Seorang Oknum Perwira Brimob Diduga Pukul Pedagang Monza di Tanjungbalai
Medan sumut24.co Seorang oknum perwira Brimob berinisial NL diduga melakukan pemukulan terhadap seorang pedagang di pasar Jalan D.I Panjai
Hukum
GAYO LUES | SUMUT24.co
Baca Juga:
Dalam budidaya tanaman coklat petani harus rutin melakukan penyiangan gulma maupun obat-obatan untuk meningkatkan produksi coklat yang maksimal di kalangan petani.
Kabupaten Gayo Lues salah satu kabupaten yang telah berhasil mengembangkan comoditi tanaman coklat di provinsi Aceh dan mutu nya dapat bersaing dari daerah lainnya. Namun SDM para petani belum memadai sehingga menjadi kendala untuk membudidayakan tanaman coklat yang maksimal.
Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani kemarin dalam acara Duek pakat Se-Aceh yang di gelar di kecamatan Putri Betung mengatakan, dalam budidaya tanaman coklat para petani harus mengunakan pupuk organik maupun obat-obatan tidak mengandung bahan kimia.
Supaya pemasarannya tidak terganggu dengan isu mengangdung bahan kimia seperti isu kopi Gayo baru-baru ini terjadi. Dari hal tersebut kata Said Sani, perlu du lakukan bimbingan dan teknis budidaya melalui sekolah lapangan.
Untuk itu perlu bimbingan dari mantri Cacao untuk melatih petani agar mahir membudidayakan tanaman coklat secara organik.
Memang kami dari Pemkab Gayo Lues akan membangun Klinik Cacao di kecamatan Putri Betung, semoga program tersebut bisa sejalan dengan Provinsi dan Pusat untuk meningkatkan produksi cacao di Gayo Lues dan kabupaten lain di Aceh.
Sementara Kadis Pertanian Gayo Lues Zakaria S. Hut, MP menjelaskan, saya sangat mendukung program Bapak Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues untuk meningkatkan mutu dan pengetahuan petani coklat di Gayo Lues ini.
Menjadi kendala di lapangan akibat minim nya SDM para petani merawat serta menangkal penyebaran hama penyakit sehingga produksi cacao kurang maksimal.
Kalau di lakukan pelatihan dan pendampingan,Insya Allah Gayo Lues akan menjadi sentral produksi cacao terbesar di provinsi Aceh.
Camat Putri Betung Muhammad Jon menambahkan,pada musim panen coklat di kecamatan Putri Betung,pingiran jalan raya di jadikan lokasi pengeringan biji coklat.
Untuk itu saya harapkan pihak pemerintah Pusat melalui kementrian Pertanian dapat membantu membangun pengeringan biji coklat di daerah ini.
Akibat pingiran jalan si jadikan lahan pengeringan coklat sangat mengangu fasilitas umum, karena lokasi penjemuran coklat di masyarakat tidak mendukung sangat terpaksa pingiran jalan raya di gunakan menjemur coklat untuk pengeringan.
Mengenai pemasaran di wilayah kecamatan Putri Betung tambah camat, masih tergantung toke dari Kuta Cane Agara. Dengan harga di pasaran kurang menentu sehingga merugikan kalangan petani, hampir setiap hari puluhan toke dari Kuta Cane berkeliaran untuk membeli coklat dari wilayah kecamatan Putri Betung, paparnya.(daud)
Medan sumut24.co Seorang oknum perwira Brimob berinisial NL diduga melakukan pemukulan terhadap seorang pedagang di pasar Jalan D.I Panjai
Hukum
Jakarta Sumut24.co PT PLN Indonesia Power Services, PT Barata Indonesia (Persero), dan Technofit Sdn Bhd Malaysia sepakat mengembangkan pu
News
Sosok Ipda Yayat Sudrajat, Diduga Miliki Belasan Aset Mewah yang Dipantau KPK dan Fakta Pernah Diperiksa Propam
News
Bank Sumut Raih Penghargaan OJK sebagai Bank Teraktif Melakukan Literasi Keuangan ke Sekolah
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Bank Sumut Cabang Kisaran menggelar kegiatan Gathering Kredit Pra Pensiun Kabupaten
News
sumut24.co ASAHAN, Lembaga Penegakan Supremasi Hukum (LPSH) Cabang Asahan kembali mengirimkan surat resmi ke Kejaksaan Agung maupun Kejaksa
News
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum memperkuat agenda keberlanjutan melalui inovasi di sektor lingkung
News
Kejar Target PAD 2026, Wagub Sumut Minta OPD dan BUMD Bergerak Bersama
News
Penanganan Bencana di Solok Pemko Payakumbuh Kirim 56 Personel dan Peralatan Bantu
News
2 Maling AC Ditangkap Polsek Medan Area
Hukum