Kamis, 07 Mei 2026

Wabub Harapkan Petani Gunakan Pupuk Organik Untuk Budidaya Cacao

Administrator - Kamis, 17 Oktober 2019 15:59 WIB
Wabub Harapkan Petani Gunakan Pupuk Organik Untuk Budidaya Cacao

GAYO LUES | SUMUT24.co

Baca Juga:

Dalam budidaya tanaman coklat petani harus rutin melakukan penyiangan gulma maupun obat-obatan untuk meningkatkan produksi coklat yang maksimal di kalangan petani.

Kabupaten Gayo Lues salah satu kabupaten yang telah berhasil mengembangkan comoditi tanaman coklat di provinsi Aceh dan mutu nya dapat bersaing dari daerah lainnya. Namun SDM para petani belum memadai sehingga menjadi kendala untuk membudidayakan tanaman coklat yang maksimal.

Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani kemarin dalam acara Duek pakat Se-Aceh yang di gelar di kecamatan Putri Betung mengatakan, dalam budidaya tanaman coklat para petani harus mengunakan pupuk organik maupun obat-obatan tidak mengandung bahan kimia.

Supaya pemasarannya tidak terganggu dengan isu mengangdung bahan kimia seperti isu kopi Gayo baru-baru ini terjadi. Dari hal tersebut kata Said Sani, perlu du lakukan bimbingan dan teknis budidaya melalui sekolah lapangan.

Untuk itu perlu bimbingan dari mantri Cacao untuk melatih petani agar mahir membudidayakan tanaman coklat secara organik.

Memang kami dari Pemkab Gayo Lues akan membangun Klinik Cacao di kecamatan Putri Betung, semoga program tersebut bisa sejalan dengan Provinsi dan Pusat untuk meningkatkan produksi cacao di Gayo Lues dan kabupaten lain di Aceh.

Sementara Kadis Pertanian Gayo Lues Zakaria S. Hut, MP menjelaskan, saya sangat mendukung program Bapak Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues untuk meningkatkan mutu dan pengetahuan petani coklat di Gayo Lues ini.

Menjadi kendala di lapangan akibat minim nya SDM para petani merawat serta menangkal penyebaran hama penyakit sehingga produksi cacao kurang maksimal.

Kalau di lakukan pelatihan dan pendampingan,Insya Allah Gayo Lues akan menjadi sentral produksi cacao terbesar di provinsi Aceh.

Camat Putri Betung Muhammad Jon menambahkan,pada musim panen coklat di kecamatan Putri Betung,pingiran jalan raya di jadikan lokasi pengeringan biji coklat.

Untuk itu saya harapkan pihak pemerintah Pusat melalui kementrian Pertanian dapat membantu membangun pengeringan biji coklat di daerah ini.

Akibat pingiran jalan si jadikan lahan pengeringan coklat sangat mengangu fasilitas umum, karena lokasi penjemuran coklat di masyarakat tidak mendukung sangat terpaksa pingiran jalan raya di gunakan menjemur coklat untuk pengeringan.

Mengenai pemasaran di wilayah kecamatan Putri Betung tambah camat, masih tergantung toke dari Kuta Cane Agara. Dengan harga di pasaran kurang menentu sehingga merugikan kalangan petani, hampir setiap hari puluhan toke dari Kuta Cane berkeliaran untuk membeli coklat dari wilayah kecamatan Putri Betung, paparnya.(daud)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
4 Kali Beraksi di Yayasan Amalia Maling 5 Laptop dan 2 Set AC Ditangkap Polsek Medan Area
Kasus Korupsi 52,5 Milyar : Kajatisu Baru Buka Suara, Kasus Hibah KONI Asahan Bakal Diusut Lagi ?
Tinjau Progres Pemulihan Pascabencana Banjir & Longsor Sumatra, UNIQLO Menyapa Langsung
Rumah Singgah YBM PLN Ringankan Langkah Safrida Jalani Pengobatan di Medan
SPKLU PLN Presisi Ultra Fast Charging Pertama di Lingkungan Polda se-Indonesia Resmi Beroperasi di Polda Sumut
JNE Kecam Aksi Pembegalan Kurir di Bandung, Berikan Apresiasi kepada Ksatria JNE
komentar
beritaTerbaru