Di Forum Pangan Nasional APEKSI, Wali Kota Medan Dorong Kerja Sama Antardaerah Atasi Keterbatasan Lahan
sumut24.co MedanMenjadi kota metropolitan dengan keterbatasan lahan pertanian bukan berarti pasrah terhadap ancaman krisis pangan, melaink
kota
Baca Juga:
- Bupati Madina Saipullah Nasution Sambangi Masjid Raya Al Qurro' wal Huffazh, Ajak Warga Perkuat Benteng Generasi dari Ancaman Narkoba
- Tak Anti Kritik! Bupati Saipullah dan Wabup Atika Undang Mahasiswa Bahas IPR, Harga Gabah hingga Masa Depan Madina
- Era Baru Tata Kelola Data! Pemkab Madina Resmikan Portal SADATA MADINA
Madina | Sumut24.co
Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi Nasution, menegaskan bahwa ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa yang kuat. Menurutnya, keluarga yang harmonis dan tangguh akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan mental yang kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman.
Penegasan tersebut disampaikan Atika saat memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang berlangsung di pelataran Masjid Agung Nur Ala Nur Aek Godang, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Senin (29/6/2026).
Dalam amanatnya, Atika mengingatkan bahwa pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi tidak akan memiliki arti apabila tidak diimbangi dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia yang dimulai dari lingkungan keluarga.
"Tidak ada gunanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tidak ada gunanya infrastruktur yang megah, jika generasi yang mewarisinya adalah generasi yang rapuh moralnya dan rusak mentalnya," tegas Atika di hadapan peserta upacara.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya keterlibatan seorang ayah dalam proses tumbuh kembang anak. Menurutnya, peran ayah tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga harus hadir secara fisik maupun emosional dalam kehidupan anak.
Atika menjelaskan bahwa kehadiran ayah memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter, kepribadian, serta kestabilan emosi anak sejak usia dini.
"Keterlibatan aktif, kehadiran fisik, dan kedekatan emosional seorang ayah dalam proses pengasuhan anak adalah faktor determinan bagi pembentukan struktur kepribadian dan kestabilan emosi anak-anak," ujarnya.
Ia menambahkan, anak-anak yang tumbuh tanpa figur ayah cenderung menghadapi tantangan emosional yang lebih besar, memiliki rasa percaya diri yang rendah, serta lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif.
"Anak-anak yang kehilangan figur ayah cenderung tumbuh dengan kerentanan emosional, kurang percaya diri, dan lebih rentan terpengaruh hal-hal negatif di luar rumah," katanya.
Lebih lanjut, Atika menegaskan bahwa memperkuat institusi keluarga merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, derasnya arus perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga pengaruh budaya luar akan sulit dihadapi apabila pondasi keluarga tidak kuat.
Ia mengingatkan bahwa keluarga yang rapuh berpotensi memicu berbagai persoalan sosial yang pada akhirnya berdampak terhadap masa depan bangsa.
"Jika institusi keluarga kita rapuh, jika ketahanan domestik kita keropos, maka arus zaman yang serba tidak menentu ini akan mudah menggilas masa depan anak-anak, memecah belah keharmonisan suami istri, dan menghancurkan tatanan moral generasi penerus," ungkapnya.
Dalam amanatnya, Atika juga menyoroti meningkatnya berbagai persoalan yang melibatkan kalangan remaja, mulai dari tawuran pelajar, aksi perundungan (bullying), geng motor, hingga pergaulan bebas yang berujung pada kehamilan di luar nikah dan praktik aborsi.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah maupun pemerintah. Peran keluarga, khususnya orang tua, menjadi benteng pertama dalam membangun karakter anak.
"Fenomena menyimpang tersebut harus kita tangkal dari dalam rumah kita sendiri. Jangan tunggu sampai anak kita jadi korban atau menjadi pelaku," tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh masyarakat Mandailing Natal menjadikan peringatan Hari Keluarga Nasional sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berdaya saing.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal akan terus menghadirkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada keluarga, mulai dari penguatan program perlindungan sosial hingga peningkatan akses terhadap layanan dasar masyarakat.
"Pemerintah akan terus melahirkan kebijakan pro keluarga, memperkuat jaring pengaman sosial, dan mempermudah akses layanan dasar," tutup Atika.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
sumut24.co MedanMenjadi kota metropolitan dengan keterbatasan lahan pertanian bukan berarti pasrah terhadap ancaman krisis pangan, melaink
kota
Jakarta, SUMUT24.CO Wakil Ketua DPR RI, Ir. Sufmi Dasco Ahmad, menerima audiensi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Aliansi Guru dan Karyawan
Politik
Wakil Bupati Pakpak Bharat Pimpin Upacara Peringatan Harganas Ke 33
kota
Bupati Asri Ludin Hadiri Peresmian Gedung Universitas ST Bhinneka, Dorong SDM Unggul dan Inovatif
kota
Bank Sumut Salurkan Zakat Pegawai, 100 Anak Ikuti Khitan Massal
kota
Medan, Sumut24.co Kabar membanggakan datang dari Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB). Salah seorang dosennya, Dr. Nuraini Kemalas
Profil
LTKP Desak Wali Kota Medan Evaluasi Kadis Pariwisata, GEMES IX 2026 Dinilai Minim Inovasi dan Disorot Soal Anggaran Rp2,5 Miliar
News
Pemburu Dollar Juara! Kapolres Tapsel Cup Road to ESport Kapolri Cup 2026 Sukses Cetak Talenta Esports Baru
kota
150 Anak Ikut Khitanan Massal Gratis, Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Apresiasi Kolaborasi TP PKK dan Berbagai Mitra
kota
Rp2 Miliar Digelontorkan! Bupati Putra Mahkota Sulap Sampah Padang Lawas Jadi Paving Block dan Pupuk
kota