Kamis, 20 Agustus 2026

Bupati Gus Irawan Tegaskan Tapsel Harus Perkuat Budaya Antikorupsi dan Manajemen Risiko

Administrator - Kamis, 20 Agustus 2026 00:46 WIB
Bupati Gus Irawan Tegaskan Tapsel Harus Perkuat Budaya Antikorupsi dan Manajemen Risiko
Baca Juga:

Tapsel | Sumut24.co

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) terus memperkuat langkah pencegahan korupsi dengan membangun budaya antikorupsi sekaligus meningkatkan penerapan manajemen risiko di lingkungan pemerintahan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Edukasi Antikorupsi, Kebijakan Antikorupsi serta Asistensi Fraud Risk Assessment (FRA) Strategis Pemerintah Daerah dan Operasional Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan digelar di Aula Sarasi Lantai III Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu dan menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Tubagus Syahputra.

Turut hadir Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, camat se-Tapanuli Selatan, Kepala UPT Samsat Sipirok, Direktur RSUD, hingga para kepala puskesmas se-Tapsel.

Dalam arahannya, Bupati Gus Irawan menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda sosialisasi. Menurutnya, penguatan manajemen risiko merupakan bagian penting dari upaya Pemkab Tapsel membangun tata kelola pemerintahan yang lebih tertib, transparan, dan mampu mencegah terjadinya penyimpangan.

"Bagi saya, acara ini sangat penting. Ini merupakan lanjutan dari program kita untuk membangun budaya risiko di Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan," ujar Gus Irawan.

Ia menjelaskan, penerapan budaya risiko perlu dimulai dari tersedianya sistem manajemen risiko serta sistem pengawasan internal yang berjalan dengan baik.

Namun, keberadaan sistem tersebut tidak akan cukup apabila hanya berhenti pada dokumen, prosedur, maupun aturan administratif.

Gus Irawan meminta seluruh jajaran pemerintahan untuk menerapkan sistem yang telah dibangun secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Menurutnya, kepatuhan terhadap sistem harus menjadi kebiasaan setiap aparatur. Jika dilakukan secara terus-menerus, kepatuhan tersebut diharapkan berkembang menjadi budaya organisasi yang mampu memperkuat pencegahan fraud maupun korupsi.

Bupati Tapsel menekankan bahwa sistem pengawasan dan manajemen risiko harus benar-benar menjadi bagian dari proses kerja setiap perangkat daerah.

Dengan demikian, potensi persoalan dapat diidentifikasi lebih awal dan langkah pencegahan bisa dilakukan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Penerapan Fraud Risk Assessment (FRA) juga dinilai penting untuk membantu pemerintah daerah memetakan potensi risiko kecurangan, baik pada tingkat strategis pemerintah daerah maupun dalam aktivitas operasional masing-masing OPD.

Melalui pemetaan tersebut, setiap perangkat daerah diharapkan dapat memahami titik-titik rawan serta menyiapkan langkah pengendalian yang sesuai.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan pemerintahan yang lebih berintegritas dan bertanggung jawab dalam menjalankan pelayanan publik.

Pemkab Tapsel menilai keberhasilan budaya antikorupsi tidak dapat hanya dibebankan kepada satu lembaga atau bagian tertentu. Seluruh OPD, kecamatan, unit pelayanan kesehatan, hingga unsur pemerintahan lainnya memiliki peran dalam membangun sistem kerja yang berintegritas.

Karena itu, aparatur diminta tidak hanya memahami aturan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjalankannya secara konsisten.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pimpin Penurunan Merah Putih HUT ke-81 RI, Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Pengabdian
Lomba Marturi dan Tari Bikin Panyabungan Bergemuruh, Atika Azmi Beri Pesan untuk Generasi Muda
Tapsel Bangkit! 520 Peserta Ramaikan Fun Run dan Fun Walk HUT ke-81 RI di Sipirok
TAPSEL: “TAK PERNAH SELESAI” HARUS BERUBAH MENJADI “TETAP PASTI SELESAI”
Bupati Gus Irawan Dorong Kajian Batang Toru Jadi Kebijakan Nyata Pascabencana
Sekolah Rakyat di Tapsel Mulai Tahun Ajaran Perdana, 270 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu Diterima
komentar
beritaTerbaru