Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
BANDA ACEH | SUMUT24 Jalan provinsi di kawasam Desa Babah Jurong sampai Desa Cot Cut, Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar yang berdebu akan segera diplingkut (tahapan pengaspalan dengan ter). Demikian ditegaskan Kadis Bina Marga Aceh, Ir Rizal Aswandi, kemarin.
Baca Juga:
- Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
- Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
- Gema Kemanusiaan TMMD 127: Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
“Kita sudah panggil dan tegur kontraktornya. Mereka berjanji jalan itu akan diplingkut (diaspal) pekan depan agar tak berdebu lagi,” ujar Rizal Rabu (28/9) ketika dimintai penjelasannya terkait protes warga setempat yang tak tahan dengan debu dari jalan tersebut yang sekarang sedang dilebarkan. Dikatakan Rizal Aswandi, wajar masyarakat memprotes rekanan proyek itu. Sebab, menurut Rizal, mereka tak memperhatikan dampak dari debu yang berterbangan saat kenderaan melintasi jalan itu.
“Debu muncul karena saat pengerasan jalan, rekanan tak menyiram secara rutin,” ungkapnya.
Dikatakan, pemadatan badan jalan dengan batu pecah atau batu yang digiling, harusnya disiram secara rutin. Tujuannya, selain untuk mempercepat pemadatan badan jalan, juga agar tak menimbulkan debu. “Itu menjadi tanggung jawab kontraktor,” timpal Rizal.
Masih dijelasnnya, kontraktor beralasan menjelang Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah, buruhnya libur dan baru kerja kembali pekan ini. “Saat buruh tidak kerja, kontraktor wajib menyiram jalan itu setiap hari. Sebab, jika tak disiram apalagi selama ini tdak turun hujan, maka batu pecah itu menghasilkan debu, terutama saat kendaraan melintas,” ujarnya.
Masih disebutkannya, kewajiban untuk menyiram jalan itu sudah pernah diingatkan pada kontraktor saat Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah. Tapi, menurutnya, karena kontraktor kurang peduli, masyarakat sekitar proyek hilang kesabaran sehingga menulis kata-kata kurang etis sebagai bentuk protes terhadap rekanan.
Kepada kontraktor, ia berharap dapat menanggapi aksi protes masyarakat secara positif dan melakukan langkah-langkah yang dapat mengurangi debu jalan. Misalnya jalan itu diplingkut. Sebab, jalan yang akan diaspal hotmi harus diplingkut lebih dulu.
“Langkah cepat perlu dilakukan agar masyarakat sekitar proyek tidak bertindak anarkis kepada rekanan saat melanjutkan pelebaran dan pengaspalan jalan tersebut,” jawabRizal. (int)
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
kota
Gema Kemanusiaan TMMD 127 Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
kota
Di Pondok Sederhana Sangkunur, Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel Jadi Penolong bagi Ibu Siti Halimah
kota
Di Bawah Terik Matahari, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Sertu Himsar Panjaitan Cat Toren Sumur Bor Demi Air Bersih Warga Sangkunur
kota
Kuas Pengabdian Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Percantik Wajah Baru Fasilitas Air Sangkunur
kota
Keringat Prajurit untuk Rakyat Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Bantu Wujudkan Rumah Impian Warga
kota
Bukan Main! Rumah Impian Pak Anton Akhirnya Terwujud di Tangan Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel
kota
sumut24.co MEDAN , Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini berada di fase penting dalam sejarah panjangnya sebagai salah satu perguruan t
kota
sumut24.co ASAHAN, Masjid Agung H.Achmad Bakrie di Jalan Jendral Sudirman (Jalinsum), Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat, me
News