PANIC BUYING MINYAK: SIAPA YANG MENYEBABKANNYA DAN SEBERAPA SIAP INDONESIA HADAPI BADAI GEOPOLITIK?
PANIC BUYING MINYAK SIAPA YANG MENYEBABKANNYA DAN SEBERAPA SIAP INDONESIA HADAPI BADAI GEOPOLITIK?
kota
Gayo Lues | Sumut24
Baca Juga:
- PANIC BUYING MINYAK: SIAPA YANG MENYEBABKANNYA DAN SEBERAPA SIAP INDONESIA HADAPI BADAI GEOPOLITIK?
- Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
- Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
Wakil Bupati Gayo Lues, H. Said Sani, membuka acara kegiatan Muzakarah Pengkajian Islam yang diselenggarakan MPU selama dua hari di Hotel Marmas, Desa Gele, Kecamatan Blangkejeren pada kemarin siang.
Dalam sambutannya, wakil bupati menyampaikan, acara muzakarah pengkajian keislaman merupakan suatu aktivitas yang harus dilakukan, hal tersebut mengingat permasalahan umat sangat dinamis dan perkembangan yang terus bergulir dari waktu ke waktu, permasalahan yang dulu tidak ada, sekarang mulai ada.
Wakil Bupati melanjutkan, pengkajian muzakarah sangat perlu dilakukan untuk memberikan solusi terhadap problematika yang dihadapi masyarakat saat ini, terlebih terbitnya qanun yang mengharuskan disemua lini kehidupan termasuk adat dan kearifan lokal berada dalam rambu syari’at Islam.
“Sesuai amanat Qanun Aceh nomor 2 tahun 2009 tentang Majelis permusyawaratan Ulama berfungsi memberikan nasihat dan bimbingan kepada masyarakat berdasarkan ajaran Islam,” ungkapnya.
Ketua Panitia MPU dalam laporannya menerangkan, tujuan kegiatan muzakarah untuk menginventarisir permasalahan yang timbul di tengah-tengah masyarakat Gayo Lues, seputar tema zakat dan pernikahan, serta mendiskusikan permasalahan yang muncul untuk dicari jalan penyelesaiannya dan mendiskusikan rekomendasi dari hasil muzakarah dan mensosialisasikannya kepada masyarakat Gayo Lues.
Sementara Ketua MPU Tgk. Kasimudin Ghazali menyebutkan, acara Muzakarah adalah agenda tahunan MPU untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat Gayo Lues. Dirinya berharap kepada para peserta untuk menginventarisir permasalahan-permasalahan aktual di kecamatan masing-masing.
“Narasumber dan peserta agar dapat berdiskusi secara aktif untuk melahirkan rekomendasi terkait masalah yang dibahas, tentang zakat dan pernikahan. Mudah-mudahan hasil yang dirumuskan nantinya dapat disosialisasikan kepada masyarakat Gayo Lues,” pintanya.
Kegiatan ini melibatkan sebanyak 50 peserta terdiri dari Imam, tokoh masyarakat dan tokoh adat dari Kecamatan yang ada di Gayo Lues. Dengan menghadirkan narasumber dari internal Majelis Permusyawarahan berjumlah 4 orang, biaya bersumber dari dana APBK MPU. (daud)
PANIC BUYING MINYAK SIAPA YANG MENYEBABKANNYA DAN SEBERAPA SIAP INDONESIA HADAPI BADAI GEOPOLITIK?
kota
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
kota
Gema Kemanusiaan TMMD 127 Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
kota
Di Pondok Sederhana Sangkunur, Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel Jadi Penolong bagi Ibu Siti Halimah
kota
Di Bawah Terik Matahari, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Sertu Himsar Panjaitan Cat Toren Sumur Bor Demi Air Bersih Warga Sangkunur
kota
Kuas Pengabdian Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Percantik Wajah Baru Fasilitas Air Sangkunur
kota
Keringat Prajurit untuk Rakyat Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Bantu Wujudkan Rumah Impian Warga
kota
Bukan Main! Rumah Impian Pak Anton Akhirnya Terwujud di Tangan Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel
kota
sumut24.co MEDAN , Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini berada di fase penting dalam sejarah panjangnya sebagai salah satu perguruan t
kota