Firli Bahuri Resmi Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude dan IPK 4,0
Firli Bahuri Resmi Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude dan IPK 4,0
News
Baca Juga:
Medan | Sumut24.co
Wali Kota Medan periode 2010-2013, H. Rahudman Harahap, M.M., menjadi salah satu tokoh yang memberikan perhatian serius terhadap isu tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan keberadaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam Debat Publik dan Round Table Discussion (RTD) yang digelar Nagara Institute bersama Akbar Faizal Uncensored (AFU), Kamis (25/06/2026).
Forum yang berlangsung di Ballroom Hotel Four Points by Sheraton Medan tersebut menghadirkan berbagai kalangan mulai dari akademisi, praktisi hukum, pelaku usaha, regulator, hingga tokoh masyarakat untuk membahas masa depan pengelolaan BUMN di era ekonomi baru.
Dalam forum tersebut, H. Rahudman Harahap, M.M. tampil sebagai salah satu narasumber yang memberikan pandangan terkait tata kelola pemerintahan, kepastian hukum, dan pentingnya integritas dalam pengambilan kebijakan publik.
Lebih lanjut, Rahudman Harahap menyoroti pentingnya kepastian hukum bagi para penyelenggara negara maupun pengelola perusahaan negara agar tidak terjebak dalam persoalan hukum saat menjalankan tugas dan mengambil keputusan strategis.
Menurut Rahudman, perlindungan hukum harus mampu memberikan ruang bagi para pemimpin yang memiliki integritas untuk bekerja secara profesional tanpa dihantui ketakutan berlebihan terhadap risiko kriminalisasi kebijakan.
"Bagaimana agar jebakan hukum ini terhindar dari para penyelenggara, dalam arti supaya orang-orang berintegritas," kata H. Rahudman Harahap, M.M., Kamis (25/06/2026).
Pernyataan tersebut sejalan dengan salah satu isu utama yang dibahas dalam forum, yakni penerapan Business Judgment Rule (BJR) atau prinsip perlindungan hukum terhadap pengambilan keputusan bisnis yang dilakukan dengan itikad baik, penuh kehati-hatian, serta berdasarkan informasi yang memadai.
Isu ini menjadi perhatian karena banyak pihak menilai kriminalisasi terhadap keputusan bisnis dapat menimbulkan ketakutan di kalangan direksi maupun pengelola BUMN sehingga berpotensi menghambat inovasi dan investasi.
*Adab Harus Menjadi Fondasi Kepemimpinan*
Selain menyoroti aspek hukum, Rahudman juga menegaskan bahwa keberhasilan tata kelola negara tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan sistem pengawasan, tetapi juga oleh karakter serta moral para pemimpin yang menjalankan amanah.
Ia menilai nilai-nilai adab harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan, baik di lingkungan pemerintahan maupun korporasi negara.
"Saya menekankan perlu dijunjung tinggi adab, dalam melaksanakan tugas itu, karena seseorang yang mempunyai adab pasti akan berbuat yang lebih baik," ujar Rahudman.
Menurutnya, integritas dan etika menjadi faktor penting untuk memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Pandangan tersebut mendapat perhatian peserta diskusi mengingat Danantara saat ini dipercaya mengelola aset bernilai sangat besar dan menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
*Dorong Kolaborasi yang Lebih Luas*
Rahudman juga menyampaikan harapannya agar pembangunan ekonomi dan tata kelola negara ke depan dapat dijalankan melalui semangat kolaborasi yang lebih luas.
Ia menilai tantangan ekonomi saat ini membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, akademisi maupun masyarakat.
"Harapan saya kedepan, dalam bernegara bisa berkolaborasi tidak hanya di tingkat global," ungkapnya.
Menurut Rahudman, kolaborasi yang kuat akan menjadi modal penting dalam menciptakan tata kelola BUMN yang sehat, meningkatkan daya saing nasional, serta memastikan manfaat pengelolaan aset negara dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Debat publik yang digagas Nagara Institute dan Akbar Faizal Uncensored ini menjadi bagian dari rangkaian diskusi nasional yang akan digelar di sejumlah kota di Indonesia.
Forum tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari transformasi Kementerian BUMN menjadi Badan Pengatur BUMN (BP BUMN), penguatan tata kelola Danantara sebagai superholding BUMN, hingga batasan antara risiko bisnis dan pertanggungjawaban pidana.
Hasil diskusi dari berbagai daerah nantinya akan dirangkum menjadi rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan masukan dalam penyempurnaan tata kelola BUMN dan pengelolaan investasi negara.
Dalam konteks itu, pandangan Rahudman Harahap mengenai pentingnya integritas, adab, dan kepastian hukum dinilai menjadi salah satu pesan penting yang mengemuka dalam forum tersebut, terutama di tengah upaya pemerintah membangun sistem pengelolaan BUMN yang lebih profesional, akuntabel, dan berdaya saing global.zal
Firli Bahuri Resmi Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude dan IPK 4,0
News
Yayasan Brata Bhakti Sumut Beri Bantuan Beasiswa dan Santunan Kepada Anak Yatim Polri
News
CEO Sumut24 Group Rianto Ucapkan Selamat kepada Sonny Irawan sebagai Kapolda Sumut
News
Profil Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap, Putra Medan yang Kini Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri
News
Irjen Mahmud Nazly Harahap Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri
News
Belawan sumut24.co Komando Daerah Angkatan (Kodaeral) I, Semangat kebersamaan terlihat ketika prajurit dan PNS Kodaeral I bersama masyarak
News
Brigjen Pol Sonny Irawan Jadi Kapolda Sumut
News
AKP M Ainul Yaqin Jadi Kapolsek Medan Sunggal
News
sumut24.co ASAHAN, Aktivitas penambangan tanah urug yang tergolong bahan galian Golongan C berlangsung leluasa di Kecamatan Pulo Bandring,
News
Ahrie Sonta Nasution Dipercaya Jadi Kadivkum Polri, Jenderal Muda dengan Rekam Jejak Operasional dan Akademis
News