Minggu, 08 Maret 2026

Festival Tari Saman Guncang Aceh, Pembukaan Festival Tari Saman Dihadiri PLT Gubernur

Administrator - Selasa, 20 Agustus 2019 15:04 WIB
Festival Tari Saman Guncang Aceh, Pembukaan Festival Tari Saman Dihadiri PLT Gubernur

Gayo Lues | Sumut 24

Baca Juga:

Festival Tari Saman secara resmi dibuka dan dihadiri PLT Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan sejumlah petinggi beberapa kabupaten, Senin (19/8/2019) sekira pukul 20.15 WIB. Acara yang diikuti beberapa kabupaten di Provinsi Aceh ini digelar di Stadion Seribu Bukit Gayo Lues.

Hadir dalam acara ini, sejumlah petinggi beberapa kabupaten,seperti ketua DPRK Gayo Lues, Wakil Bupati Bener Meriah, Wakil Bupati Aceh Tenggara, Wakil Bupati Aceh Tengah, Perwakilan Kemenko PMK,Sekretaris DITJEN Kebudayaan RI, Kementrian Pariwisata RI, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Forkopimda Kabupaten Gayo Lues serta Muspida plus di Pemkab Gayo Lues.

“Dalam kegitan Ceremony Festival Saman di Gayo Lues sebagai tindak lanjut kegiatan Gayo Lues Festival tahun 2018 lalu. Kegiatan ini merupakan Aceh’s top 3 event serta masuk dalam 100 event bergengsi pada Calender of Event Nasional,” ujar Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru saat pidato.

Amru juga mengatakan, Festival Saman merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia yang didukung oleh kementrian Pendidikan dan kebudayaan serta Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.

“Kegiatan Festival saman merupakan hasil inisiasi kegiatan pada tahun 2018 yaitu kegiatan Gayo Lues Mountain Festival yang salah satunya adalah festival saman,” jelasnya.

Kegiatan Festival Saman ini sambungnya juga didukung oleh kegiatan The light of aceh yang melibatkan talent-talent dalam menyemarakkan acara serta publisitas kegiatan.

“Rangkaian acara besar festival saman juga di tampilkan Festival the light of aceh. Diopening Ceremoni panitia menampilkan tarian massal Ratoh Jaroe, serta penampilan grup Saman dari Gayolues dan tampilan tari putri-putri Gayolues dari Aih Aunan,” jelasnya.

Festival lomba saman melibatkan 17 peserta yang berasal dari kabupaten/kota serta group-gruop saman se Aceh. Juga tampilan artis aceh dan artis lokal serta penyerahan hadiah pada acara penutupan di hari terakhir acara Festival Saman. Gubernur Aceh juga menambahkan, pelaksanaan festival saman adalah salah satu bukti nyata perwujudan pembangunan aceh yang terarah,sebagai implementasi pembangunan manusia dan kebudayaan yang terukur berkesinambungan dan terarah.

“Tahun 2011 Unesco mengakui saman sebagai warisan budaya tak benda milik dunia,ini merupakan kebanggaan kita sebagai bangsa indonesia,tahun 2015 dilaksanakan tari saman yang diikuti 10.001 orang bertempat di Gayo Lues,dan berhasil mencatat rekor muri di musium rekor indonesia MURI sebagai bukti bahwa Saman selalu eksis dalam kehidupan masyarakat Gayolues dan memiliki pendukung kebudayaan yang besar,” pungkasnya. (daud)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tingakatkam Patroli Malam, Polresta Deli Serdang Antisipasi Gangguan Kamtibmas Di Bulan Ramadhan*
Gubsu dan Fenomena Panic Buying: Antara Edukasi dan Realitas di Lapangan
Wabup Solok Besuk Bayi Terlantar di Puskesmas Bukit Sileh.
PANIC BUYING MINYAK: SIAPA YANG MENYEBABKANNYA DAN SEBERAPA SIAP INDONESIA HADAPI BADAI GEOPOLITIK?
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
komentar
beritaTerbaru