Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang Pimpin Penggerebekan Sarang Narkoba di Tanjung Morawa, 7 Orang Diamankan
Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang Pimpin Penggerebekan Sarang Narkoba di Tanjung Morawa, 7 Orang Diamankan
News
Baca Juga:
Jakarta - Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali spirit of independence: berdaulat, mandiri dan mampu menentukan arah pembangunan sendiri. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, gagasan tersebut diterjemahkan melalui agenda ketahanan pangan, energi, ekonomi, pertahanan serta penguatan industri nasional. Arah kebijakan itu tercermin dalam RAPBN 2026 yang mengusung tema "Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi" menuju Indonesia yang tangguh, mandiri dan sejahtera.
Di sektor pangan, kedaulatan diarahkan agar Indonesia tidak mudah terguncang oleh krisis global. Pemerintah menyatakan capaian swasembada pangan 2025 diraih lebih cepat dari target, sementara RAPBN 2026 mengalokasikan Rp164,4 triliun untuk ketahanan pangan. Anggaran tersebut diarahkan pada peningkatan produktivitas, stabilitas harga, penguatan cadangan pangan dan kesejahteraan petani serta nelayan. Ini adalah pendekatan food sovereignty yang menempatkan kemampuan memproduksi pangan sendiri sebagai fondasi kemerdekaan.
Kedaulatan juga harus hadir dalam energi dan industri. Pemerintah mendorong peningkatan produksi energi, percepatan transisi energi serta pengembangan biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Pada saat yang sama, hilirisasi diarahkan agar sumber daya alam tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi menghasilkan added value, industri dan lapangan kerja di dalam negeri.
Secara ekonomi, fondasinya cukup kuat. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh 5,11 persen dengan PDB atas dasar harga berlaku Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita Rp83,7 juta. Angka ini menjadi modal untuk memperkuat economic resilience, tetapi pertumbuhan harus terus diterjemahkan menjadi produktivitas, pemerataan dan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat. Kedaulatan ekonomi berarti Indonesia bukan sekadar memiliki pasar besar, melainkan mampu menguasai rantai produksi dan menciptakan nilai di dalam negeri.
Pada akhirnya, spirit Proklamasi bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi memastikan kemerdekaan memiliki makna nyata dalam kehidupan rakyat. Kedaulatan pangan, energi, ekonomi, pertahanan dan industri harus berjalan beriringan dengan pendidikan, kesehatan, pemerataan pembangunan dan kepastian hukum. Dengan prinsip Indonesia first yang tetap terbuka dalam kerja sama global, perjuangan hari ini adalah membangun bangsa yang mampu berdiri tegak, melindungi kepentingan nasional dan memberikan kesejahteraan sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang Pimpin Penggerebekan Sarang Narkoba di Tanjung Morawa, 7 Orang Diamankan
News
Dua Kali Dugaan Peristiwa Terjadi, Pria PN Ditahan dalam Kasus Pencabulan Anak di Palas
News
Disdik Padangsidimpuan Keluarkan 9 Instruksi Hadapi Kabut Asap, Sekolah Diminta Waspada
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Ratusan prajurit TNI dikerahkan untuk menyelesaikan pembangunan jalan yang memadai menuju desa Sibongkaras, kecam
News
INDONESIA&ndashMALAYSIA PERKUAT KERJA SAMA IMIGRASI, PENCEGAHAN TPPO JADI PERHATIAN
News
Lolos Praperadilan, Status Tersangka Dhody Thahir Dinyatakan Tidak Sah, Polda Sumut Harus Evaluasi Penyidikan
News
Wali Kota dan Jajarannya menyambut Kapolres yang Baru AKBP Dhana Noer Kurniawan SIK MM
News
Komisi A DPRD Provinsi Sumut melakukan Kunker ke Pemko Pematangsiantar
News
Satresnarkoba Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman 24.000 gram Sabu ke PalembangDiwarnai Aksi KejarKejaran Hingga Petugas Tabrak Mobil P
News
Dari Balik Jeruji, Kreativitas Tumbuh! Warga Binaan Lapas Padangsidimpuan Bikin Miniatur Vespa
News