Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
Kutacane | Sumut 24 Meski pengembangan potensi ekonomi di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), khususnya di bidang pertanian dan perkebunan sangat menjanjikan, namun hingga saat ini harga jualnya anjlok dan dikhawatirkan akan mengancam perkembangan ekonomi masyarakat setempat. Ancaman terpuruknya perekonomian masyarakat Agara akibat anjloknya harga jual sejumlah komoditas seperti karet, kemiri, kakao, dan pinang ini mengingat leÂbih dari 70 persen penduduk setempat meÂngÂÂandalkan hidup dari hasil pertanian dan perkebunan. “Karena harga jual karet dan pinang anjlok, makanya saya secara pribadi sekarang lebih memilih bekerja sebagai kuli bangunan, karena hasil pekerja bangunan Rp70 ribu per hari masih lebih tinggi dari hasil menyadap karet,â€ujar Encuk seorang warga Desa Titi Pasir Kecamatan Semadam Agara Rabu (20/7) Kepada Sumut24 Beberapa harga komoditas yang masih tergolong anjlok dalam beberapa bulan terakhir, antara lain karet yang sebelumnya mencapai Rp6.000 kini hanya Rp4.000/kg, pinang dari Rp10.000 menjadi Rp6.000/kg. Kondisi yang sama terjadi pada kakao deÂngan kondisi kering (patah lidi) sebelumnya mencapai Rp35.000 kini hanya Rp27.000/kg, sedangkan buah kemiri dari Rp8.000 menjadi Rp5.000/kg. Padahal Agara merupakan daerah pengÂhasil kakao (coklat) terbesar di Provinsi Aceh, dengan luas lahan sekitar 19.994 hektare, produksi 8.843 ton atau produktiÂvitas 13.384 kg/hektare dan dikelola sebaÂnyak 21.623 jiwa petani. Selain itu, Agara selama ini juga dikenal sebagai penghasil kemiri terbesar di Aceh dengan hasil produksi di kala musim panen mencapai 69.693 ton/ha dalam setahun. KeÂmuÂÂdian Bumi Sepakat Segenep ini juga diÂÂkenal dengan komoditi unggulan lainnya, yakni karet dengan produksi per hari diÂperÂkirakan lebih dari 25 ton. (jubel)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
- Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
- Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
- Gema Kemanusiaan TMMD 127: Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
kota
Gema Kemanusiaan TMMD 127 Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
kota
Di Pondok Sederhana Sangkunur, Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel Jadi Penolong bagi Ibu Siti Halimah
kota
Di Bawah Terik Matahari, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Sertu Himsar Panjaitan Cat Toren Sumur Bor Demi Air Bersih Warga Sangkunur
kota
Kuas Pengabdian Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Percantik Wajah Baru Fasilitas Air Sangkunur
kota
Keringat Prajurit untuk Rakyat Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Bantu Wujudkan Rumah Impian Warga
kota
Bukan Main! Rumah Impian Pak Anton Akhirnya Terwujud di Tangan Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel
kota
sumut24.co MEDAN , Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini berada di fase penting dalam sejarah panjangnya sebagai salah satu perguruan t
kota
sumut24.co ASAHAN, Masjid Agung H.Achmad Bakrie di Jalan Jendral Sudirman (Jalinsum), Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat, me
News