Rabu, 08 Juli 2026

Produksi Tumbuh Dua Digit, Kebun Bah Birung Ulu Perkuat Transformasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Administrator - Rabu, 08 Juli 2026 11:20 WIB
Produksi Tumbuh Dua Digit, Kebun Bah Birung Ulu Perkuat Transformasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Baca Juga:

Simalungun l Sumut24.co
PTPN IV Regional II terus memperkuat kinerja operasional sekaligus menjalankan program keberlanjutan di Kebun Bah Birung Ulu, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Hingga Semester I 2026, kebun yang sebelumnya merupakan areal tanaman teh dan kemudian dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit tersebut mencatatkan pertumbuhan produksi tandan buah segar (TBS) dan crude palm oil (CPO) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Produksi TBS Kebun Bah Birung Ulu pada Semester I 2026 tercatat sebanyak 22.139 ton, meningkat 16,71 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 18.969 ton. Sejalan dengan peningkatan tersebut, produksi CPO tumbuh 17,14 persen, dari 4.742 ton pada Semester I 2025 menjadi 5.555 ton pada Semester I 2026.

Kinerja pengolahan juga menunjukkan perbaikan. Rendemen minyak sawit pada Semester I 2026 mencapai 25,09 persen, meningkat 0,09 poin persentase dibandingkan Semester I 2025 sebesar 25,00 persen. Secara relatif, peningkatan rendemen tersebut setara dengan sekitar 0,36 persen.

Manajer Kebun Bah Birung Ulu PTPN IV Regional II, Yuna Shaund H.S. Damanik, mengatakan peningkatan kinerja tersebut merupakan hasil dari perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan pada berbagai aspek operasional.

"Peningkatan produksi pada Semester I 2026 menjadi hasil positif dari kerja bersama seluruh insan Kebun Bah Birung Ulu. Namun, capaian ini tidak membuat kami berpuas diri karena masih terdapat ruang perbaikan yang harus terus dilakukan, terutama dalam pelaksanaan pemeliharaan tanaman, peningkatan mutu panen, pelaksanaan Hatch and Carry di tanaman muda dan remaja, perbaikan infrastruktur dan penguatan kompetensi sumber daya manusia," ujar Yuna.

Menurut Yuna, karakteristik Kebun Bah Birung Ulu memiliki tantangan tersendiri. Areal perkebunan berada pada wilayah dengan elevasi tertentu di atas permukaan laut dan merupakan areal yang sebelumnya ditanami teh sebelum dikonversi menjadi tanaman kelapa sawit. Kondisi tersebut memengaruhi karakteristik pertumbuhan tanaman.

Realisasi jumlah pokok per hektare di Kebun Bah Birung Ulu saat ini berada pada kisaran 70 persen dari standar Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). Meski menghadapi kondisi tersebut, manajemen terus melakukan berbagai langkah untuk mengoptimalkan potensi produksi melalui perbaikan tata kelola tanaman, peningkatan mutu panen, penguatan infrastruktur, dan pengembangan kompetensi karyawan.

Produktivitas kebun selama tiga tahun terakhir juga menunjukkan tren positif. Pada Semester I 2024, protas tercatat sebesar 8,10 ton TBS/hektare, kemudian meningkat menjadi 9,94 ton TBS/hektare pada Semester I 2025, dan pada Semester I 2026 mencapai 11,60 ton TBS/hektare.

Dari sisi kinerja finansial, laba per hektare pada Semester I 2026 tercatat sebesar Rp20.649.213 per hektare, dibandingkan Semester I 2025 sebesar Rp17.143.045 per hektare. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator dalam mengukur efektivitas perbaikan operasional dan produktivitas kebun.

Infrastruktur dan Kompetensi SDM Terus Diperkuat

Perbaikan infrastruktur menjadi salah satu fokus Kebun Bah Birung Ulu. Dari tahun ke tahun, peningkatan kualitas jalan produksi dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat kerusakan.

Jalan dengan kondisi rusak berat ditangani melalui pengecoran, sedangkan jalan dengan tingkat kerusakan ringan dan sedang diperbaiki melalui pengerasan. Peningkatan kualitas infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas operasional dan pengangkutan hasil produksi.

Selain infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Karyawan Kebun Bah Birung Ulu mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai program pengembangan kompetensi, termasuk pelatihan bagi Mandor I, Mandor Panen, dan Mandor Pemeliharaan yang diselenggarakan oleh Holding Perkebunan Nusantara.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan supervisi, meningkatkan kualitas pelaksanaan pekerjaan di lapangan, serta mendukung pencapaian target produksi secara berkelanjutan.

"Peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada kondisi tanaman dan sarana pendukung, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Karena itu, peningkatan kompetensi karyawan menjadi bagian penting dari proses perbaikan yang terus kami jalankan," kata Yuna.

Tumbuh Bersama Masyarakat dan Menjaga Lingkungan

Sejalan dengan arahan Direktur Utama PTPN IV PalmCo dan Region Head PTPN IV Regional II, Kebun Bah Birung Ulu juga menjalankan program yang berorientasi pada kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Program tersebut antara lain diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon untuk mendukung pelestarian lingkungan, pelibatan masyarakat sekitar sebagai tenaga pengamanan dan tenaga pemanen, serta penyaluran bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Asisten Personalia Kebun Bah Birung Ulu, Bobby Y.F. Saragih, mengatakan keberadaan perusahaan diharapkan dapat memberikan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional.

"Kami berupaya agar keberadaan perusahaan tidak hanya memberikan dampak dari sisi operasional, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Salah satunya melalui pembukaan kesempatan kerja sesuai kebutuhan dan ketentuan perusahaan, serta pelaksanaan program TJSL yang menyentuh kebutuhan masyarakat," ujar Bobby.

Salah satu program TJSL yang telah direalisasikan adalah dukungan perbaikan infrastruktur jalan melalui semenisasi. Program sosial dan lingkungan lainnya juga terus dijalankan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kebermanfaatan program, serta kemampuan perusahaan.

Bobby menambahkan, kolaborasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan yang harmonis dan mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.

"Kami percaya bahwa keberlanjutan perusahaan perlu dibangun bersama para pemangku kepentingan. Karena itu, komunikasi, pemberdayaan, kepedulian terhadap lingkungan, dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat akan terus kami perkuat," katanya.

Ke depan, Kebun Bah Birung Ulu akan melanjutkan berbagai program perbaikan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas panen, efisiensi operasional, kompetensi sumber daya manusia, kualitas infrastruktur, serta kontribusi sosial dan lingkungan.

Dengan pertumbuhan produksi TBS sebesar 16,71 persen dan produksi CPO sebesar 17,14 persen pada Semester I 2026, manajemen menilai masih terdapat potensi pengembangan yang perlu dioptimalkan secara konsisten untuk mendukung kinerja PTPN IV Regional II dan PTPN IV PalmCo secara berkelanjutan.

Tentang PTPN IV PalmCo

PTPN IV PalmCo merupakan Subholding Perkebunan Nusantara yang bergerak di bidang komoditas kelapa sawit dan menjadi bagian dari Holding Perkebunan Nusantara. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, perusahaan terus mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, dan penerapan prinsip keberlanjutan.(LP)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
1.266 Hektar HTR di Asahan Disulap Jadi Kebun Sawit, Ketua Koperasi Tani Mandiri Bantah Jual Beli Lahan, Ratusan Hektar Milik R Sinaga
Kebun PTPN Cot Girek Diokupasi dan Dijarah: Pekerja Menderita Negara Rugi Miliaran
Di Tengah Rimbun Sawit, Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS Jadi Harapan Kisah Bantu Petani di Angkola Sangkunur
Kades Anggoli bersama TNI dan Warga Telusuri Hulu Sungai Aek Nahombar, Fakta Lapangan Bantah Isu Banjir Akibat PT TBS di Tapanuli Selatan
KORSA: Penjelasan WWF Harus Jadi Rujukan, Lahan Prabowo Kawasan Konservasi, Bukan Penyebab Banjir
Desa Silima Kuta Kec Sttu Julu, Tingkatkan B2SA
komentar
beritaTerbaru