Kamis, 30 Juli 2026

Dari Kopi Mandailing hingga Gordang Sambilan, Bupati Saipullah Tunjukkan Kekayaan Madina di PRSU

Administrator - Kamis, 30 Juli 2026 09:10 WIB
Dari Kopi Mandailing hingga Gordang Sambilan, Bupati Saipullah Tunjukkan Kekayaan Madina di PRSU
Baca Juga:

Medan | Sumut24.co

Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, menegaskan bahwa Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 bukan sekadar ajang hiburan tahunan, melainkan menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan potensi daerah, kekayaan budaya, pariwisata, hingga peluang investasi kepada masyarakat luas.

Hal tersebut disampaikan Saipullah saat memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi Panggung Seni Budaya Mandailing Natal di arena PRSU, Kota Medan, Rabu (29/7/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa penyelenggaraan PRSU memiliki peran penting dalam memperkuat promosi daerah sekaligus menjadi ruang kolaborasi berbagai sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan.

"PRSU bukan hanya menjadi panggung hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang promosi potensi daerah, investasi, pengembangan pariwisata, pelestarian budaya, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujar Saipullah.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menghadirkan berbagai produk unggulan daerah di paviliun Madina sebagai bentuk promosi kepada pengunjung dari berbagai daerah.

Sejumlah produk olahan pangan khas Mandailing Natal yang dipamerkan di antaranya labu jipang, alame, ubi jalar, kipang, serta Kopi Mandailing yang telah dikenal luas sebagai salah satu kopi terbaik dari Sumatera Utara.

Selain produk kuliner, paviliun Madina juga menampilkan berbagai hasil kerajinan tangan khas daerah, seperti amak lampisan berbahan dasar pandan, aneka kerajinan rotan, hingga hasil pertanian yang menjadi andalan masyarakat.

Menurut Saipullah, keikutsertaan Madina dalam PRSU merupakan langkah nyata untuk memperluas pasar produk lokal sekaligus meningkatkan daya saing UMKM daerah.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Mandailing sebagai identitas daerah yang tidak boleh hilang ditelan perkembangan zaman.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada sektor ekonomi, tetapi juga harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya yang menjadi jati diri masyarakat.

"Budaya harus menjadi fondasi dalam membangun masa depan. Bahasa, adat istiadat, seni, kuliner, hingga semangat gotong royong merupakan identitas yang wajib kita jaga dan diwariskan kepada generasi penerus," ungkapnya.

Menurutnya, berbagai kegiatan seni dan budaya yang ditampilkan pada PRSU menjadi media efektif untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya Mandailing kepada generasi muda.

Panggung Seni Budaya Mandailing Natal di PRSU menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional yang menggambarkan kekayaan budaya Bumi Gordang Sambilan.

Rangkaian acara diawali dengan prosesi adat dan penyambutan tamu, dilanjutkan dengan penampilan Tor-tor Harajaon, Tor-tor Raja Panusunan, Tor-tor Inanta Soripada, Tor-tor Nauli Bulung, hingga prosesi Paampe dan Manyantan Gordang yang menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai adat Mandailing.

Acara juga dimeriahkan dengan berbagai tarian tradisional seperti Tari Mambayu Hasonangan, Tari Sonang Manyabi, Tari Manduda Eme, pertunjukan Sarama Siriaon, serta penampilan Grup Kesenian Gordang Sambilan yang melibatkan unsur pemerintah daerah bersama tokoh adat.

Selain itu, pengunjung disuguhkan penampilan lagu-lagu daerah, di antaranya Sitogol, Pancur Paridian, dan O Mandailing, serta dongeng bertema pelestarian alam sebagai bentuk edukasi budaya kepada generasi muda.

Saipullah berharap keikutsertaan Mandailing Natal dalam PRSU mampu memperluas promosi daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka peluang investasi, serta memperkuat eksistensi budaya Mandailing di tingkat nasional.

Menurutnya, PRSU menjadi etalase besar yang menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa Sumatera Utara memiliki kekayaan budaya, potensi wisata, serta sumber daya alam yang mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami berharap PRSU menjadi momentum untuk memperkenalkan Mandailing Natal kepada masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Sumatera Utara sebagai daerah yang kaya akan budaya, potensi wisata, dan peluang investasi," tutup Saipullah.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Doa dari Tanah Suci untuk Madina! Bupati Saipullah Lepas 45 Jamaah Umroh Cahaya Rizki
Tokoh Masyarakat Pantai Barat Madina H. Syahrir Nasution: Jika Pemerintah Terus Abai, Rakyat Siap Perjuangkan Bergabung ke Sumatera Barat
Generasi Madina Harus Bangkit! Sekda, Ketua DPRD dan Kapolres Kompak Kampanye Tolak Narkoba
Respons Cepat Bupati Madina, Jalan Viral di Lingga Bayu Ditangani, Pembangunan Jalan Baru Terus Berlanjut
Pelabuhan Palimbungan Makin Terhubung, Proyek Jembatan Aek Batahan Madina Sudah Rampung 57 Persen
PAD Madina Baru Capai 85,78 Persen, Bupati Saipullah Beberkan Strategi Tingkatkan Pendapatan dan Lindungi Guru
komentar
beritaTerbaru