Baca Juga:
MEDAN – Mantan Kepala Pembinaan Mental (Ka Bintal) Kostrad periode 2010–2011, Asren Nasution, melakukan silaturahmi dengan Kepala Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan (Ka Kesdam I/BB), Kolonel CKM dr. I Gusti N.G. Karika, di Gaperta, Rabu (9/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Asren Nasution menyerahkan buku karyanya yang berjudul "Narkoba vs Ketahanan Nasional". Buku tersebut mengangkat pandangan bahwa ancaman narkoba tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berpotensi melemahkan ketahanan nasional apabila tidak ditangani secara serius.
Menurut Asren Nasution, perkembangan zaman telah mengubah bentuk ancaman yang dihadapi suatu negara. Jika pada masa lalu perang identik dengan penggunaan kekuatan militer dan persenjataan, maka pada era modern berbagai ancaman non-militer muncul dengan dampak yang tidak kalah berbahaya.
"Narkoba menjadi salah satu ancaman yang dapat merusak generasi muda sebagai aset bangsa. Ketika penyalahgunaan narkoba semakin meluas dan dianggap sebagai bagian dari gaya hidup, maka sesungguhnya ketahanan nasional sedang diuji," ujarnya.
Dalam buku tersebut, Asren menjelaskan bahwa perang pada era postmodern tidak selalu hadir dalam bentuk konflik bersenjata. Ancaman dapat bergerak secara senyap melalui berbagai cara yang melemahkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa.
Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, institusi pendidikan, tokoh masyarakat, serta keluarga sebagai benteng pertama pembinaan generasi muda.
Sementara itu, silaturahmi dan penyerahan buku kepada Ka Kesdam I/BB diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya narkoba dan pentingnya menjaga ketahanan nasional dari berbagai ancaman non-konvensional.
Melalui karya tulis tersebut, Asren Nasution mengajak seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya narkoba serta memperkuat karakter, moral, dan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi utama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Jaga diri, jaga bangsa, jaga negara" menjadi pesan utama yang diangkat dalam buku tersebut sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman narkotika dan obat-obatan terlarang.red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News