BNI Jelaskan Proses Aktivasi Rekening PIP Siswa di Lubuk Pakam
sumut24.co MedanPT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memastikan proses pendaftaran dan aktivasi rekening Program Indonesia Pint
Umum
Baca Juga:
Harga semen berbagai merek melonjak liar hingga menembus Rp85 ribu per sak, jauh di atas harga normal yang sebelumnya hanya berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per sak.
Kondisi ini memicu desakan agar pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan mengusut dugaan permainan distribusi di baliknya.
Pemborong pekerjaan konstruksi rumah di Medan, Syawal Harahap, mengaku kesulitan mendapatkan semen di pasaran. Sekalipun tersedia, harganya sudah tidak masuk akal.
"Sudah sekitar dua bulan kami sangat kesulitan mendapatkan semen. Kalau pun ada, harganya sudah mencapai Rp85 ribu per sak, baik Semen Padang, Tiga Roda maupun merek lainnya. Padahal sebelumnya masih berkisar Rp50 ribu sampai Rp60 ribu," ujar Syawal kepada wartawan di Medan, Jumat (24/7).
Ia menegaskan kelangkaan tersebut telah menghambat sejumlah proyek pembangunan rumah yang sedang dikerjakannya. Biaya konstruksi membengkak, sementara pekerjaan di lapangan tersendat dan tidak mampu mengejar target.
Syawal mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengambil langkah konkret, segera menelusuri penyebab terganggunya distribusi semen.
Ia juga meminta asosiasi kontraktor ikut bersuara mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi agar pasokan kembali normal.
Lebih tegas lagi, Syawal mendesak APH menyelidiki dugaan praktik penimbunan semen oleh oknum yang diduga sengaja memanfaatkan situasi kelangkaan untuk meraup keuntungan besar.
"Kalau memang ada penimbunan, harus segera diusut. Jangan sampai masyarakat dan pelaku usaha terus menjadi korban akibat permainan oknum yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.
Kelangkaan semen bukan hanya persoalan Kota Medan, melainkan telah menjalar ke sejumlah daerah di Sumatera Utara.
Di Kota Tanjungbalai, kelangkaan sudah berlangsung sekitar dua pekan setelah pasokan distributor dilaporkan anjlok hingga 50 persen. Semen Merah Putih dan Tiga Roda menjadi merek yang paling sulit diperoleh.
Harga Semen Merah Putih berkisar Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per sak, sementara Tiga Roda mencapai sekitar Rp66 ribu per sak dan di sejumlah toko bahkan tembus Rp80 ribu.
Di kawasan Medan Utara, sejumlah panglong mengeluhkan berkurangnya pasokan Semen Andalas, Tiga Roda, dan Semen Padang. Semen Merah Putih memang masih ada, namun jumlahnya terbatas.
Sementara di Kabupaten Langkat, pedagang mengaku stok dari distributor terus menipis sehingga harga ikut terkerek naik. Semen Merah Putih dijual Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per sak, sedangkan Tiga Roda mencapai sekitar Rp66 ribu per sak.
Berdasarkan laporan dari berbagai daerah, empat merek paling banyak mengalami kelangkaan adalah Semen Merah Putih, Semen Tiga Roda, Semen Andalas, dan Semen Padang.red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
sumut24.co MedanPT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memastikan proses pendaftaran dan aktivasi rekening Program Indonesia Pint
Umum
Diduga Ada Permainan Distribusi, Semen Langka di Sumut, Harga Melambung hingga Rp85 Ribu per Sak
kota
Ajak chef, baker, hotel pastry, dan pemilik kafe, hadirkan kreasi bitesized pastry dan coffee pairing yang lebih aplikatif
kota
MEDAN Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Utara, Alexander Sinulingga SSTP MSi, menegaskan komitmen Disdik Sumut untuk te
News
sumut24.co MEDAN, Kabupaten Asahan tampil memukau dalam ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 dengan menampilkan aneka kekayaan seni
kota
Wasekjen DPP AMPI Leriadi Produk Rapat Pleno IX Cacat Hukum Organisasi dan Tidak Memiliki Legitimasi
kota
JAM PMII Kecam Manuver Nusron Wahid dan KH Zulfa "Jangan Jadikan Sumut Arena Transaksi Politik!"
kota
Puncak Penghargaan JNE Content Competition 2026, Wadah Kreativitas Anak Bangsa
kota
sumut24.co MEDAN, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Dewan Pengurus K
kota
sumut24.co MEDAN, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, bersa
kota