Baca Juga:
Padangsidimpuan | Sumut24.co
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, menegaskan bahwa proses Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahun 2026 harus menjadi momentum melahirkan pemimpin pendidikan yang berkualitas, bukan sekadar memenuhi prosedur administratif.
Penegasan tersebut disampaikan Gus Irawan saat menghadiri kegiatan Seleksi Substansi BCKS Tahun 2026 Kabupaten Tapanuli Selatan yang digelar di Aula SMK Negeri 2 Padangsidimpuan, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Juni 2026 itu diikuti oleh 250 guru dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berkompetisi untuk menjadi calon kepala sekolah di berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sumatera Utara, para kepala sekolah, pengawas sekolah, serta jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam arahannya, Gus Irawan menekankan bahwa kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas pendidikan di sebuah sekolah. Menurutnya, keberhasilan suatu lembaga pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemampuan kepala sekolah dalam memimpin, mengelola sumber daya, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
"Kepala sekolah adalah pemimpin tertinggi di lingkungan sekolah. Maju atau mundurnya sebuah sekolah sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinannya. Karena itu, proses seleksi ini harus diikuti dengan serius dan penuh tanggung jawab, bukan dianggap sebagai formalitas semata," tegas Gus Irawan di hadapan para peserta.
Ia menambahkan, seorang kepala sekolah tidak hanya dituntut memiliki kemampuan administratif, tetapi juga harus mampu menjadi motor penggerak perubahan, inovasi, dan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Salah satunya adalah masih ditemukannya peserta didik pada jenjang tertentu yang belum memiliki kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung secara optimal.
Kondisi ini, menurutnya, menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut kualitas generasi masa depan.
"Masih ada anak-anak kita yang kemampuan membaca, menulis, dan berhitungnya belum sesuai harapan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera dibenahi," ujarnya.
Gus Irawan menilai peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga pendidik, pengawas sekolah, hingga kepala sekolah sebagai ujung tombak manajemen pendidikan di lapangan.
Melalui proses seleksi yang ketat dan objektif, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berharap dapat menghasilkan kepala sekolah yang profesional, berintegritas, serta mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan di era modern.
Para calon kepala sekolah yang mengikuti seleksi diharapkan memiliki visi kuat dalam membangun budaya belajar yang positif, meningkatkan prestasi siswa, serta mendukung program peningkatan mutu pendidikan yang tengah dijalankan pemerintah daerah.
Dengan lahirnya kepala sekolah yang kompeten dan berdaya saing, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan optimistis kualitas pendidikan di daerah tersebut akan terus meningkat dan mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.
"Kita ingin melahirkan pemimpin-pemimpin pendidikan yang mampu membawa perubahan nyata bagi sekolah dan masa depan anak-anak Tapanuli Selatan," tutup Gus Irawan.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News