Jampidsus Tegaskan Dirinya Tak Miliki Kaitan Bisnis dengan Kafe di Cipete yang Digeledah Polri
Jampidsus Tegaskan Dirinya Tak Miliki Kaitan Bisnis dengan Kafe di Cipete yang Digeledah Polri
kota
Baca Juga:
Rentetan bencana hidrometeorologi, mulai dari kekeringan hingga banjir bandang, telah memberikan ujian berat bagi ketahanan Kota Solok. Sawah yang gagal panen, ruas jalan yang terputus, dan jembatan yang rusak tidak hanya mengganggu mobilitas ekonomi, tetapi juga mengancam kesejahteraan ribuan warga. Di tengah tantangan ini, kehadiran Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat menjadi instrumen penyelamat yang sangat krusial.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota Solok mendapatkan dukungan dana TKD yang signifikan yang ditujukan untuk penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana. Alokasi ini secara cerdas dan strategis telah diarahkan oleh pemerintah daerah, mulai dari perbaikan fasilitas publik, normalisasi saluran air, hingga penyaluran dana rehabilitasi bagi kelompok tani yang sawahnya mengalami gagal panen akibat banjir.
Namun, mendapatkan kucuran dana segar hanyalah langkah awal. Tantangan yang sesungguhnya terletak pada eksekusi di lapangan. Proses pencairan dana, baik untuk infrastruktur maupun bantuan langsung kepada masyarakat terdampak (seperti petani), kerap kali terbentur oleh rumitnya verifikasi data dan birokrasi administrasi. Oleh karena itu, ketepatan sasaran dan kecepatan realisasi anggaran mutlak diperlukan. Masyarakat tidak boleh dibiarkan terlalu lama menunggu bantuan pemulihan di saat roda ekonomi mereka terhenti
Ke depan, penggunaan dana TKD tidak boleh hanya bersifat reaktif—hanya berfokus pada perbaikan setelah bencana terjadi. Pemerintah Kota Solok harus menjadikan momentum ini untuk berinvestasi pada langkah-langkah mitigasi. Dengan mengalokasikan sebagian dana TKD untuk penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), peningkatan kapasitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan normalisasi drainase, kita dapat membangun ketahanan kota yang lebih permanen.
Kepala Dinas PUPR Kota Solok Afrizal, M.Eng melalui Sekretaris PUPR Dahwirman di ruang kerjanya , di PUPR secara umum Penganggaran di usulkan secara kebutuhan dan perencanaan dari bidang Bina marga dan PSDA, dan pengerjaannya Allhamdulilah sampai saat ini sudah terealisasi 100 persen dengan anggaran Rp. 2.888.240.000
Adapun peruntukan anggaran sebagai berikut : Ada 5 sub kegiatan yang masing masing kegiatan di uraikan sebagai berikut :
1. Sub kegiatan operasi dan Pemeliharaan Tanggul dan tebing sungai. Diantaranya seperti pemeliharaan rutin rehap dan pembangunan sendimen Banda Taratak Tanah Garam dan Belanja pemeliharaan bagunan air -Bangunan Pengaman Sungai dan penanggulangan
2. Sub Kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Permukaan yaitu
- berupa Rehap dan pembangunan Banda buang sawah Solok.
- Peninggian Pasangan saluran Buang irigasi Nampa di Gawan .
- Pembangunan Dinding Penahan Tebing dan pembersihan sendimen saluran bandar ulu .
- Pembangunan Dinding Penahan Tebing Saluran Bandar Imang Payo dan terakhir untuk Biaya Penunjang.
3. Sub Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan jaringan irigasi pemukaan adalah pembuangan sendimen irigasi belakang SD 19 Gawan
4. Sub kegiatan Rehabilitasi Ruas jalan Depag - Gawan dan Rehabilitas jalan dan perbaikan Dinding Penahan Tanah Ruas jalan Payo.
5. Pengadaan Kendaraan dinas operasional dan lapangan
Tidak hanya anggaran sebesar .Rp. 2.888.240.000 Dalam bantuan untuk Kota Solok untuk pasca bencana dan mitigasi Kota Solok juga di dukung dari dana banpres selain fisik adalah mobil Tanki air bersih dengan kapasitas 5.000 liter yang akan di gunakan oleh PDAM pincuran makmur kedepannya.
Secara prinsip Dana banpres atau BKK di dinas PUPR telah terealisasi 100 persen, oleh DPUPR Kota Solok sesuai perencanaan dan target Realisasi yang mana akan di laporkan oleh Kepala Daerah Ke Presiden RI
Dan pengerjaan tersebut sesuai yg di harapkan karena harapan dari walikota Solok Ramadhani Kirana Putra adalah pelayanan publik yang maksimum serta mewujudkan kota Solok kota Tujuan, Kota yang di berkahi
Salah seorang warga kota Solok yang kerap dipanggil Nel, saat diminta tanggapannya tentang penggunaan dana TKD, mengatakan Pemerintah Kota Solok harus memastikan tambahan kucuran dana TKD disalurkan secara transparan, akurat, dan tepat sasaran. Prioritas pertama harus diberikan pada rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur vital.
Pemda tidak boleh hanya berfokus pada perbaikan fisik semata, melainkan juga harus mengalokasikan anggaran untuk pemulihan ekonomi. Dukungan modal, benih, dan normalisasi saluran irigasi mutlak dipercepat agar para petani dapat kembali menggarap lahan mereka.
Pemerintah Kota Solok juga harus memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana TKD ini. Setiap rupiahnya adalah amanah rakyat yang harus dikawal agar tepat sasaran, tanpa celah penyimpangan. Pengawasan ketat oleh DPRD dan partisipasi aktif masyarakat melalui kanal pelaporan seperti SP4N-LAPOR! sangat krusial. Hanya dengan sinergi yang kuat antara pemerintah yang responsif dan masyarakat yang peduli lingkungan, Kota Solok dapat bangkit menjadi kota yang tangguh dan berkelanjutan, ujar Nel.((YOSE)
Jampidsus Tegaskan Dirinya Tak Miliki Kaitan Bisnis dengan Kafe di Cipete yang Digeledah Polri
kota
Wali Kota bersama sejumlah tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti dari SETARA
kota
Wali Kota menghadiri acara Pagelaran Seni dan Budaya Kota Pematangsiantar PRSU ke50 Tahun 2026, yang di PRSU
kota
Dana Banpres Sebesar Rp. 2.888.240.000 Di DPUPR Kota Solok Sudah Terealisasi 100 Persen.
kota
UNPAB Perkuat Komitmen Melestarikan Budaya Melayu Melalui Dialog Kebangsaan ISMI Edisi IV
kota
Langkat Dukungan terhadap pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkai dengan Family Gathering (FG) Jaringan Media Siber Indo
News
Mahasiswa UMPAB Ikuti Program Pertukaran Pelajar Internasional di UNIRAZAK Malaysia, Wujudkan Generasi Berdaya Saing Global
kota
Saksi Ungkap Dugaan Commitment Fee Rp600 Juta di Sidang Smartboard, Moettaqien Saya Tidak Pernah Terima Uang
kota
BANDA ACEH Pergantian kepemimpinan di Polda Aceh dinilai menjadi momentum penting untuk membuktikan keseriusan penegakan hukum di Tanah
News
JAKARTA SUMUT24.CO Dinamika penanganan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Kejaksaan Agung RI dan Korps Pemberantasan Tindak Pida
Politik