Minggu, 08 Maret 2026

11.668 Rumah dan 61 Masjid Rusak

Administrator - Selasa, 13 Desember 2016 08:53 WIB
11.668 Rumah dan 61 Masjid Rusak

Meureudu | SUMUT24

Baca Juga:

Gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter mengguncang Pidie Jaya, Aceh. Akibat gempa Aceh tersebut, banyak bangunan yang rusak dan roboh.

“Kerusakan fisik akibat gempa meliputi rumah 11.668 unit, masjid 61 unit, meunasah 94 unit, ruko 161 unit, kantor pemerintahan 10 unit, fasilitas pendidikan 16 unit, dan lainnya. Pendataan detail masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Senin (12/12).

Sementara itu, Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi selaku Komandan Satgas Tanggap Darurat di Pidie Jaya mengatakan, data terkait kerusakan infrastruktur, rumah, ruko, fasilitas umum seperti kantor pemerintah, pendidikan, masjid, dan lainnya belum diterima dengan sempurna.

“Camat telah diperintahkan sampaikan hari ini (Senin,red) untuk disampaikan sebagai data sementara. Rumah yang hancur dan berapa yang rusak berat, sedang dan ringan harus segera didata dan dilaporkan ke posko utama,” kata Said.

Dia menjelaskan, data kerusakan rumah diperlukan terkait dengan rencana pemerintah memberikan bantuan stimulan nantinya.

Sementara itu, Kepala BNPB Willem Rampangilei yang terus berada di lokasi bencana sejak hari pertama kejadian gempa di Pidie Jaya mengatakan, Presiden Jokowi telah memerintahkan kepada para menteri terkait untuk terjun ke lapangan. Panglima TNI juga hadir di lokasi untuk memonitor secara langsung.

Dia mengatakan, data dampak bencana gempa Aceh harus secepatnya dituntaskan. Kalau tidak ada database yang valid, maka sulit menyelesaikan pekerjaan ini.

“Salah satu jumlah pengungsi. Menentukan pengungsi yang berhak bantuan harus diverifikasi by name by address,” kata Willem.

“Bantuan selanjutnya adalah bantuan stimulus pembangunan rumah. Kita menunggu pendataan rumah selesai. Saya sudah perintahkan Deputi Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB untuk turunkan tim menghitung kerugian dan kerusakan, serta biaya untuk pemulihan pasca gempa,” kata Willem.

Pengungsi Jadi 83.838 Orang

Sementara itu, pengungsi korban gempa Aceh sampai dengan hari keenam masa tanggap darurat gempa berkekuatan 6,5 SR terus bertambah. Gempa berkekuatan 6,5 skala richter mengguncang Pidie Jaya, kemarin.

“Pengungsi terus bertambah karena masuknya laporan dari pos pengungsian ke posko utama. Tercatat jumlah pengungsi 83.838 orang yang tersebar di 124 titik,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, kemarin.

Sutopo menjelaskan, pengungsi tersebut berasal dari Pidie Jaya sebanyak 82.122 orang di 120 titik dan 1.716 orang di empat titik di Kabupaten Bireuen.

Distribusi 82.122 orang pengungsi di Pidie Jaya adalah Kecamatan Meureudu 13.965 orang, Meurah Dua 11.391, Trianggadeng 18.512, Bandar Baru 14.209, Pante Raja 8.153, Bandar Dua 3.170, Ulim 9.763, dan Jangka Buaya 2.959 orang.

Sedangkan 1.716 orang pengungsi di Bireuen tersebar di Matang Mns Blang 1.100 orang, Masjid Matang Jareung 13, Masjid Alghamamah 405, dan Masjid Kandang 198 orang.

Sutopo menambahkan, hingga Senin (12/12), jumlah korban meninggal akibat gempa Aceh sebanyak 101 orang. Sebanyak 94 korban sudah diidentifikasi.

“Sebanyak 666 orang menderita luka-luka yaitu 134 luka berat dan 532 luka ringan,” Sutopo menandaskan.

Sementara itu, Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi selaku Komandan Satgas Tanggap Darurat di Pidie Jaya mengatakan, mengenai jumlah pengungsi yang terus bertambah harus dicermati. Pihaknya akan mengambil sikap penanganan selanjutnya untuk menghindari lonjakan pengungsi.

“Langkah yang dilakukan adalah penyaluran logistik langsung ke desa masing-masing sesuai dengan jumlah jiwa dari KK. Bantuan yang disalurkan disepakati untuk kebutuhan pokok, beras, minyak goreng, telor, dan gula. Kita sepakati kita buat rekap kebutuhan selama 7 hari,” kata Said. (int)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
Gema Kemanusiaan TMMD 127: Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
Di Pondok Sederhana Sangkunur, Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0212/Tapsel Jadi Penolong bagi Ibu Siti Halimah
Di Bawah Terik Matahari, Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS Sertu Himsar Panjaitan Cat Toren Sumur Bor Demi Air Bersih Warga Sangkunur
Kuas Pengabdian: Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS Percantik Wajah Baru Fasilitas Air Sangkunur
komentar
beritaTerbaru