Minggu, 08 Maret 2026

Pemuda Jamur Gele Olah Biji Coklat Jadi Bahan Siap Saji

Administrator - Rabu, 21 Agustus 2019 14:43 WIB
Pemuda Jamur Gele Olah Biji Coklat Jadi Bahan Siap Saji

GAYO LUES | SUMUT24.co

Baca Juga:

Muhammad Din (30), salah satu warga Kampung Uning Pune dusun Jamur Gele, Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues berhasil kembangkan biji caklat di jadikan makanan siap saji.

 

Muhammad Din salah satu tenaga honorer dan juga sebagai petani coklat menekuni usaha usaha nya di bidang budidaya tanaman coklat. Namun dia pernah memijakan kakinya ke pulau Jawa untuk mencari ilmu dan pengalaman hidup,namun secara kebetulan dia bertemu dengan seseorang pengusaha pengolah biji coklat menjadi makanan siap saji.

 

Dengan menjalin hubungan dengan pengusaha tersebut,sehingga di berikan ilmu untuk membuat bahan baku coklat di olah menjadi bahan jadi, saat di komfirmasi Sumut 24 di kediaman nya.

 

Untuk mendukung pengembangan pengolahan biji coklat dari bahan baku menjadi bahan siap saji, perlu dukungan  semua pihak, untuk di jadikan industri pengolahan biji menjadi bahan siap saji dan siap bersaing di pasaran.

 

Terutama pihak Pemerintahan Kampung Uning Pune, untuk menyediakan fasilitas yang memadai,sehingga mematikan rantai para tengkulak yang biasa membuat harga pasaran seenaknya dan juga bisa merekrut tenaga kerja dari masyarakat Uning Pune serta meningkatkan harga comoditi coklat masyarakat setempat.

 

Pengulu kampung Uning Pune Rabi Thalip pada rabu (21/8/2019) memaparkan, dari pengolahan coklat dari biji menjadi makanan siap saji dari saudara Muhammad Din,aroma rasa sangat berbeda di bandingkan coklat yang di jual di pasaran. Mungkin bahan baku nya yang di gunakan oleh Muhammad Din tampa ada campuran bahan lain, sehingga rasa dan aroma begitu enak, bila di jual kepasaran Insya Allah menjadi incaran. Mungkin dari faktor peralatan masih minim sehingga menjadi kendala untuk pengembangan nya.

Dia menambahkan,untuk mendukung keberlanjutan usaha yang di buka nya, perlu di dukung oleh Pemerintah daerah Gayo Lues, untuk membuka lapangan kerja di kalangan para pemuda serta meningkatkan harga comoditi coklat. Untuk itu harapan kita agar Pemkab dapat memberikan  bantuan alat pengolahan coklat dari bahan baku kebahan jadi,karena yang di milikinya masih mini, paparnya. (daud)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Gubsu dan Fenomena Panic Buying: Antara Edukasi dan Realitas di Lapangan
Wabup Solok Besuk Bayi Terlantar di Puskesmas Bukit Sileh.
PANIC BUYING MINYAK: SIAPA YANG MENYEBABKANNYA DAN SEBERAPA SIAP INDONESIA HADAPI BADAI GEOPOLITIK?
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
Gema Kemanusiaan TMMD 127: Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
komentar
beritaTerbaru