Kamis, 16 Juli 2026

Bupati Madina Dorong OPD Lebih Responsif, Perencanaan dan Pelaporan Jadi Kunci Keberhasilan

Administrator - Kamis, 16 Juli 2026 22:10 WIB
Bupati Madina Dorong OPD Lebih Responsif, Perencanaan dan Pelaporan Jadi Kunci Keberhasilan
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, menegaskan komitmennya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai belum mampu mengoptimalkan pelaksanaan program maupun realisasi anggaran pada Semester I Tahun Anggaran 2026.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian dan Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan Semester I Triwulan II yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Madina, Kompleks Perkantoran Payaloting, Rabu (15/7/2026).

Rapat strategis itu dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli bupati, seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para camat se-Kabupaten Mandailing Natal.

Dalam arahannya, Saipullah Nasution menyoroti masih rendahnya capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun penyerapan anggaran di sejumlah OPD. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera dibenahi agar target pembangunan daerah dapat berjalan sesuai rencana.

Berdasarkan data evaluasi yang dipaparkan dalam rapat, realisasi PAD baru mencapai sekitar 39 persen, sementara realisasi belanja daerah berada di angka 36 persen. Bahkan, serapan belanja modal masih berada di kisaran 9 persen, angka yang dinilai jauh dari target yang diharapkan.

"PAD kita masih 39 persen. Belanja baru 36 persen, sementara belanja modal hanya sekitar 9 persen. Bagaimana kita bisa meminta tambahan anggaran kalau serapan kita seperti ini," tegas Saipullah.

Menurutnya, rendahnya capaian tersebut menjadi sinyal bahwa percepatan pelaksanaan program di setiap perangkat daerah harus segera dilakukan.

Bupati meminta seluruh pimpinan OPD tidak lagi menunda pelaksanaan program maupun penyampaian laporan administrasi. Ia menegaskan bahwa pekerjaan yang telah selesai dikerjakan tidak akan tercatat sebagai capaian apabila tidak disertai laporan yang lengkap dan tepat waktu.

"Kalau pekerjaannya sudah selesai, laporkan tepat waktu. Jangan sampai sudah dikerjakan, tapi tidak terlihat hasilnya karena tidak dilaporkan," ujarnya.

Saipullah juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak membiarkan pelaksanaan kegiatan menumpuk pada triwulan terakhir. Kebiasaan tersebut dinilai berpotensi memicu keterlambatan penyelesaian proyek, rendahnya serapan anggaran, hingga persoalan administrasi yang dapat menghambat pencapaian target pembangunan.

Ia menegaskan akan memberikan penilaian objektif berdasarkan data dan fakta di lapangan.

"Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut, saya akan memberikan penilaian sesuai data yang ada. Saya tidak akan menandatangani atau memberikan penilaian yang tidak sesuai dengan hasil di lapangan," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta seluruh OPD menyusun perencanaan program secara lebih matang sejak awal tahun anggaran. Menurutnya, setiap kegiatan yang telah ditetapkan dalam APBD harus segera diterjemahkan ke dalam rencana kerja agar tidak terjadi keterlambatan pelaksanaan.

Ia juga mendorong kepala OPD untuk mendelegasikan penyusunan laporan kepada sekretaris masing-masing perangkat daerah sehingga administrasi pemerintahan dapat berjalan lebih efektif dan tepat waktu.

"Pekerjaan tidak akan terlihat kalau tidak dilaporkan. Laporan menjadi dasar kita melakukan evaluasi dan penilaian terhadap kinerja," katanya.

Selain mengevaluasi kinerja administrasi, Saipullah mengingatkan pentingnya respons cepat terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, setiap kendala yang muncul harus segera dilaporkan agar pemerintah daerah dapat mengambil langkah strategis secara cepat dan tepat.

"Kalau persoalan itu cepat dilaporkan dan langkah strategis segera dibuat, tuntutan masyarakat bisa kita jawab dengan tindakan nyata," ungkapnya.

Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal memperkuat koordinasi, sinergi, dan kolaborasi dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, bukan hanya keberhasilan kepala daerah semata.

Menurut Saipullah, setiap OPD harus memiliki komitmen yang sama dalam mewujudkan visi pembangunan Madina melalui kerja yang terukur, solid, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

"Koordinasi, sinergi, dan kolaborasi adalah senjata kita. Prestasi bupati adalah prestasi kita semua, dan kalau ada kekurangan di satu OPD, itu juga menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita harus fokus, solid, dan bekerja sebagai satu tim," pungkasnya.

Melalui rapat evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal berharap seluruh OPD segera menyusun langkah percepatan pelaksanaan program sehingga target realisasi fisik maupun keuangan pada semester kedua tahun anggaran 2026 dapat tercapai secara optimal.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Resmi Buka Turnamen Bulutangkis Piala Bupati Asahan Semi Open 2026, Wadah Temukan Bibit Atlet Berbakat
Bupati Asahan Hadiri Rakor TKD Tambahan 2026, Sinergi Percepat Pemulihan Pascabencana dan Kesejahteraan Warga
Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Asahan Turun Langsung Pimpin Upacara Hari Pertama Masuk Sekolah
Bupati Asahan Hadiri Api Unggun Jamdasu XI Sumut, Kobarkan Semangat Generasi Muda Berkarakter
Hadir Di Kecamatang Pamatang Silimahuta, Bupati Simalungun Berikan Pelayanan Dan Carikan Solusi Persoalan Masyarakat
Bupati Simalungun: Pembangunan Daerah Dilaksanakan Secara Bertahap dan Terencana
komentar
beritaTerbaru