Kamis, 07 Mei 2026

Peringatan Setahun Pengungsi Rohingya di Aceh

Administrator - Senin, 16 Mei 2016 11:19 WIB
Peringatan Setahun Pengungsi Rohingya di Aceh

Langsa I SUMUT24 Setahun kedatangan pengungsi etnis muslim Rohingya di Aceh diperingati oleh Satgas yang bekerjasama dengan Konsorsium LSM peduli kemanusiaan dan Forum Anak Kota Langsa terpusat di Kantor P2TP2A Jalan Panglima Polem Langsa, Minggu ( 15/5 ). Menurut Iswantoro Adinugroho koordinator konsorsium LSM Peduli Kemanusiaan Rohingya kepada wartawan, Sabtu petang (14/5) usai acara bedah buku “Drama Pengungsi Rohingya di Aceh” di Aula Kantor P2TP2A, peringatan setahun kedatangan pengungsi Rohingya selama 2 hari diisi dengan berbagai kegiatan. Seperti pameran foto dan vidio serta lomba mewarnai gambar tingkat anak TK diikuti 352 anak dan 12 diantaranya anak pengungsi Rohingya, selain itu sejumlah Anak Rohingya juga sudah tergabung bersekolah di SDN 13 Matang Seulimeng dan di PAUD Lhok Banie Langsa. Selanjutnya kegiatan lomba ciptaan puisi tingkat pelajar SMP dan SMA sederajat wilayah pantai timur diikuti Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang. Dari 142 karya puisi yang masuk, semua bercerita tentang pengungsi Rohingya sesuai dengan tema kita “Rohingya Adalah Kita”. dan puisi tersebut menitip doa, harapan serta pesan untuk pemimpin dunia dan Presiden RI agar supaya pengungsi Rohingya ditangani dengan baik, sebut Iswantoro Suriyatno, SP. MSP Wasatgas Peduli Rohingya ditempat yang sama kepada wartawan mengatakan, kendati limit waktu penanganan bagi pengungsi Rohingya sudah memasuki tenggang waktu setahun bukan berarti selesai. “Kita tetap melakukan pelayanan bagi mereka sampai terbitnya keputusan final, apakah para pengungsi Rohingya harus tetap atau pindah ketempat lain dan ini merupakan kebijakan pemerintah pusat,” katanya. Sementara belum ada keputusan maka Satgas Kota Langsa tetap menangani sebagaimana biasa sampai ada kepastian. Karena kemudian dengan persoalan konflik yang terjadi di dunia termasuk Indonesia memiliki catatan terakhir menampung 13.500 pengungsi Rohingya, Banglades dan beberapa lainnya. Termasuk pengungsi di rumah detensi perlu dikelola dengan baik dan kalau memang kita ingin menjadi negara yang menerima mereka sudah pasti harus di ratifikasi jika tidak ingin menerima mereka maka harus segera ada penekanan pada lembaga luar negeri terutama UNHCR agar supaya mereka di Resettlement kenegara ketiga yang aman (Konvensi Pengungsi 1951 dan Protokol 1967). Jika belum ada keputusan maka pemerintah daerah mendapat tugas dari pemerintah pusat untuk mengelola mereka (pengungsi etnis muslim Rohingya) sampai ada keputusan, jelas Suriyatno, usai acara bedah buku. Peringatan setahun kedatangan pengungsi etnis muslim Rohingya selama dua hari ini diakhiri dengan membuka Panggung Seni dan Gembira.( Han )

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
4 Kali Beraksi di Yayasan Amalia Maling 5 Laptop dan 2 Set AC Ditangkap Polsek Medan Area
Kasus Korupsi 52,5 Milyar : Kajatisu Baru Buka Suara, Kasus Hibah KONI Asahan Bakal Diusut Lagi ?
Tinjau Progres Pemulihan Pascabencana Banjir & Longsor Sumatra, UNIQLO Menyapa Langsung
Rumah Singgah YBM PLN Ringankan Langkah Safrida Jalani Pengobatan di Medan
SPKLU PLN Presisi Ultra Fast Charging Pertama di Lingkungan Polda se-Indonesia Resmi Beroperasi di Polda Sumut
JNE Kecam Aksi Pembegalan Kurir di Bandung, Berikan Apresiasi kepada Ksatria JNE
komentar
beritaTerbaru