Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
PIDIE JAYA | SUMUT24
Baca Juga:
- Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
- Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
- Gema Kemanusiaan TMMD 127: Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
Walau terbit matahari di ufuk timur belum terlihat jelas dan samar-samar, begitu juga dengan udara pagi yang masih terasa dingin, namun tidak menghalangi sejumlah kaum wanita untuk menyurutkan langkah kakinya menuju arah arah sungai.
Sembari berjalan berbaris dan tertatih-tatih di perbatangan tambak dengan timba di tangannya, kaum wanita yang tinggal di Pesisir Dusun Bale Ara, Gampong Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, menelusuri sungai pangwa untuk mencari tiram.
Bahkan para kaun wanita tersebut terlihat sanggup berjam-jam berendam di sungai untuk mendapatkan dan mengumpulkan tiram. Jika diperhatikan secara teliti, tiram yang memiliki kulit/cangkag yang tajam dan dapat mencederai tapak kakinya, namun mereka terlihat sabar menunggu dan mencari.
Akan tetapi, bagi kaum wanita pesisir ini, mencari tiram bukanlah sesuatu pekerjaan yang baru, akan tetapi sudah menjadi sumber dan kebutuhan rutin. Hasilnya yang didapat, bisa membantu ekonomi keluarga mereka.
Terkadang dengan cara bergerombol/kelompok, pada setiap pagi harinya mereka sudah harus mengarungi sungai Pangwa. Dalam satu hari rata-rata mereka bisa mendapatkan pundi rupiah Rp 20.000 hingga 30.000 rupiah.
“Untuk mendapatkan tiram, kami tidak hanya di sungai pangwa. Terkadang, dengan cara berkelompok, kami mencari tiram hingga sampai ke Banda Aceh dengan menyewakan mobil pick up,” ungkap, Maneh (60) salah seorang pencari tiram, Minggu (3/06).
Kendati sudah mendapatkan hasil tiram yang di kumpulkan dari sungai sambung Maneh, tidaklah langsung di jual. Melainkan direbus terlebih dahulu hingga setengah jam lamanya kemudian kulitnya lalu di kupas. Barulah isi tiramnya di jual kepasar.
Maneh menyebutkan, pekerjaan mencari tiram sudah menjadi rutinitas perempuan di pesisir dusun bale ara. Karena pekerjaan lain pun untuk menghidupkan dapur pun tidak ada.
“Beginilah kondisi kami (wanita-red) di sini. Bagi yang sudah berkeluarga dapat membantu suami mencari nafkah yang bekerja sebagai petani tambak,” kata Mane. (Mal)
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
kota
Gema Kemanusiaan TMMD 127 Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
kota
Di Pondok Sederhana Sangkunur, Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel Jadi Penolong bagi Ibu Siti Halimah
kota
Di Bawah Terik Matahari, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Sertu Himsar Panjaitan Cat Toren Sumur Bor Demi Air Bersih Warga Sangkunur
kota
Kuas Pengabdian Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Percantik Wajah Baru Fasilitas Air Sangkunur
kota
Keringat Prajurit untuk Rakyat Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Bantu Wujudkan Rumah Impian Warga
kota
Bukan Main! Rumah Impian Pak Anton Akhirnya Terwujud di Tangan Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel
kota
sumut24.co MEDAN , Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini berada di fase penting dalam sejarah panjangnya sebagai salah satu perguruan t
kota
sumut24.co ASAHAN, Masjid Agung H.Achmad Bakrie di Jalan Jendral Sudirman (Jalinsum), Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat, me
News