segitiga,dengan bangga melihat anugrah Ilahi yang tersembunyi di hutan belantara yang cocok di fungsikan objek wisata serta bahan penelitian untuk kedepannya. Setelah puas melihat fanorama yang tumbuh di seputaran danau,rombongan mempersiapkan diri kembali turun gunung untuk beranjak kedesa Singah Mule. Dari sekian banyak nya anggota rombongan,satu persatu turun dari pengunungan kedesa Singah Mule,hingga pertengahan malam para rombongan meningalkan desa Singah Mule untuk menuju kerumah masing-masing tampa ada kendala nya. Semogga dengan ada nya tim Ekspedisi yang terbesar kali ini dapat bermampaat bagi Gayo Lues terutama masyarakat setempat dan juga kecamatan Putri Betung untuk meningkatkan ekonomi kedepannya,sebagai sumber langsung Wartawan Sumut 24 Gayo Lues yang ikut serta dalam evant ekspedisi ini. (DAUD)
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
kota
Gema Kemanusiaan TMMD 127 Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
kota
Di Pondok Sederhana Sangkunur, Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel Jadi Penolong bagi Ibu Siti Halimah
kota
Di Bawah Terik Matahari, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Sertu Himsar Panjaitan Cat Toren Sumur Bor Demi Air Bersih Warga Sangkunur
kota
Kuas Pengabdian Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Percantik Wajah Baru Fasilitas Air Sangkunur
kota
Keringat Prajurit untuk Rakyat Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Bantu Wujudkan Rumah Impian Warga
kota
Bukan Main! Rumah Impian Pak Anton Akhirnya Terwujud di Tangan Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel
kota
sumut24.co MEDAN , Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini berada di fase penting dalam sejarah panjangnya sebagai salah satu perguruan t
kota
sumut24.co ASAHAN, Masjid Agung H.Achmad Bakrie di Jalan Jendral Sudirman (Jalinsum), Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat, me
News