Kamis, 07 Mei 2026

Cari Tiram Bantu Ringankan Ekonomi Keluarga.

Administrator - Senin, 05 Juni 2017 07:57 WIB
Cari Tiram Bantu Ringankan Ekonomi Keluarga.

PIDIE JAYA | SUMUT24

Baca Juga:

Walau terbit matahari di ufuk timur belum terlihat jelas dan samar-samar, begitu juga dengan udara pagi yang masih terasa dingin, namun tidak menghalangi sejumlah kaum wanita untuk menyurutkan langkah kakinya menuju arah arah sungai.

Sembari berjalan berbaris dan tertatih-tatih di perbatangan tambak dengan timba di tangannya, kaum wanita yang tinggal di Pesisir Dusun Bale Ara, Gampong Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, menelusuri sungai pangwa untuk mencari tiram.

Bahkan para kaun wanita tersebut terlihat sanggup berjam-jam berendam di sungai untuk mendapatkan dan mengumpulkan tiram. Jika diperhatikan secara teliti, tiram yang memiliki kulit/cangkag yang tajam dan dapat mencederai tapak kakinya, namun mereka terlihat sabar menunggu dan mencari.

Akan tetapi, bagi kaum wanita pesisir ini, mencari tiram bukanlah sesuatu pekerjaan yang baru, akan tetapi sudah menjadi sumber dan kebutuhan rutin. Hasilnya yang didapat, bisa membantu ekonomi keluarga mereka.

Terkadang dengan cara bergerombol/kelompok, pada setiap pagi harinya mereka sudah harus mengarungi sungai Pangwa. Dalam satu hari rata-rata mereka bisa mendapatkan pundi rupiah Rp 20.000 hingga 30.000 rupiah.

“Untuk mendapatkan tiram, kami tidak hanya di sungai pangwa. Terkadang, dengan cara berkelompok, kami mencari tiram hingga sampai ke Banda Aceh dengan menyewakan mobil pick up,” ungkap, Maneh (60) salah seorang pencari tiram, Minggu (3/06).

Kendati sudah mendapatkan hasil tiram yang di kumpulkan dari sungai sambung Maneh, tidaklah langsung di jual. Melainkan direbus terlebih dahulu hingga setengah jam lamanya kemudian kulitnya lalu di kupas. Barulah isi tiramnya di jual kepasar.

Maneh menyebutkan, pekerjaan mencari tiram sudah menjadi rutinitas perempuan di pesisir dusun bale ara. Karena pekerjaan lain pun untuk menghidupkan dapur pun tidak ada.

“Beginilah kondisi kami (wanita-red) di sini. Bagi yang sudah berkeluarga dapat membantu suami mencari nafkah yang bekerja sebagai petani tambak,” kata Mane. (Mal)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
4 Kali Beraksi di Yayasan Amalia Maling 5 Laptop dan 2 Set AC Ditangkap Polsek Medan Area
Kasus Korupsi 52,5 Milyar : Kajatisu Baru Buka Suara, Kasus Hibah KONI Asahan Bakal Diusut Lagi ?
Tinjau Progres Pemulihan Pascabencana Banjir & Longsor Sumatra, UNIQLO Menyapa Langsung
Rumah Singgah YBM PLN Ringankan Langkah Safrida Jalani Pengobatan di Medan
SPKLU PLN Presisi Ultra Fast Charging Pertama di Lingkungan Polda se-Indonesia Resmi Beroperasi di Polda Sumut
JNE Kecam Aksi Pembegalan Kurir di Bandung, Berikan Apresiasi kepada Ksatria JNE
komentar
beritaTerbaru